PB PII Tegas Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian, dinilai Cederai Reformasi dan Independensi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com JAKARTA 06 Januari 2026 – Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) menyoroti wacana yang kembali bergulir terkait penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian. Menanggapi isu tersebut, PB PII menyatakan sikap ketidaksetujuannya dan memandang bahwa langkah tersebut berpotensi mencederai amanat Reformasi serta mengganggu independensi penegakan hukum di Indonesia.

 

Wacana untuk menempatkan Polri di bawah kementerian, seperti Kementerian Dalam Negeri atau kementerian baru yang membidangi keamanan, dinilai sebagai langkah mundur dalam upaya pembangunan institusi kepolisian yang mandiri dan profesional.

 

Atqiya Fadhil Rahman, selaku Ketua III Bidang Pemberdayaan Masyarakat Pelajar Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII), memberikan pernyataan tegas terkait isu ini. Ia menilai bahwa posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden adalah mekanisme terbaik untuk menjaga stabilitas keamanan nasional dan netralitas penegakan hukum.

Baca Juga :  KPK Gelar Operasi Senyap di Bekasi, 10 Orang Diamankan, Ruang Kerja Bupati Disegel

 

“Kami memandang bahwa menempatkan Polri di bawah kementerian sangat berisiko menarik institusi kepolisian ke dalam arus birokrasi sektoral yang rentan dipolitisasi. Polri adalah alat negara, bukan alat kekuasaan kementerian tertentu. Independensi Polri harus dijaga mutlak agar dapat melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat—termasuk pelajar—tanpa intervensi kepentingan politik praktis,” ujar Atqiya di Jakarta, hari ini.

 

Lebih lanjut, Atqiya menekankan bahwa fokus utama saat ini seharusnya adalah perbaikan kultural dan peningkatan profesionalisme anggota Polri, bukan merombak struktur ketatanegaraan yang sudah berjalan.

“Sebagai representasi kaum pelajar, kami berkepentingan agar Polri tetap menjadi institusi sipil yang humanis namun tegas. Jika Polri berada di bawah kementerian, rantai komando penanganan keamanan yang butuh respons cepat bisa terhambat birokrasi. Yang dibutuhkan pelajar dan masyarakat hari ini adalah polisi yang responsif dan berintegritas, bukan polisi yang sibuk dengan urusan administratif kementerian,” tambah Atqiya.

Baca Juga :  SPPG Pangauban Siap Produksi 3.890 Makanan Gizi Gratis untuk Sekolah-sekolah

 

PB PII mengingatkan bahwa pemisahan Polri dari ABRI (kini TNI) dan penempatannya di bawah Presiden merupakan buah dari Reformasi yang bertujuan untuk memposisikan polisi sebagai penegak hukum sipil yang kuat. Mengubah struktur ini dikhawatirkan akan mengaburkan fungsi tersebut.

 

Oleh karena itu, PB PII mendesak pemerintah dan DPR untuk tidak melanjutkan wacana ini dan lebih memprioritaskan agenda reformasi internal di tubuh Polri guna mengembalikan kepercayaan publik secara menyeluruh.

Berita Terkait

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Estafet Kepemimpinan Polri Berganti
Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Estafet Kepemimpinan Polri Berganti

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru