Cipta Kondisi Pasca Ketupat Lodaya 2026, Satlantas Polres Garut Jaring 150 Pelanggar di Bundaran Tarogong

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com — Upaya menjaga ketertiban lalu lintas pasca arus mudik dan balik Lebaran terus dilakukan jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Garut melalui operasi cipta kondisi di kawasan Bundaran Alun-alun Tarogong, Sabtu (4/4/2026) siang. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut setelah berakhirnya Operasi Ketupat Lodaya 2026, dengan fokus pada penertiban pelanggaran kasat mata di jalan raya.

 

Operasi yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh KBO Satlantas Polres Garut, Ipda Ade Sulaeman. Dalam pelaksanaannya, petugas menerapkan metode hunting system, yakni patroli aktif untuk menjaring pelanggar secara langsung tanpa razia stasioner.

 

“Pada siang hari ini kami melaksanakan patroli hunting, terkait masih adanya temuan pelanggaran kasat mata pasca Operasi Ketupat Lodaya 2026,” ujar Ade Sulaeman di sela kegiatan.

Baca Juga :  Ratusan Buruh Garut “Gruduk” Kantor Bupati: Suarakan Darurat Upah Layak dan Keadilan bagi Pekerja

 

Dari hasil operasi, pelanggaran didominasi pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, baik pengemudi maupun penumpang. Kondisi ini dinilai masih menjadi persoalan klasik yang terus berulang meski sosialisasi telah dilakukan secara masif.

 

Petugas mencatat sekitar 150 kendaraan terjaring dalam operasi tersebut. Namun, penindakan lebih mengedepankan pendekatan persuasif berupa teguran dan edukasi kepada para pelanggar.

 

“Pelanggaran saat ini didominasi sepeda motor, banyak yang tidak menggunakan helm. Sekitar 150 kendaraan kami imbau dan kami tegur agar tetap mematuhi aturan berlalu lintas,” jelasnya.

 

Sementara itu, untuk kendaraan roda empat, pelanggaran yang ditemukan mayoritas berkaitan dengan kelengkapan administrasi, seperti tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) serta belum melakukan pengesahan pajak kendaraan.

 

Dalam operasi tersebut, petugas juga memastikan tidak ditemukan pelanggaran signifikan terkait penggunaan knalpot bising yang sebelumnya menjadi perhatian.

Baca Juga :  Lonjakan Harga LPG 3 Kg di Garut, Bupati Soroti Masalah Distribusi dan Oknum di Lapangan

 

“Untuk knalpot berisik, sampai saat ini alhamdulillah tidak ada yang kami amankan,” tambah Ade.

 

Ia menegaskan, keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan penertiban. Karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesadaran dalam berlalu lintas, tidak hanya karena adanya penindakan, tetapi demi keselamatan bersama.

 

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tertib berlalu lintas, lengkapi surat-surat kendaraan, serta utamakan keselamatan dalam berkendara,” pungkasnya.

 

Operasi cipta kondisi ini akan terus digelar secara berkala sebagai bagian dari komitmen Polres Garut dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), khususnya pasca momentum Lebaran yang identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di jalan raya.

Penulis : Hilman

Editor : Tim Nusaharianmedia

Berita Terkait

Dari SP-1 ke Meja Hijau: Sengketa Aset Teras Cimanuk Kian Panas, Syam Yousef Gugat Pemkab Garut
Krisis Kualitas MBG di Garut Satu Pekan dua Insiden : SPPG Pasirkiamis dan Banjarwangi Picu Alarm Keras, Pengawasan Dipertanyakan
Aroma Tak Sedap pada Menu Ayam, SPPG Pasir Kiamis Disorot Murid
20 DPC GMNI Jabar Solid, Dorong Kebangkitan DPD di Momentum 72 Tahun Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
PDI Perjuangan Garut Usulkan PERDA Pelestarian Pengetahuan Tradisional untuk Perlindungan Kawasan Sumber Mata Air dan Tata Kelola Aliran Air
DPD KNPI Garut Agil Syahrizal: GMNI Harus Jadi Motor Lahirnya Generasi Kritis dan Pro-Rakyat
Sekjen PDI Perjuangan Ingatkan Pemkab Garut: Hindari Penempatan Jabatan Berdasarkan Selera dalam Reformasi Birokrasi
Dies Natalis ke-72 GMNI di Garut, Ketua PA Alumni Dedi Hasan Bachtiar Dorong Penguatan Ideologi dan Ekonomi Kerakyatan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 13:13 WIB

Dari SP-1 ke Meja Hijau: Sengketa Aset Teras Cimanuk Kian Panas, Syam Yousef Gugat Pemkab Garut

Senin, 6 April 2026 - 22:09 WIB

Krisis Kualitas MBG di Garut Satu Pekan dua Insiden : SPPG Pasirkiamis dan Banjarwangi Picu Alarm Keras, Pengawasan Dipertanyakan

Minggu, 5 April 2026 - 22:25 WIB

Aroma Tak Sedap pada Menu Ayam, SPPG Pasir Kiamis Disorot Murid

Minggu, 5 April 2026 - 19:29 WIB

PDI Perjuangan Garut Usulkan PERDA Pelestarian Pengetahuan Tradisional untuk Perlindungan Kawasan Sumber Mata Air dan Tata Kelola Aliran Air

Minggu, 5 April 2026 - 10:44 WIB

DPD KNPI Garut Agil Syahrizal: GMNI Harus Jadi Motor Lahirnya Generasi Kritis dan Pro-Rakyat

Berita Terbaru

Pendidikan

Aroma Tak Sedap pada Menu Ayam, SPPG Pasir Kiamis Disorot Murid

Minggu, 5 Apr 2026 - 22:25 WIB