Kolaborasi Sosial Ruang Eskalasi Panda dan PPRG: Hadirkan Harapan Bagi Pejuang Nafkah di Jalanan Garut

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Mei 2025 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Suasana haru dan kebahagiaan terpancar di halaman Islamic Center Garut pada hari.Jum’at pagi, saat ratusan pejuang nafkah jalanan berkumpul untuk menerima kepedulian dari sejumlah komunitas sosial yang berkolaborasi. Ruang Eskalasi, Panda, dan Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG) menunjukkan bahwa solidaritas masih nyata dan terus tumbuh di tengah masyarakat.

Sebanyak 300 porsi makanan gratis disediakan untuk mereka yang kesehariannya menggantungkan hidup di jalan pengayuh becak, pengemis, pemulung, ojek online, dan masyarakat marjinal lainnya.

Sementara,mereka datang bukan untuk mengais sisa, tetapi dijemput martabatnya untuk menikmati hidangan hangat yang disajikan dengan penuh cinta.

“Ini bukan hanya tentang makanan. Ini tentang perhatian, tentang menyampaikan pesan bahwa mereka tidak sendiri,” ujar salah satu relawan dari komunitas Panda.

Dalam kegiatan ini, bukan hanya perut yang diberi asupan, tetapi juga penampilan yang dirawat. Para seniman cukur dari PPRG Korwil Garut (Garsep) turun langsung menawarkan jasa potong rambut gratis.

Di sisi lain,mereka merapikan rambut para pejuang nafkah, sebuah bentuk pelayanan yang sederhana namun penuh makna.

Menurut Eldy Supriadi, Ketua Pembina PPRG, kegiatan sosial semacam ini adalah bagian dari komitmen organisasi dalam mendekatkan diri kepada masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa profesi tukang cukur pun bisa memberi manfaat lebih dari sekadar jasa. Ini soal kepedulian. Dengan merapikan rambut mereka, kami berharap para pejuang jalanan ini merasa lebih percaya diri dan dihargai,” ujarnya.Jum’at, (30/05/2025).

Kolaborasi ini merupakan gagasan dari Ruang Eskalasi, Panda, dan PPRG, yang melihat pentingnya sinergi antar-komunitas dalam menghadirkan program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Ruang Eskalasi sendiri dikenal sebagai komunitas yang aktif dalam isu-isu kemanusiaan, seni, dan literasi, sementara Panda merupakan komunitas penggerak sosial dengan pendekatan empatik dan inklusif.

“Kami mencoba menjadi pelita di tengah kegelapan hidup sebagian warga. Bahwa masih ada orang-orang yang peduli, yang hadir, yang melihat mereka. Ini bukan acara seremonial, ini murni dari hati,” ujar seorang inisiator dari Ruang Eskalasi.

Sejumlah warga yang hadir pun mengaku sangat tersentuh dengan kegiatan ini. Salah satunya, Asep (43), pengayuh becak yang sehari-harinya mangkal di sekitar Pasar Ciawitali, merasa bersyukur dan tidak menyangka ada kegiatan semacam ini.


“Sudah lama enggak makan enak bareng-bareng begini. Ditambah rambut juga diberesin. Rasanya seperti dimuliakan,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Kegiatan ini pun menuai banyak apresiasi dari masyarakat dan para pegiat sosial di Garut. Harapannya, sinergi antara komunitas seperti ini bisa terus berlanjut dan diperluas, agar semakin banyak pejuang nafkah yang merasakan hangatnya kepedulian dan sentuhan kemanusiaan.

Di tengah derasnya arus kesenjangan sosial, hadirnya kegiatan seperti ini adalah penegasan bahwa Garut masih memiliki denyut kemanusiaan yang kuat.

Semangat gotong royong dan empati yang diperlihatkan Ruang Eskalasi, Panda, dan PPRG menjadi bukti bahwa kebaikan bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang jika dilakukan bersama, mampu menciptakan gelombang perubahan besar. (DIX)
Baca Juga :  Tokoh Garut Utara Rd.Holil Aksan Umar Zeian Serukan Dukungan untuk Pembebasan Ceng Harun di Pengadilan Negeri Garut

Berita Terkait

Reses di Desa Sukarasa, Mohamad Bagas Tampung Keluhan dan Usulan Warga
Reses di Jayawaras, Yudha Puja Turnawan Tekankan Kolaborasi Atasi Persoalan Sosial dan Dorong Pembentukan Forum CSR/TJSLP untuk Bantu Warga Miskin
Reses DPRD Garut, Muhammad Nur Jamaluddin: Kesejahteraan Guru Honorer hingga Guru Ngaji Jadi Prioritas Perjuangan Aspirasi
Ketua DPRD Garut Rayakan Hattrick Juara Persib Bandung, Nobar di Pujasega Resto Berlangsung Semarak
Bung Fey Angkat Bicara Dugaan “Setoran” Korwil Pendidikan: Harus Dilaporkan dan Diusut
Polemik Korwil Pendidikan dan Isu Rp25 Juta, Eldy Supriadi: Alarm Keras, Bupati Jangan Diam
Mohamad Bagas Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Samarang, Boboko
Pemkab Garut Sambut Positif Perluasan Klinik Rotinsulu, Dinilai Jadi Langkah Strategis Tingkatkan Layanan Kesehatan Garut
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 21:29 WIB

Reses di Desa Sukarasa, Mohamad Bagas Tampung Keluhan dan Usulan Warga

Senin, 25 Mei 2026 - 19:53 WIB

Reses di Jayawaras, Yudha Puja Turnawan Tekankan Kolaborasi Atasi Persoalan Sosial dan Dorong Pembentukan Forum CSR/TJSLP untuk Bantu Warga Miskin

Senin, 25 Mei 2026 - 14:33 WIB

Reses DPRD Garut, Muhammad Nur Jamaluddin: Kesejahteraan Guru Honorer hingga Guru Ngaji Jadi Prioritas Perjuangan Aspirasi

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:42 WIB

Ketua DPRD Garut Rayakan Hattrick Juara Persib Bandung, Nobar di Pujasega Resto Berlangsung Semarak

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:59 WIB

Bung Fey Angkat Bicara Dugaan “Setoran” Korwil Pendidikan: Harus Dilaporkan dan Diusut

Berita Terbaru