RAGAP Galang Aksi Nyata: Gerakan Hijaukan Garut Demi Selamatkan Alam

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 22 April 2025 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Komunitas Rakyat Garut Peduli atau yang dikenal dengan nama RAGAP, kembali menggerakkan langkah konkrit dalam upaya penyelamatan lingkungan di Kabupaten Garut.

Di tengah meningkatnya ancaman bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah, RAGAP hadir sebagai garda depan yang mendorong kesadaran kolektif dan aksi nyata dalam memperbaiki kondisi alam.

Dalam waktu dekat, RAGAP akan menggelar sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan unsur pemerintahan, akademisi, sektor swasta, serta para pemerhati lingkungan. Diskusi ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat kolaborasi, dan menyusun peta jalan dalam upaya penghijauan serta rehabilitasi lahan kritis di wilayah Garut.

Menurut pernyataan dari pengurus RAGAP, gerakan ini lahir dari keprihatinan yang mendalam atas kondisi lingkungan Garut yang kian memprihatinkan. Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa bulan terakhir menyebabkan sejumlah wilayah mengalami banjir bandang, longsor, serta kerusakan infrastruktur.

Salah satu faktor penyebab utama dari bencana tersebut adalah rusaknya ekosistem hutan, alih fungsi lahan yang tidak terkendali, serta minimnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami tidak bisa hanya menunggu, alam sudah memberi tanda. RAGAP memilih untuk turun langsung ke lapangan, menyentuh titik-titik rawan dan mengajak semua pihak untuk turut serta dalam proses pemulihan,” ujar salah satu koordinator aksi RAGAP. Selasa, (22/04/2025).

Adapun gerakan awal yang akan dilaksanakan pasca-FGD adalah program penanaman pohon massal. Kegiatan ini akan difokuskan pada wilayah-wilayah yang teridentifikasi sebagai daerah rawan longsor dan memiliki lahan terbuka tanpa tutupan vegetasi yang memadai.

Puluhan anak muda yang tergabung dalam komunitas RAGAP telah disiapkan sebagai relawan pelaksana di lapangan, dan mereka akan bekerja sama dengan unsur pemerintah desa serta masyarakat sekitar.

FGD yang dirancang oleh RAGAP juga akan memetakan potensi kerjasama dengan sektor swasta dalam bentuk program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), khususnya dari perusahaan-perusahaan yang memiliki kegiatan di wilayah Kabupaten Garut.

Selain itu, keterlibatan Dinas Lingkungan Hidup dan instansi terkait lainnya menjadi kunci keberhasilan program ini agar memiliki dampak jangka panjang.

RAGAP menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar simbolik atau seremonial. Mereka menargetkan pembentukan sistem pemantauan dan perawatan pasca penanaman, termasuk pembentukan kelompok pemuda peduli lingkungan di setiap kecamatan yang menjadi lokasi kegiatan.

“Kami ingin membangun ekosistem peduli yang berkelanjutan, bukan hanya program tanam lalu selesai. Alam perlu dirawat bersama-sama, bukan hanya saat bencana datang,” lanjutnya.

Dengan semangat gotong royong dan kepedulian yang tulus, RAGAP mengajak seluruh elemen masyarakat Garut untuk ikut terlibat. Karena menjaga lingkungan bukan tugas segelintir orang, melainkan tanggung jawab kita bersama.

Hijaukan Garut, selamatkan generasi. (Eldy)

Baca Juga :  Perumda Tirta Intan Garut Percepat Digitalisasi untuk Efisiensi Administrasi

Berita Terkait

“H. Aten Munajat Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga, BPJS dan Pendidikan Jadi Prioritas”
Hadiri Penyerahan LHP BPK, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Tegaskan Opini WTP Harus Berdampak pada Pelayanan Publik dan Pembangunan Daerah
Diduga Toko Obat Ilegal Edarkan Tramadol dan Benzodiazepine, Warga Desak Aparat Bertindak
West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi
Peduli Korban Kebakaran Banyuresmi, Yudha Puja Turnawan Dorong Sinergi CSR, Kemensos, dan Masyarakat untuk Pemulihan Rumah
Forum Lintas OPD Bahas Optimalisasi Aset, Bapenda Garut Tekankan Aset Daerah Harus Bernilai Ekonomi dan Berdampak bagi Masyarakat
Sosialisasi Super Apps SAGARUT, Optimalkan Akses dan Satukan Layanan Publik dalam Satu Genggaman
Etika dan Kedisiplinan ASN Disorot Saat Apel Rutin, Sejumlah Pegawai Terpantau Asyik Mengobrol dan Bermain Ponsel
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:01 WIB

“H. Aten Munajat Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga, BPJS dan Pendidikan Jadi Prioritas”

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:40 WIB

Hadiri Penyerahan LHP BPK, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Tegaskan Opini WTP Harus Berdampak pada Pelayanan Publik dan Pembangunan Daerah

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:25 WIB

Diduga Toko Obat Ilegal Edarkan Tramadol dan Benzodiazepine, Warga Desak Aparat Bertindak

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:27 WIB

West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:43 WIB

Peduli Korban Kebakaran Banyuresmi, Yudha Puja Turnawan Dorong Sinergi CSR, Kemensos, dan Masyarakat untuk Pemulihan Rumah

Berita Terbaru

Uncategorized

West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi

Rabu, 10 Jun 2026 - 21:27 WIB