Ahmad Sobur Siap Pimpin PGRI Pasirwangi: Dari Guru Biasa Menjadi Motor Perubahan Organisasi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 16 Juli 2025 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Dalam lanskap pendidikan yang terus berubah dan menuntut adaptasi cepat, peran organisasi profesi seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menjadi sangat vital. Di tengah dinamika itu, Ahmad Sobur, S.Pd.I, seorang pendidik senior asal Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, tampil sebagai sosok yang menawarkan arah baru bagi PGRI di wilayahnya.

Dengan mengusung semangat perubahan, transparansi organisasi, dan kesejahteraan guru sebagai prioritas utama, Ahmad Sobur secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua PGRI Cabang Pasirwangi.

Sementara dengan langkah ini bukan sekadar ambisi politik organisasi, melainkan buah dari dorongan kuat para guru yang selama ini merasa bahwa organisasi guru terbesar ini perlu peremajaan arah dan fungsi.

Pengabdian Panjang di Dunia Pendidikan

Nama Ahmad Sobur bukan nama asing di kalangan guru di Kecamatan Pasirwangi. Ia telah mengabdikan diri di dunia pendidikan lebih dari 20 tahun. Mulai dari menjadi guru kelas di pelosok desa, menginisiasi program belajar tambahan untuk anak-anak kurang mampu, hingga menjadi penggerak berbagai kegiatan sosial di lingkungan pendidikan, jejak pengabdiannya terbentang luas, walau jarang disorot media.

Sobur dikenal sebagai sosok yang bersahaja, lebih sering bekerja dalam diam, namun langkahnya berdampak. Dalam banyak kesempatan, ia lebih memilih hadir secara langsung di tengah para guru, ketimbang duduk di balik meja organisasi.

Mendengar Suara Guru dari Pelosok

Dalam wawancara khusus dengan Nusaharianmedia.com, Rabu (16/07/2025), Ahmad Sobur menjelaskan alasan utamanya mencalonkan diri sebagai Ketua PGRI Pasirwangi.

“Saya ini bukan siapa-siapa, hanya guru biasa. Tapi saya percaya, ketika kita diam melihat ketimpangan dan ketidakadilan, kita sedang membiarkan situasi memburuk. Itulah alasan saya maju, karena banyak teman guru yang merasa PGRI kehilangan arah perjuangannya,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa banyak guru, terutama honorer, merasa terpinggirkan. Mereka bekerja tanpa kepastian hukum, kesejahteraan minim, dan tak jarang menjadi korban perlakuan tidak adil dari berbagai pihak.

“Kalau bukan PGRI yang berdiri di depan membela mereka, siapa lagi?” tegasnya.

Visi Besar: PGRI sebagai Rumah Perjuangan Guru

Ahmad Sobur menekankan bahwa PGRI harus kembali ke khitahnya sebagai wadah perjuangan guru. Bukan sekadar organisasi seremonial yang hanya aktif menjelang kegiatan besar atau sekadar menyusun laporan.

Ia membawa visi besar: menjadikan PGRI Pasirwangi sebagai organisasi yang demokratis, transparan, dan benar-benar berdampak langsung terhadap kehidupan dan karier para anggotanya. Dari visi tersebut, lahirlah lima misi strategis:

Peningkatan Kesejahteraan Guru Mengembangkan program koperasi guru, membuka akses pinjaman ringan, serta bantuan sosial darurat bagi guru yang mengalami musibah atau kesulitan ekonomi.

Transparansi dan Akuntabilitas Organisasi

Setiap agenda, laporan keuangan, dan kebijakan organisasi akan dipublikasikan secara terbuka melalui media digital dan laporan berkala, agar seluruh anggota bisa mengawasi jalannya roda organisasi.

Advokasi Hukum dan Perlindungan Guru

Membentuk tim hukum internal yang bisa memberikan bantuan hukum cepat bagi guru yang tersandung masalah, baik karena profesi maupun tekanan dari pihak luar.

Peningkatan Kapasitas dan Profesionalisme Guru Menyelenggarakan pelatihan rutin yang menjawab kebutuhan guru, mulai dari kurikulum merdeka, teknologi pendidikan, hingga penguatan karakter.

Penguatan Solidaritas dan Jaringan Antar

Sekolah Mendorong kegiatan lintas sekolah seperti olahraga, seni budaya, forum diskusi, hingga kegiatan sosial bersama agar terbentuk solidaritas dan rasa saling memiliki antar sesama guru.

Dukungan Meluas dari Guru Akar Rumput

Langkah Ahmad Sobur ternyata tidak berjalan sendiri. Dukungan dari guru-guru di lapangan semakin menguat. Banyak di antara mereka menyatakan kepercayaan penuh terhadap figur Sobur yang dinilai lebih peka terhadap realita di lapangan ketimbang tokoh-tokoh lama yang terlalu birokratis.

