Ciptakan Kedamaian di Bulan Suci Ramadhan, Kades Cigadog Dedi Rudiana Imbau Warga Jauhi Fitnah

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 25 Maret 2025 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, Nusaharianmedia.com – Kepala Desa (Kades) Cigadog, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat Dedi Rudiana, mengajak masyarakat untuk menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan membangun sikap saling berbaik sangka.

Dedi menekankan pentingnya menjaga keharmonisan sosial dengan menghindari segala bentuk provokasi, termasuk fitnah yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

“Ramadhan adalah bulan penuh ampunan dan keberkahan. Mari manfaatkan momen ini untuk introspeksi diri, memperbaiki hubungan, serta menjauhi prasangka buruk dan fitnah,” ujarnya saat diwawancarai awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya. Selasa malam, (25/03/2025).

Ia mengingatkan bahwa menjaga ketenteraman adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, ia mengimbau warga untuk lebih bijak dalam menerima informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi.

“Jangan mudah percaya begitu saja pada informasi yang tidak jelas kebenarannya. Pastikan semua berita yang kita terima memiliki dasar yang kuat agar tidak menimbulkan perpecahan,” tambahnya.

Sebagai pemimpin desa, Dedi Rudiana berkomitmen untuk terus mempererat kebersamaan dan komunikasi yang baik antarwarga guna menciptakan lingkungan yang damai, harmonis, dan sejahtera di Desa Cigadog.

Di sisi lain, Dedi juga membantah tudingan adanya pungutan liar (pungli) dalam program redistribusi tanah (Redis) Tahun 2025. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan hanya merupakan fitnah yang merugikan dirinya serta pihak desa.

“Kami sama sekali tidak meminta biaya Rp 700 ribu per bidang tanah seperti yang diberitakan. Semua proses Redis berjalan sesuai aturan. Tuduhan ini tidak berdasar dan sangat merugikan,”katanya.

Selain menyangkal isu pungli, ia juga menepis klaim bahwa dirinya menghindari wartawan atau enggan memberikan keterangan. Menurutnya, tidak ada satu pun pihak yang menghubunginya sebelum berita tersebut tersebar.

“Sampai sekarang, tidak ada yang datang atau mengonfirmasi langsung kepada saya. Tiba-tiba muncul berita yang menyudutkan tanpa dasar yang jelas,” katanya.

Dedi pun membantah kabar bahwa warga luar desa dikenakan biaya lebih tinggi hingga Rp 1,5 juta. Menurutnya, tuduhan-tuduhan tersebut hanya menciptakan keresahan di masyarakat dan mencoreng nama baik desa.

Sebagai bentuk tanggung jawab, ia mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam menerima informasi dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi.

Di akhir wawancaranya, Dedi juga selaku Kades menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan aparat berwenang guna memastikan transparansi pelaksanaan program Redis. (Red)

Baca Juga :  RAN7 Siap Menggema, Sinergi Digitalisasi UMKM dan Budaya Garut di Cipanas

Berita Terkait

20 DPC GMNI Jabar Solid, Dorong Kebangkitan DPD di Momentum 72 Tahun Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
PDI Perjuangan Garut Usulkan PERDA Pelestarian Pengetahuan Tradisional untuk Perlindungan Kawasan Sumber Mata Air dan Tata Kelola Aliran Air
DPD KNPI Garut Agil Syahrizal: GMNI Harus Jadi Motor Lahirnya Generasi Kritis dan Pro-Rakyat
Sekjen PDI Perjuangan Ingatkan Pemkab Garut: Hindari Penempatan Jabatan Berdasarkan Selera dalam Reformasi Birokrasi
Dies Natalis ke-72 GMNI di Garut, Ketua PA Alumni Dedi Hasan Bachtiar Dorong Penguatan Ideologi dan Ekonomi Kerakyatan
Dies Natalis ke-72 GMNI di Garut Jadi Momentum Refleksi, Konsolidasi, dan Penguatan Perjuangan Rakyat
Cipta Kondisi Pasca Ketupat Lodaya 2026, Satlantas Polres Garut Jaring 150 Pelanggar di Bundaran Tarogong
Kader PPP Garut Diduga Langgar Keputusan DPP, Dinilai sebagai Bentuk Pengkhianatan Partai
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 20:08 WIB

20 DPC GMNI Jabar Solid, Dorong Kebangkitan DPD di Momentum 72 Tahun Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia

Minggu, 5 April 2026 - 19:29 WIB

PDI Perjuangan Garut Usulkan PERDA Pelestarian Pengetahuan Tradisional untuk Perlindungan Kawasan Sumber Mata Air dan Tata Kelola Aliran Air

Minggu, 5 April 2026 - 10:44 WIB

DPD KNPI Garut Agil Syahrizal: GMNI Harus Jadi Motor Lahirnya Generasi Kritis dan Pro-Rakyat

Sabtu, 4 April 2026 - 22:57 WIB

Sekjen PDI Perjuangan Ingatkan Pemkab Garut: Hindari Penempatan Jabatan Berdasarkan Selera dalam Reformasi Birokrasi

Sabtu, 4 April 2026 - 17:58 WIB

Dies Natalis ke-72 GMNI di Garut Jadi Momentum Refleksi, Konsolidasi, dan Penguatan Perjuangan Rakyat

Berita Terbaru

Pendidikan

Aroma Tak Sedap pada Menu Ayam, SPPG Pasir Kiamis Disorot Murid

Minggu, 5 Apr 2026 - 22:25 WIB