Desa ini resmi menerima penghargaan nasional dari Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) karena dinilai berhasil menjalankan program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) secara konsisten, efektif, dan berdampak luas di tengah masyarakat.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kepala BNN RI, Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si., kepada Kepala Desa Situsari, Dudy Hamdani Rusman, A.Md, dalam acara puncak peringatan Program Desa Bersinar bertema “Garut Tangguh Bersinar”. Kegiatan itu berlangsung khidmat dan meriah di Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, Yandri Susanto, jajaran pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, unsur TNI/Polri, serta berbagai elemen strategis lainnya yang terlibat dalam gerakan nasional pemberantasan narkoba di tingkat desa.
Apresiasi Tinggi dari Kepala BNN RI
Dalam sambutannya, Kepala BNN RI Marthinus Hukom menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Desa Situsari yang dinilai sebagai salah satu desa yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program nasional Indonesia Bersinar.
“Desa Situsari telah menjadi pionir dalam mengimplementasikan program Desa Bersinar. Mereka bukan hanya menjalankan program sebagai formalitas, tetapi benar-benar melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam edukasi, pencegahan, dan pemberdayaan berbasis lingkungan,” ujar Marthinus Hukom. Jum’at, (11/07/2025).
Ia menambahkan bahwa keberhasilan Desa Situsari hendaknya menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya di seluruh Indonesia, bahwa perang terhadap narkoba bisa dimulai dari komunitas akar rumput melalui pendekatan yang partisipatif dan berkelanjutan.
Kepala Desa: Ini Hasil Kerja Kolektif Warga
Kepala Desa Situsari, Dudy Hamdani Rusman, mengaku bersyukur dan bangga atas penghargaan tersebut. Namun, menurutnya, penghargaan itu bukan hanya untuk pemerintah desa, tetapi merupakan buah dari kolaborasi seluruh lapisan masyarakat, termasuk tokoh agama, pemuda, kader PKK, karang taruna, hingga relawan anti-narkoba desa.
“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan terlibat aktif. Ini bukan kerja satu-dua orang, tetapi hasil dari kepedulian kolektif warga untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba,” tegasnya.
Dudy juga menegaskan bahwa ke depan pihaknya akan terus mengembangkan program-program penyuluhan, pembinaan remaja, serta penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan sebagai benteng moral masyarakat.
Strategi Pencegahan dari Tingkat Desa
Selama ini, Desa Situsari menjalankan berbagai strategi preventif dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkoba. Mulai dari kegiatan edukatif di sekolah-sekolah dan majelis taklim, pendampingan remaja rentan, hingga pembentukan relawan anti-narkoba yang aktif melakukan sosialisasi door to door. Selain itu, Desa Situsari juga berkolaborasi dengan BNNK Garut dalam pelatihan kader desa bersih narkoba.
Keberhasilan program ini memperlihatkan bahwa pembangunan desa tidak hanya fokus pada fisik atau infrastruktur, tetapi juga pada aspek sosial dan moral yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup warga.
Harapan Menjadi Teladan Nasional
Dengan diraihnya penghargaan nasional ini, Desa Situsari kini diharapkan mampu menjadi role model atau teladan bagi desa-desa lain, baik di wilayah Garut maupun secara nasional. Kehadiran Desa Situsari sebagai desa yang bersih dari narkoba menjadi cermin keberhasilan pendekatan partisipatif dalam membangun ketahanan sosial berbasis komunitas.
Pemerintah Kabupaten Garut sendiri menyambut baik penghargaan ini dan berkomitmen untuk memperluas cakupan program Desa Bersinar ke lebih banyak wilayah. Hal ini sejalan dengan visi daerah menuju Garut Tangguh, Garut Bersinar.
Desa Situsari telah membuktikan bahwa dengan sinergi, kepedulian bersama, dan aksi nyata dari masyarakat, perang terhadap narkoba bukan hanya slogan, melainkan sebuah gerakan nyata yang mampu menyelamatkan generasi. (Eldy)