Imas Aan Ubudiyah Kecam Dugaan Intimidasi Warga Pengkritik Kebijakan Desa

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Nusaharianmedia.com — Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Imas Aan Ubudiyah, mengecam keras dugaan intimidasi terhadap warga yang menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah desa. Ia menegaskan bahwa kritik warga merupakan bagian dari kontrol publik yang dijamin dalam sistem demokrasi dan tidak boleh disikapi dengan cara-cara represif.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Imas menanggapi polemik dugaan intimidasi yang dialami seorang warga Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, yang belakangan viral di media sosial. Peristiwa itu diduga terjadi setelah warga tersebut mengkritik kondisi jalan desa yang rusak, meskipun terdapat alokasi dana desa untuk pembangunan infrastruktur.

 

Menurut Imas, perangkat desa seharusnya memandang kritik sebagai masukan konstruktif, bukan ancaman terhadap kewibawaan pemerintah desa. Ia menilai keterbukaan terhadap kritik justru menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

 

“Kritik itu obat, bukan masalah. Kritik adalah wujud kepedulian dan partisipasi aktif warga dalam pembangunan. Karena itu, saya sangat menyesalkan adanya dugaan intimidasi terhadap warga yang menyuarakan aspirasinya,” tegas Imas, Senin (5/1/2026).

Baca Juga :  PMI Garut Genap 80 Tahun, Helmi Budiman Tekankan Peran Anak Muda sebagai Penjaga Nilai Kemanusiaan

 

Legislator Fraksi PKB tersebut menekankan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, termasuk mengawasi penggunaan dana desa. Ia mengingatkan agar tidak ada upaya pembungkaman, tekanan, maupun intimidasi terhadap warga yang menyampaikan aspirasi secara terbuka.

 

Imas juga menegaskan bahwa setiap persoalan di desa semestinya diselesaikan melalui dialog yang sehat, terbuka, dan beretika. Menurutnya, musyawarah merupakan jalan terbaik untuk menjaga kondusivitas serta kepercayaan publik terhadap pemerintah desa.

 

“Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Jika ada persoalan, hadapi dengan keterbukaan dan dialog, bukan dengan cara-cara yang mencederai nilai demokrasi dan rasa keadilan,” ujarnya.

 

Selain itu, Imas menyoroti pentingnya transparansi dan optimalisasi pengelolaan dana desa. Ia meyakini bahwa pengelolaan dana desa yang akuntabel dan terbuka akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan serta kepercayaan masyarakat.

 

“Kalau fasilitas desa baik dan dana desa dimanfaatkan secara maksimal serta transparan, saya yakin warga akan merasa puas dan percaya kepada pemerintah desanya,” tambahnya.

Baca Juga :  Diduga Hanyut di Sungai Cimanuk, Polsek Karangpawitan Bersama Tim SAR Lakukan Pencarian

 

Sebelumnya, seorang warga Garut bernama Holis Muhlisin mengaku mengalami intimidasi dari sejumlah orang yang diduga merupakan keluarga Kepala Desa Panggalih. Dugaan intimidasi tersebut terjadi setelah Holis mengkritik kondisi jalan desa yang rusak.

 

Holis kemudian membagikan video kejadian tersebut melalui akun Facebook pribadinya. Dalam rekaman itu terlihat beberapa orang berbicara dengan nada tinggi, bahkan salah satu di antaranya sempat meremas kerah baju Holis hingga memperlihatkan gestur seolah hendak memukul. Terdengar pula ucapan bernada ancaman yang memicu kecaman publik.

Peristiwa tersebut menuai perhatian luas dan menjadi sorotan terkait pentingnya perlindungan hak warga untuk menyampaikan kritik dan aspirasi secara aman dan demokratis.

Menutup pernyataannya, Imas Aan Ubudiyah berharap seluruh perangkat desa ke depan semakin mengedepankan prinsip keterbukaan, transparansi, dan akuntabilitas dalam menjalankan pemerintahan desa. Ia menegaskan bahwa kritik masyarakat harus disikapi secara bijak dan konstruktif demi terwujudnya pembangunan desa yang adil, partisipatif, dan berkelanjutan.

 

Berita Terkait

DPRD Jabar Tinjau SMAN 2 Gunung Putri Roboh, Aceng Malki Tekankan Pengawasan Proyek
Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Matangkan Persiapan H+1 Milad ke-34, Perkuat Peran Sosial dan Dakwah
Aksi Curas Bermodus Batang Pisang di Jalan, Tiga Pemuda Sukaresmi Diamankan Tim Sancang
Beasiswa Menyusut di Tengah Biaya Naik, GMNI Nilai Akses Pendidikan Tinggi Kian Tidak Adil
Koordinator Hukum BPC PHRI Soroti Mandeknya Aturan Teknis CSR, Singgung Ketimpangan dengan Kontribusi PAD
Lepas PNS Purnabakti, Sekda Garut Minta ASN Maksimalkan Pelayanan hingga Pensiun
Forum Pemerhati Lingkungan Garut Kritik Absennya Bupati di Forum Audiensi Lingkungan
Retribusi Dipungut, Sampah Dibiarkan: Jalan Ibrahim Adjie Jadi Ladang Uang Tanpa Tanggung Jawab
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 18:25 WIB

DPRD Jabar Tinjau SMAN 2 Gunung Putri Roboh, Aceng Malki Tekankan Pengawasan Proyek

Rabu, 4 Februari 2026 - 00:14 WIB

Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Matangkan Persiapan H+1 Milad ke-34, Perkuat Peran Sosial dan Dakwah

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:52 WIB

Aksi Curas Bermodus Batang Pisang di Jalan, Tiga Pemuda Sukaresmi Diamankan Tim Sancang

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:39 WIB

Beasiswa Menyusut di Tengah Biaya Naik, GMNI Nilai Akses Pendidikan Tinggi Kian Tidak Adil

Senin, 2 Februari 2026 - 18:59 WIB

Koordinator Hukum BPC PHRI Soroti Mandeknya Aturan Teknis CSR, Singgung Ketimpangan dengan Kontribusi PAD

Berita Terbaru