“Pak Sobur bukan tipe yang hanya hadir saat ada acara. Beliau ada di saat kami butuh, di saat tidak ada yang peduli,” kata Euis Nuraeni, guru SD dari wilayah Pasirwangi.

Di sisi lain ada salah seorang guru SD dari daerah Pasirwangi yang enggan di sebutkan namanya ia menyampaikan hal senada. “Sudah saatnya PGRI berubah. Kami butuh pemimpin yang tidak hanya duduk di rapat, tapi benar-benar tahu apa yang kami hadapi tiap hari di kelas dan di masyarakat.”

Tantangan dan Tekad: “Perubahan Harus Diperjuangkan”

Ahmad Sobur menyadari bahwa jalan menuju perubahan tidak mudah. Ia tahu bahwa reformasi di tubuh organisasi besar seperti PGRI memerlukan keberanian, keteguhan hati, dan kolaborasi luas.

“Ada tantangan, tentu. Tapi saya yakin, jika kita punya niat baik dan mau bekerja sama, maka tak ada yang tak mungkin. PGRI yang berpihak kepada guru bukanlah mimpi, itu bisa jadi kenyataan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak membawa janji manis, tetapi komitmen kuat dan rencana konkret. “Saya tidak menjanjikan segalanya akan selesai dalam semalam. Tapi saya berjanji akan bekerja dengan jujur, transparan, dan sepenuhnya untuk guru.”

Menuju Pemilihan: Ahmad Sobur Jadi Magnet Perhatian

Pemilihan Ketua PGRI Cabang Pasirwangi dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Nama Ahmad Sobur kini menjadi salah satu figur yang paling banyak dibicarakan di antara komunitas guru. Ia dianggap sebagai tokoh alternatif yang menawarkan harapan baru, terutama bagi guru honorer dan mereka yang selama ini merasa tak terdengar.

“Banyak yang sudah bicara perubahan, tapi tak banyak yang berani memulainya. Saya siap menjadi bagian dari awal perubahan itu,” pungkasnya dengan yakin.

Kini, para guru di Pasirwangi menanti momentum tersebut. Bagi banyak di antara mereka, pencalonan Ahmad Sobur bukan sekadar kontestasi, melainkan peluang langka untuk menghidupkan kembali ruh perjuangan di tubuh PGRI. (Red)
Baca Juga :  GRC Tunjukan Solidaritas : Open Donasi untuk Uthenk Drum yang Tengah Berjuang Melawan Stroke

Berita Terkait

Akselerasi Program Nasional, Hilman, S.E. Pimpin APPMBGI Garut Siapkan Ekosistem Dapur Makan Bergizi Gratis
DPRD Garut Terima Audiensi FAGAR, Siap Carikan Solusi bagi Status dan Kesejahteraan Guru Honorer
DPD KNPI Garut Fokus Penguatan Organisasi dan Pembentukan Tim Rescue, Dorong Pemuda Tanggap Bencana
Pertahankan Tradisi Juara, SDN 4 Pataruman Taklukkan 42 Kecamatan di LCC Garut 2026
Dies Natalis ke-72 GMNI Garut: Tegaskan Komitmen Perjuangan Demokrasi hingga Realita Kemiskinan
Gebyar Prestasi TK IGTKI 2026 Jadi Ajang Unjuk Bakat dan Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini
HMI Cabang Garut Soroti Keterbatasan DLH, Siap Kawal Solusi Pengelolaan Sampah dan Persoalan Lingkungan
Musrenbang Provinsi Jawa Barat 2026, H. Aceng Malki Tegaskan Ketimpangan Pembangunan di Garut Tak Bisa Dibiarkan
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 07:26 WIB

Akselerasi Program Nasional, Hilman, S.E. Pimpin APPMBGI Garut Siapkan Ekosistem Dapur Makan Bergizi Gratis

Jumat, 17 April 2026 - 21:12 WIB

DPRD Garut Terima Audiensi FAGAR, Siap Carikan Solusi bagi Status dan Kesejahteraan Guru Honorer

Jumat, 17 April 2026 - 19:40 WIB

DPD KNPI Garut Fokus Penguatan Organisasi dan Pembentukan Tim Rescue, Dorong Pemuda Tanggap Bencana

Jumat, 17 April 2026 - 10:32 WIB

Pertahankan Tradisi Juara, SDN 4 Pataruman Taklukkan 42 Kecamatan di LCC Garut 2026

Kamis, 16 April 2026 - 20:26 WIB

Dies Natalis ke-72 GMNI Garut: Tegaskan Komitmen Perjuangan Demokrasi hingga Realita Kemiskinan

Berita Terbaru