Muscab PPP Garut Tuai Sorotan, Panitia Dinilai Abaikan Prinsip Keadilan dan Keterbukaan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 27 April 2026 — Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Garut menuai polemik serius. Sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC) menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap kinerja panitia yang dinilai tidak profesional serta sarat kepentingan.

 

Dari total 35 PAC PPP se-Kabupaten Garut, mayoritas mengaku tidak menerima undangan resmi untuk menghadiri Muscab. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kegiatan tersebut hanya dihadiri oleh sekitar 11 utusan PAC. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar terkait legitimasi dan keabsahan forum Muscab yang sejatinya menjadi ruang demokrasi internal partai.

 

Baca Juga :  Indra Kristian Tekankan Komitmen, PKS Akan Perjuangkan Ekonomi Kerakyatan dalam Reses 

Selain itu, panitia juga dituding menyusun tata tertib secara sepihak tanpa melibatkan maupun mensosialisasikannya kepada seluruh PAC. Langkah ini dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap prinsip transparansi dan musyawarah yang menjadi dasar dalam organisasi partai.

 

Situasi tersebut bahkan dianggap mencoreng marwah kepemimpinan tingkat wilayah, khususnya di DPW PPP Jawa Barat, yang dinilai seolah tidak mendapatkan informasi utuh mengenai realitas di lapangan. Sejumlah kader menilai, persoalan ini bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan mencerminkan kegagalan moral dalam menjalankan amanah organisasi.

 

“Ini bukan sekadar soal Muscab, ini soal integritas. Ketika amanah dikhianati, maka kepercayaan kader runtuh,” ungkap salah satu perwakilan PAC dengan nada kecewa.

Baca Juga :  Laga Spektakuler di Stadion Cakrawati : Asep Rahmat,S.Pd. Resmi Buka Big Match Malangbong Selektion Vs Persib Legend

 

Para kader pun berharap DPW PPP Jawa Barat segera turun tangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pelaksanaan Muscab di Kabupaten Garut. Mereka menegaskan bahwa PPP adalah milik bersama, bukan alat bagi kepentingan segelintir pihak.

 

Peristiwa ini disebut sebagai “sejarah baru” dalam dinamika internal PPP di Garut—bukan dalam arti kebanggaan, melainkan sebagai pengingat bahwa tanpa kejujuran dan keterbukaan, demokrasi internal partai berisiko menjadi sekadar formalitas tanpa makna. (Red)

Editor : Redaksi Nusaharianmedia

Berita Terkait

Rapat Paripurna DPRD Garut Bahas LKPJ 2025, Fraksi Gerindra Soroti Kualitas Data hingga Arah Kebijakan
Apresiasi untuk DPW dan DPP, Porum PAC PPP Garut Tegaskan Dukungan Penuh kepada H. Aten Munajat Sebagai ketua DPC kabupaten Garut 
Polemik Muscab PPP Garut: 35 PAC Tolak Lokasi di Pesantren Zawiyah, Soroti Netralitas dan Perizinan
Forum PAC PPP Garut Tolak Pelaksanaan Muscab di Pesantren Zawiyah, Isu Netralitas Menguat
Kontroversi Jelang Muscab PPP Garut, PAC dan HAMIDA Tolak Lokasi  Pelaksanaan
Polemik Lokasi Picu Gejolak, Sejumlah PAC PPP Garut Soroti Netralitas Muscab
Integritas Dipertaruhkan! Ketua PAC Dapil 6 Tegas: Muscab PPP Garut Jangan Jadi Sandiwara Politik
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 20:10 WIB

Rapat Paripurna DPRD Garut Bahas LKPJ 2025, Fraksi Gerindra Soroti Kualitas Data hingga Arah Kebijakan

Senin, 27 April 2026 - 18:48 WIB

Muscab PPP Garut Tuai Sorotan, Panitia Dinilai Abaikan Prinsip Keadilan dan Keterbukaan

Senin, 27 April 2026 - 16:23 WIB

Minggu, 26 April 2026 - 13:45 WIB

Apresiasi untuk DPW dan DPP, Porum PAC PPP Garut Tegaskan Dukungan Penuh kepada H. Aten Munajat Sebagai ketua DPC kabupaten Garut 

Sabtu, 25 April 2026 - 16:17 WIB

Forum PAC PPP Garut Tolak Pelaksanaan Muscab di Pesantren Zawiyah, Isu Netralitas Menguat

Berita Terbaru

Politik

Senin, 27 Apr 2026 - 16:23 WIB