Menata Sukaregang : Antara Pusat Kulit dan Tantangan Parkir

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 2 April 2025 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, Nusaharianmedia.com – Sukaregang telah lama dikenal sebagai pusat industri kulit di Garut. Banyak wisatawan dari luar daerah datang ke sini untuk membeli berbagai produk khas seperti jaket, sepatu, dan topi kulit. Sayangnya, meskipun potensinya besar, ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki agar kawasan ini semakin nyaman bagi pengunjung.

Salah satu permasalahan utama adalah penataan parkir yang terkesan semrawut. Kendaraan diparkir di sembarang tempat tanpa ada lahan khusus yang memadai, sehingga sering kali mengakibatkan kemacetan. Jika para juru parkir diberikan identitas berupa seragam dan name tag, mengapa tidak disediakan juga area parkir yang layak dan cukup luas untuk kendaraan pengunjung?

Selain itu, ada kebijakan yang melarang Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan di trotoar demi kenyamanan pejalan kaki. Namun, ironisnya, kendaraan justru dibiarkan parkir di badan jalan tanpa ada penertiban yang jelas. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan: mengapa ada standar yang berbeda dalam hal ketertiban ruang publik?

Pembenahan fasilitas dan pengelolaan parkir di Sukaregang menjadi hal yang sangat penting agar kenyamanan dan kelancaran lalu lintas tetap terjaga. Semoga ada perhatian lebih terhadap hal ini demi kemajuan kawasan industri kulit yang menjadi kebanggaan Garut.

Terima kasih.

(Penulis dan penanggung jawab naskah ini : Hilman_np)

Baca Juga :  Reaktivasi Jalur KA Garut-Cikajang Dinilai Langkah Strategis, Riki Rustiana: Warga Harus Mendukung Penuh

Berita Terkait

Perumda Tirta Intan Garut Pastikan Pelayanan Optimal Selama Libur Idul Fitri 1447 H
Nyaris Tabrak Polisi, Ambulans Ugal-ugalan Tanpa Pasien Dikejar dan Dihentikan di Malangbong
Idul Fitri 1447 H, Ketua DPC PPKHI Garut Tekankan Persaudaraan dan Kepedulian Sosial
Kurangi Kemacetan Mudik Lebaran, Dedi Mulyadi Salurkan Kompensasi Rp1,4 Juta untuk Kusir Delman dan Tukang Becak di Garut
PMII Soroti 430 Dapur MBG di Garut, Desak Transparansi dan Audit Rantai Pasok, Singgung Dugaan “Penguasa Dapur”
“Kritik Tajam Anton Suratto di Balik Penjemputan Septi: Edukasi Massif Adalah Benteng Terakhir Rakyat Kecil”
Program PTSL 2026 Dikebut, GMNI Garut: Jangan Tutupi Masalah Lama dengan Target 23 Ribu Sertifikat
Audiensi Bersama GAPERMAS, Komisi II DPRD Kabupaten Garut Akan Kawal Ketat Distribusi Pupuk Bersubsidi
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 13:57 WIB

Perumda Tirta Intan Garut Pastikan Pelayanan Optimal Selama Libur Idul Fitri 1447 H

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:42 WIB

Nyaris Tabrak Polisi, Ambulans Ugal-ugalan Tanpa Pasien Dikejar dan Dihentikan di Malangbong

Sabtu, 21 Maret 2026 - 03:52 WIB

Idul Fitri 1447 H, Ketua DPC PPKHI Garut Tekankan Persaudaraan dan Kepedulian Sosial

Minggu, 15 Maret 2026 - 01:00 WIB

Kurangi Kemacetan Mudik Lebaran, Dedi Mulyadi Salurkan Kompensasi Rp1,4 Juta untuk Kusir Delman dan Tukang Becak di Garut

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:17 WIB

PMII Soroti 430 Dapur MBG di Garut, Desak Transparansi dan Audit Rantai Pasok, Singgung Dugaan “Penguasa Dapur”

Berita Terbaru