Garut Selatan di Ambang Terbentuk: 15 Kecamatan Termasuk Banjarwangi, Siap Bergabung Ke Kabupaten Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Juni 2025 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Garut,Nusaharianmedia.com – Wacana pemekaran wilayah di Provinsi Jawa Barat kembali mencuat ke permukaan, kali ini berasal dari Kabupaten Garut, salah satu wilayah dengan luas dan jumlah penduduk terbanyak di provinsi ini.

Sementara, isu ini kembali menguat menyusul pertemuan terbaru antara Pemerintah Kabupaten Garut dengan Presidium Pembentukan Kabupaten Garut Selatan, yang kembali membahas kemungkinan pemisahan sebagian wilayah selatan Garut untuk membentuk daerah otonomi baru.

Secara administratif, Kabupaten Garut saat ini terdiri dari 42 kecamatan, 21 kelurahan, dan 421 desa dengan luas mencapai 3.065,19 kilometer persegi. Wilayah yang luas ini menjadi tantangan tersendiri dalam hal pelayanan publik, pemerataan pembangunan, dan pengelolaan administrasi pemerintahan.

Dalam wacana pemekaran yang tengah dibahas, sebanyak 15 kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Garut direncanakan akan memisahkan diri dan bergabung dalam pembentukan Calon Kabupaten Garut Selatan. Salah satu yang cukup disorot dalam daftar kecamatan tersebut adalah Kecamatan Banjarwangi, yang dinilai strategis dan potensial untuk berkembang apabila menjadi bagian dari kabupaten baru.

Daftar Kecamatan yang Masuk dalam Wacana Pemekaran Garut Selatan:

Banjarwangi
Bungbulang
Caringin
Cibalong
Cihurip
Cikelet
Cisewu
Cisompet
Mekarmukti
Pakenjeng
Pemulihan
Pameungpeuk
Peundeuy
Singajaya
Talegong

Jika rencana ini direalisasikan, maka Calon Kabupaten Garut Selatan akan memiliki luas sekitar 1.804,67 kilometer persegi, mencakup wilayah pesisir selatan dan pegunungan, yang selama ini masih menghadapi ketimpangan dalam akses infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Dorongan dari Masyarakat dan Tokoh Lokal

Presidium Pembentukan Kabupaten Garut Selatan, yang terdiri dari sejumlah tokoh masyarakat, mantan pejabat, akademisi, dan aktivis pembangunan daerah, terus melakukan konsolidasi serta pendekatan politik dengan berbagai pihak.

Mereka menilai pemekaran adalah solusi konkret untuk menjawab permasalahan kesenjangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan Garut yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.

“Ini bukan soal ambisi, tapi soal keadilan wilayah. Sudah terlalu lama wilayah selatan Garut hanya jadi penonton. Dengan adanya kabupaten sendiri, kita bisa fokus membangun sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat lokal,” ujar salah satu tokoh presidium dalam forum dialog publik. Minggu, (22/06/2025).

Dukungan Pemerintah Daerah dan Langkah Politik

Pemerintah Kabupaten Garut sendiri, dalam beberapa kesempatan, menyatakan tidak keberatan dengan gagasan pemekaran selama dilakukan sesuai prosedur perundang-undangan.

Bahkan, Bupati Garut sebelumnya sempat menyampaikan bahwa pemekaran akan meringankan beban administrasi pemerintah induk dan mempercepat pelayanan publik bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Saat ini, rencana tersebut tengah berada dalam tahap pengumpulan dokumen pendukung serta penguatan aspirasi masyarakat melalui forum-forum diskusi, musyawarah desa, hingga penyusunan kajian akademik. Setelah lengkap, berkas tersebut akan diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan dilanjutkan ke Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri dan DPR RI.

Tantangan dan Harapan

Meskipun wacana ini didukung oleh banyak pihak, tidak sedikit pula tantangan yang dihadapi. Mulai dari kesiapan infrastruktur pemerintahan di wilayah calon kabupaten baru, sumber daya manusia, hingga kesiapan fiskal dan potensi ekonomi lokal yang harus dikembangkan.

Namun demikian, semangat masyarakat dan pemerintah lokal untuk mendorong lahirnya Kabupaten Garut Selatan tetap tinggi. Mereka berharap dengan menjadi kabupaten sendiri, daerah-daerah seperti Banjarwangi, Pameungpeuk, Cisompet, dan lainnya akan lebih mudah mendapatkan anggaran pembangunan, peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan, serta perhatian khusus dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis pertanian, pariwisata, dan kelautan.

Jika proses administrasi, politik, dan teknis berjalan lancar, bukan tidak mungkin dalam waktu beberapa tahun ke depan, peta Kabupaten Garut akan berubah. Wilayah Garut Selatan akan berdiri sendiri sebagai entitas baru yang memiliki otonomi dan kewenangan penuh dalam mengelola pembangunan daerahnya.

Selamat datang masa depan Garut Selatan sebuah harapan baru bagi pemerataan pembangunan dan kemajuan wilayah selatan Jawa Barat. (Red)
Baca Juga :  Dari Asep untuk Negeri: Garut Siap Jadi Episentrum Gerakan Nasional Paguyuban Asep Dunia

Berita Terkait

“H. Aten Munajat Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga, BPJS dan Pendidikan Jadi Prioritas”
Hadiri Penyerahan LHP BPK, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Tegaskan Opini WTP Harus Berdampak pada Pelayanan Publik dan Pembangunan Daerah
Diduga Toko Obat Ilegal Edarkan Tramadol dan Benzodiazepine, Warga Desak Aparat Bertindak
West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi
Peduli Korban Kebakaran Banyuresmi, Yudha Puja Turnawan Dorong Sinergi CSR, Kemensos, dan Masyarakat untuk Pemulihan Rumah
Forum Lintas OPD Bahas Optimalisasi Aset, Bapenda Garut Tekankan Aset Daerah Harus Bernilai Ekonomi dan Berdampak bagi Masyarakat
Sosialisasi Super Apps SAGARUT, Optimalkan Akses dan Satukan Layanan Publik dalam Satu Genggaman
Etika dan Kedisiplinan ASN Disorot Saat Apel Rutin, Sejumlah Pegawai Terpantau Asyik Mengobrol dan Bermain Ponsel
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:01 WIB

“H. Aten Munajat Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga, BPJS dan Pendidikan Jadi Prioritas”

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:40 WIB

Hadiri Penyerahan LHP BPK, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Tegaskan Opini WTP Harus Berdampak pada Pelayanan Publik dan Pembangunan Daerah

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:25 WIB

Diduga Toko Obat Ilegal Edarkan Tramadol dan Benzodiazepine, Warga Desak Aparat Bertindak

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:27 WIB

West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:43 WIB

Peduli Korban Kebakaran Banyuresmi, Yudha Puja Turnawan Dorong Sinergi CSR, Kemensos, dan Masyarakat untuk Pemulihan Rumah

Berita Terbaru

Uncategorized

West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi

Rabu, 10 Jun 2026 - 21:27 WIB