Rena Sudrajat Buktikan Kepemimpinan Progresif dan Humanis di Garut Kota

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 2 Juli 2025 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Garut, Nusaharianmedia.com – Kepemimpinan di tingkat kecamatan menjadi barisan terdepan dalam pelayanan masyarakat. Di tengah tantangan zaman dan menurunnya kepercayaan publik terhadap pejabat daerah, sosok Rena Sudrajat, Camat Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat tampil sebagai teladan pemimpin yang tak hanya paham birokrasi, tetapi juga berpihak pada rakyat dan menyentuh langsung kebutuhan mereka.

Kiprah Rena kembali tampak dalam peresmian Garut Kota Command Center pada beberapa waktu lalu yang menjadi wadah sinergi antar unsur masyarakat dan pemerintahan.

Di acara itu, ia memberi dukungan penuh terhadap program pelayanan kesehatan alternatif hasil inisiatif Forum UMKM Nusantara (FUN), berupa terapi tradisional dan pengobatan herbal gratis yang dilaksanakan setiap Rabu.

“Kegiatan ini adalah bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat. Tidak hanya terapi pijat, tetapi juga herbal, dan dilakukan rutin. Ini sangat dibutuhkan,” ungkap Rena saat di wawancarai diruang kerjanya. Rabu, (02/07/2025).

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya dalam sektor kesehatan masyarakat berbasis komunitas. Rena juga mendorong agar inisiatif serupa dapat direplikasi di kecamatan lain.

“Kalau terbukti bermanfaat dan efektif, kami siap kembangkan ke wilayah lain di Garut,” tambahnya.

Pendekatan partisipatif seperti ini, menurut Rena, mampu menjangkau kelompok masyarakat yang kerap terpinggirkan dari layanan medis konvensional. Ia pun berharap kerja sama lintas sektor, termasuk UMKM dan komunitas lokal, dapat terus diperluas untuk menjawab kebutuhan riil warga.

Dalam kesempatan yang sama, Aas Sri Asih, pendiri Garut Kota Command Center, menjelaskan bahwa layanan kesehatan alternatif ini tidak hanya menyasar orang dewasa, tapi juga anak-anak, ibu hamil, hingga lanjut usia, dengan metode kombinasi terapi tradisional, herbal, dan edukasi nutrisi.

“Ini bukan hanya pemijatan biasa, tetapi integrasi antara metode tradisional dan pengetahuan modern untuk menjaga kesehatan,” jelas Aas.

Kiprah Rena tidak hanya terbatas pada sektor kesehatan. Ia juga dikenal aktif dalam pemberdayaan UMKM, pelestarian lingkungan, peningkatan kapasitas aparatur kelurahan, serta pengelolaan kebersihan dan tata kota. Kepemimpinannya mencerminkan semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Tak hanya duduk di balik meja, Rena kerap terjun langsung ke lapangan, menyapa masyarakat, meninjau kegiatan sosial, dan mendengar langsung persoalan warga. Pendekatan humanis ini yang membuatnya dicintai oleh berbagai kalangan, dari tokoh masyarakat, pelaku usaha kecil, hingga masyarakat umum.

Konsistensi dan kepedulian Rena dalam menata wajah Garut Kota menjadikan dirinya sebagai figur pemimpin perempuan yang inspiratif dan berdampak. Ia tidak hanya menjalankan amanah jabatan, tetapi menjadikannya sebagai alat untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkeadilan dan berpihak pada rakyat kecil.

Di sisi lain, warga Garut Kota patut berbangga memiliki sosok pemimpin seperti Rena Sudrajat, pemimpin lapangan sejati yang mengedepankan ketulusan, profesionalitas, dan kerja nyata. (DIX)
Baca Juga :  Jum'at Berkah: Kasat Binmas dan Sieun Dokkes Polres Garut Salurkan Bantuan Sembako Bagi Anak-Anak Yatim daru Yayasan Darul Muwahidin

Berita Terkait

Regenerasi Golkar Jabar Daniel Mutaqien Syafiuddin Terpilih Jadi Ketua DPD Golkar Jabar, Momentum Kebangkitan Kader Muda
Pembina DKKG, H. Rudi Gunawan, S.H., M.H., M.P., Tekankan Penguatan Peran Budayawan dan Regulasi Kebudayaan
Cacan Cahyadi SH: Kepatuhan pada AD/ART Kunci Penguatan PPP Jelang Muscab Garut
Dirut PDAM Garut Dadan Hidayatulloh Buka Suara soal Kenaikan Biaya Admin, Siapkan Evaluasi Menyeluruh
HMI Garut Soroti Polemik Pernyataan Wakil Bupati: “Garut Butuh Kepemimpinan Selaras, Bukan Dualisme Di puncak Kekuasaan”
Jelang Purna Tugas, Sekda Garut Nurdin Yana Tegaskan Seleksi Terbuka Jabatan Sekda Digelar Juli 2026
Paripurna DPRD Garut Bahas LKPJ 2025, Ketua DPRD Tegaskan Evaluasi Kinerja Pemda dan Bentuk Pansus
MUSKERCAB I PCNU Garut Perkuat Konsolidasi, H. Aceng Malki Dorong Harlah NU 2026 Berdampak Sosial
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 20:07 WIB

Regenerasi Golkar Jabar Daniel Mutaqien Syafiuddin Terpilih Jadi Ketua DPD Golkar Jabar, Momentum Kebangkitan Kader Muda

Kamis, 2 April 2026 - 19:29 WIB

Pembina DKKG, H. Rudi Gunawan, S.H., M.H., M.P., Tekankan Penguatan Peran Budayawan dan Regulasi Kebudayaan

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:49 WIB

Cacan Cahyadi SH: Kepatuhan pada AD/ART Kunci Penguatan PPP Jelang Muscab Garut

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:34 WIB

Dirut PDAM Garut Dadan Hidayatulloh Buka Suara soal Kenaikan Biaya Admin, Siapkan Evaluasi Menyeluruh

Senin, 30 Maret 2026 - 23:40 WIB

HMI Garut Soroti Polemik Pernyataan Wakil Bupati: “Garut Butuh Kepemimpinan Selaras, Bukan Dualisme Di puncak Kekuasaan”

Berita Terbaru