Efisiensi Sekadar Slogan, Perjalanan Dinas Pejabat Mengabaikan Krisis Pendidikan

- Jurnalis

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 16 Januari 2026 – Di tengah gencarnya seruan efisiensi anggaran oleh Pemerintah Kabupaten Garut, publik justru disuguhi potret yang bertolak belakang dengan semangat penghematan dan keberpihakan kepada masyarakat. Alokasi APBD yang seharusnya diarahkan untuk menjawab kesulitan warga dan krisis pendidikan, malah tergelincir ke pembiayaan perjalanan dinas yang menyerupai wisata ke luar daerah.

 

Kondisi ini terlihat jelas saat Dinas Pendidikan Kabupaten Garut melakukan perjalanan dinas ke Yogyakarta, di saat bupati dan wakil bupati tengah menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan sektor wisata lokal Garut. Alih-alih memperkuat promosi dan ekosistem wisata daerah sendiri, Disdik justru memilih menghabiskan anggaran di luar wilayah—sebuah langkah yang sulit dibenarkan secara kebijakan maupun etika publik.

 

Situasi tersebut mencerminkan ketidakpatuhan terhadap arahan pimpinan daerah. Ketika kepala daerah mendorong efisiensi, fokus pada pemulihan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan penguatan potensi lokal, jajaran teknis justru mempertontonkan agenda yang tidak sejalan.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Kendaraan Libur Panjang, Satlantas Polres Garut Berlakukan 9 Kali One Way

 

Foto dan video yang beredar luas—memperlihatkan aktivitas karaoke dalam perjalanan dinas—semakin memperkuat persepsi publik bahwa krisis pendidikan tidak diperlakukan sebagai kondisi darurat.

Eldy Supriadi dari Ruang Rakyat Garut menilai langkah Dinas Pendidikan ini sebagai bentuk ketidakpekaan birokrasi di tengah menurunnya IPM Kabupaten Garut. Saat angka putus sekolah meningkat, mutu pendidikan menurun, dan masyarakat menghadapi tekanan ekonomi, perjalanan dinas semacam ini bukan sekadar soal salah prioritas, melainkan pengabaian terhadap penderitaan warga dan dunia pendidikan yang kian memprihatinkan.

 

Efisiensi anggaran seharusnya dimulai dari tubuh birokrasi, bukan dibebankan kepada masyarakat. Ketika rakyat diminta memahami keterbatasan fiskal daerah, aparatur pemerintah justru berkewajiban menunjukkan keteladanan dalam penggunaan anggaran.

Baca Juga :  Praktisi Hukum Cacan Cahyadi, SH., Warning Dugaan Intervensi Muscab Partai Persatuan Pembangunan Garut, ASN Diminta Tetap Netral

 

Tanpa keteladanan tersebut, jargon penghematan dan keberpihakan akan kehilangan makna dan legitimasi publik.

Peristiwa ini menegaskan perlunya evaluasi serius terhadap penggunaan APBD, khususnya di sektor pendidikan. Anggaran publik bukan fasilitas kenyamanan pejabat, melainkan amanah untuk menyelamatkan masa depan generasi Garut.

 

Ketika kebijakan dan pelaksanaannya terus berseberangan, yang dikorbankan bukan hanya keuangan daerah, tetapi juga kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Jika krisis pendidikan terus dijawab dengan kebijakan simbolik dan perjalanan dinas yang tidak relevan, maka tujuan pemulihan IPM hanya akan menjadi slogan.

 

Garut membutuhkan keberanian untuk mengoreksi, bukan pembenaran administratif. Karena pada akhirnya, rakyat menilai bukan dari niat, tetapi dari keberpihakan nyata dalam kebijakan.

Berita Terkait

Kebersamaan dan Gotong Royong Jadi Semangat Uus Saripudin untuk Membangun Mekarjaya
Dugaan Penipuan Dana Hibah Rp1,69 Miliar Dilaporkan ke Polres Garut, ASN Bapenda Jadi Terlapor
Empat Anak Menanti Tempat Tinggal Aman, Rumah Ibu An-An di Cibodas Butuh Perhatian Serius
Yudha Puja Turnawan Tinjau Kondisi Ibu An-An, Warga dengan Penghasilan 25 Ribu sehari Tinggal di Rumah Tak Layak Huni.
Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, Terima Kasih Nurdin Yana atas Dedikasi untuk Garut
RDTR Garut: Ketika Kepastian Hukum Tata Ruang Terus Tertunda
Dugaan Kerugian hingga Rp3 Miliar, Kuasa Hukum Pelapor Lakukan Langkah di Polres Garut
Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas, GAPENSI dan Pemkab Garut Bersinergi untuk Pembangunan Infrastruktur Daerah
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 12:40 WIB

Kebersamaan dan Gotong Royong Jadi Semangat Uus Saripudin untuk Membangun Mekarjaya

Kamis, 5 November 2026 - 23:22 WIB

Dugaan Penipuan Dana Hibah Rp1,69 Miliar Dilaporkan ke Polres Garut, ASN Bapenda Jadi Terlapor

Kamis, 5 November 2026 - 18:05 WIB

Empat Anak Menanti Tempat Tinggal Aman, Rumah Ibu An-An di Cibodas Butuh Perhatian Serius

Kamis, 5 November 2026 - 15:18 WIB

Yudha Puja Turnawan Tinjau Kondisi Ibu An-An, Warga dengan Penghasilan 25 Ribu sehari Tinggal di Rumah Tak Layak Huni.

Minggu, 1 November 2026 - 21:35 WIB

Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, Terima Kasih Nurdin Yana atas Dedikasi untuk Garut

Berita Terbaru