DKKG Garut Gelar Festival Pembudayaan Olah Raga Tradisional, Perkuat Pelestarian Budaya Lokal

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 02:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com — Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut (DKKG) menggelar Festival Pembudayaan Olah Raga Tradisional sebagai bagian dari upaya menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya daerah di tengah arus modernisasi. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pendopo Garut, Jalan Kiansantang, Rabu malam (13/5/2026), tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas budaya, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Festival ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kabupaten Garut, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Garut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Garut, serta Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Garut.

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Garut Dr. H. A. Syakur Amin, M.Eng IPU., Kadispora Asep Mulyana, S.Ip., M.Si., yang di dmpingi oleh ketua DPD KNPI Garut Agil Syahrizal yakni sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya dan olahraga tradisional yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Garut.

Festival menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya dari sejumlah sanggar dan institusi pendidikan, di antaranya Sanggar Srimanganti SMP Ma’arif Cilawu, Sanggar Angklung SDN 1 Cisero, Gerak Tim SMP Ma’arif, Musik Tim SDN 1 Cisero, Silat Panglipur Putra Rajawali, serta Rampak Sekar Wahegar. Penampilan para peserta menghadirkan semangat kebersamaan sekaligus memperlihatkan kekayaan seni tradisional yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Ketua DKKG Garut, Kang Jiwan, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar ajang hiburan dan pertunjukan budaya, melainkan sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai olahraga tradisional serta nilai-nilai luhur budaya Sunda.

Baca Juga :  Sidak Baru Berlalu, Kasus Keracunan MBG Kembali Muncul di Garut

“Melalui festival ini, kami ingin memastikan bahwa olahraga tradisional dan kebudayaan lokal tidak hanya dikenang, tetapi terus dipraktikkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Menurut Kang Jiwan, kegiatan itu juga menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, agar kembali mengenalkan permainan rakyat kepada anak-anak sejak dini. Ia menilai generasi muda saat ini mulai terlalu bergantung pada penggunaan handphone dan game online sehingga diperlukan gerakan nyata untuk menghidupkan kembali budaya olahraga tradisional dan kaulinan barudak.

“Kami mengajak masyarakat Kabupaten Garut, ibu bapak dan para orang tua untuk memberikan edukasi kepada anak-anak tentang pentingnya kembali merespons olahraga dan permainan rakyat. Sedikit demi sedikit kita harus mengurangi kebiasaan kecanduan handphone dan game online,” katanya.

Ia berharap melalui pembudayaan olahraga tradisional, Kabupaten Garut dapat menjadi pelopor dalam menghidupkan kembali permainan rakyat dan olahraga tradisional di Indonesia.

Selain itu, Kang Jiwan menyampaikan bahwa Bupati Garut menunjukkan komitmen kuat terhadap pemajuan kebudayaan. Salah satunya dengan mendorong DKKG kembali menggelar Anugerah Budaya untuk kedua kalinya sebagai bentuk apresiasi kepada para pelaku seni dan budaya di Garut.

“Baru kali ini kami benar-benar diapresiasi dan didorong untuk kembali menggelar Anugerah Budaya. Tujuannya tentu memberikan penghargaan kepada insan-insan budaya yang telah berkontribusi untuk daerah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ketua IWO Garut Raja Risnadi Firdaus Gaungkan Semangat Inovasi dan Integritas di Rakernas IWO 2025

DKKG juga saat ini tengah merancang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemajuan Kebudayaan Kabupaten Garut. Regulasi tersebut nantinya akan memuat pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah, termasuk upaya memasukkan pendidikan kebudayaan sejak usia dini.

“Mungkin tahap awal kita akan merumuskan perda. Di dalamnya nanti pemerintah bisa menginisiasi pendidikan kebudayaan agar dikenalkan sejak dini kepada anak-anak,” jelas Kang Jiwan.

Ia menyebut progres penyusunan Raperda tersebut masih berada pada tahap awal, sekitar 25 persen. Proses penyusunannya melibatkan berbagai elemen masyarakat mulai dari akademisi, aktivis budaya, pegiat sosial hingga tokoh sejarah agar regulasi yang lahir benar-benar mewakili kebutuhan masyarakat.

“Budaya itu sesungguhnya adalah perilaku kebiasaan masyarakat. Karena itu penyusunannya tidak bisa hanya dari kalangan akademisi saja, tetapi semua unsur harus dilibatkan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Jiwan juga mengapresiasi dukungan dari DPRD Garut, khususnya Komisi IV, yang dinilai aktif memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan kebudayaan. Ia berharap DKKG dapat terus menjadi wadah sekaligus pelopor dalam mendorong kemajuan seni dan budaya di Kabupaten Garut demi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dengan terselenggaranya Festival Pembudayaan Olah Raga Tradisional, Kabupaten Garut kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang aktif menjaga denyut kebudayaan lokal sekaligus membangun sinergi antara pelestarian tradisi dan pembangunan karakter masyarakat melalui seni serta olahraga tradisional. (Hil)

Penulis : Hilman

Editor : Redaksi Nusaharianmedia

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru