Aris Munandar: Pancasila Harus Menjadi Roh Kehidupan Bangsa,Bukan Sekedar Seremoni Tahunan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Juni 2025 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Garut,Nusaharianmedia.com – Dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2025, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut, Aris Munandar, S.Pd., menyampaikan pesan kuat kepada masyarakat. Menurutnya, Pancasila tidak boleh hanya menjadi ritual tahunan yang diwarnai upacara dan slogan, melainkan harus benar-benar dijadikan sebagai roh dan napas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam wawancara khusus bersama sejumlah awak media, Aris menekankan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi titik balik bagi seluruh elemen masyarakat untuk merenungi kembali nilai-nilai luhur yang terkandung dalam lima sila Pancasila.

Di tengah kompleksitas zaman yang ditandai dengan derasnya arus globalisasi, kemajuan teknologi, dan pergeseran budaya, Aris mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak kehilangan jati dirinya.

“Pancasila bukan hanya sekadar teks dalam pembukaan UUD 1945 atau simbol dalam lambang negara. Ia adalah identitas, sekaligus fondasi utama yang membentuk karakter dan arah bangsa ini. Kita tidak boleh memperlakukannya sebagai sekadar formalitas upacara,” ujar Aris. Senin, (02/06/2025).

Pancasila Sebagai Solusi atas Krisis Bangsa

Aris menyoroti bahwa bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai persoalan serius, mulai dari krisis moral, menurunnya rasa solidaritas sosial, intoleransi, hingga potensi disintegrasi akibat polarisasi politik dan perbedaan pandangan ideologis. Dalam situasi seperti itu, menurutnya, Pancasila hadir sebagai solusi yang paling relevan.

“Lima sila dalam Pancasila bukan hanya filosofi, tapi pegangan hidup. Jika kita kembali menggali nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, keadilan, dan demokrasi yang terkandung di dalamnya, maka kita akan memiliki arah dan kekuatan untuk melewati segala tantangan kebangsaan,” kata politisi muda asal Garut itu.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam konteks kehidupan lokal di daerah, nilai Pancasila dapat diterjemahkan ke dalam perilaku masyarakat sehari-hari yang penuh toleransi, gotong royong, dan semangat saling menghormati.

Tantangan Global, Identitas Lokal

Lebih jauh, Aris menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi masa kini: derasnya arus informasi yang tak terbendung, budaya instan dan hedonisme, serta pengaruh ideologi asing yang perlahan mengikis nilai-nilai kebangsaan. Ia mengingatkan bahwa dalam dunia yang semakin digital dan terbuka, masyarakat khususnya generasi muda harus memiliki fondasi nilai yang kokoh agar tidak kehilangan arah.

“Kita sedang hidup di era disrupsi. Informasi mengalir begitu deras, pergaulan lintas batas menjadi biasa. Tanpa pijakan nilai yang kuat, anak-anak kita bisa saja kehilangan identitasnya sebagai bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Aris menilai pentingnya pendidikan karakter sejak dini yang menanamkan nilai-nilai Pancasila secara konkret, bukan sekadar dalam bentuk hafalan atau pelajaran teoritis.

Peran Strategis Generasi Muda

Ketua DPRD Garut ini juga menaruh perhatian besar pada peran generasi muda sebagai penerus cita-cita kemerdekaan. Ia berharap para pemuda Indonesia tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial yang tinggi.

“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Kalau mereka tidak memahami dan menghayati Pancasila, maka masa depan bangsa ini akan rapuh. Kita tidak bisa hanya mengandalkan kecerdasan intelektual; kita butuh pemuda yang berjiwa kebangsaan,” tegas Aris.

Ia pun mendorong institusi pendidikan, keluarga, hingga organisasi masyarakat untuk lebih aktif dalam membangun ekosistem pendidikan yang menyeimbangkan antara aspek intelektual, moral, dan spiritual.

Mengamalkan Pancasila dari Hal-Hal Kecil

Dalam pandangannya, implementasi Pancasila tak harus dilakukan melalui gerakan besar atau program nasional semata. Aris justru menekankan pentingnya tindakan-tindakan kecil yang menunjukkan nilai-nilai luhur bangsa.

“Menghargai perbedaan, menepati janji, bersikap jujur, saling membantu, dan ikut serta dalam kegiatan sosial di lingkungan sekitar itu semua adalah bentuk nyata pengamalan Pancasila. Jangan menunggu hal besar untuk mulai menerapkannya,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun budaya musyawarah dan gotong royong di tingkat desa, RT/RW, maupun lembaga pemerintah sebagai cerminan nyata dari sila keempat dan kelima Pancasila.

Menjadikan Pancasila sebagai Panduan Hidup

Sebagai penutup, Aris Munandar mengajak seluruh warga Garut, khususnya para pemangku kebijakan, tokoh masyarakat, dan generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan.

“Kita tidak boleh terjebak dalam seremoni. Peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum kebangkitan nilai. Mari jadikan Pancasila sebagai napas bangsa ini, agar Indonesia tetap utuh, berdaulat, dan bermartabat,” pungkasnya.

Bagi Aris, menjaga Pancasila berarti menjaga masa depan Indonesia. Dan masa depan itu, kata dia, hanya akan cerah jika seluruh elemen bangsa menjadikan nilai-nilai Pancasila bukan sekadar jargon, melainkan jiwa dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. (Red)
Baca Juga :  Program “Pepe Ling Shodaqoh Alam”, Kemenag Jabar dan CV. Bumi Pasir Makmur Hijaukan Lahan Bekas Tambang di Garut

Berita Terkait

Lingkungan Garut Kian Kritis, FPLG Minta TJSL Perusahaan Tak Sekadar Formalitas, Dorong Perbup Penguatan Pelaksanaan
Musrenbang RKPD 2027, Camat Karangpawitan Tekankan Pembangunan Berdampak Langsung bagi Kesejahteraan Warga
TPT Baru Sebulan Dibangun Ambruk, Proyek Aspirasi DPRD Disorot Warga
Sinergi RENTAN, WBI, dan BPBD Garut Wujudkan Mitigasi Longsor Berbasis Gotong Royong
DPC PDI Perjuangan Garut Peringati Hari Pers Nasional 2026 dengan Makan Siang Bersama Jurnalis
Peringati Hari Pers Nasional, Ayi Suryana Tegaskan Pers Pilar Bangsa dan Penjaga Demokrasi
Anggota DPRD Garut Fraksi PDI Perjuangan Yudha puja turnawan Tinjau Rumah Roboh di Karangpawitan, Dorong Prioritas Bantuan Rutilahu
Rumah Reyot Terabaikan, Data Dipertanyakan: Ada Apa dengan Dinas Sosial Garut?
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:32 WIB

Lingkungan Garut Kian Kritis, FPLG Minta TJSL Perusahaan Tak Sekadar Formalitas, Dorong Perbup Penguatan Pelaksanaan

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Musrenbang RKPD 2027, Camat Karangpawitan Tekankan Pembangunan Berdampak Langsung bagi Kesejahteraan Warga

Selasa, 10 Februari 2026 - 19:11 WIB

TPT Baru Sebulan Dibangun Ambruk, Proyek Aspirasi DPRD Disorot Warga

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:03 WIB

Sinergi RENTAN, WBI, dan BPBD Garut Wujudkan Mitigasi Longsor Berbasis Gotong Royong

Senin, 9 Februari 2026 - 18:38 WIB

DPC PDI Perjuangan Garut Peringati Hari Pers Nasional 2026 dengan Makan Siang Bersama Jurnalis

Berita Terbaru