Nusaharianmedia.com — Anggota DPRD Kabupaten Garut Daerah Pemilihan (Dapil) IV dari Fraksi Partai Golkar Mohamad Bagas, melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang III di Kampung Geger Pasang, Desa Sukarasa, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut Senin (25/5/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung terkait berbagai kebutuhan pembangunan di lingkungan warga.
Dalam kegiatan reses yang dihadiri masyarakat dari sejumlah wilayah di Desa Sukarasa itu, warga menyampaikan berbagai usulan mulai dari kebutuhan fasilitas umum, sarana budaya, hingga pembangunan tempat ibadah (Mesjid).
Salah satu aspirasi yang menjadi perhatian warga Kampung Geger Pasang yakni Tempat Pemakaman Umum (TPU). Warga menilai lahan pemakaman yang tersedia saat ini sudah tidak lagi mencukupi kebutuhan masyarakat seiring bertambahnya jumlah penduduk.
Selain itu, masyarakat Kampung Pataruman juga mengusulkan bantuan sarana untuk Paguron Gajah Putih. Paguron tersebut dinilai memiliki peran penting sebagai wadah kegiatan masyarakat sekaligus pelestarian seni dan budaya daerah agar tetap berkembang di tengah masyarakat.
Tidak hanya itu, warga turut menyampaikan kebutuhan pembangunan dan perbaikan sarana tempat ibadah, khususnya Mesjid Jami. Menurut masyarakat, fasilitas tempat ibadah yang memadai sangat dibutuhkan guna menunjang kenyamanan warga dalam menjalankan aktivitas keagamaan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Mohamad Bagas menyatakan seluruh usulan masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan sesuai kebutuhan serta skala prioritas pembangunan di wilayah Dapil IV Kabupaten Garut.
“Kami akan menampung seluruh aspirasi masyarakat dan berusaha mengawal serta memperjuangkan setiap usulan yang disampaikan warga,” ujar Mohamad Bagas
Usai melaksanakan kegiatan di Kampung Geger Pasang, Mohamad Bagas melanjutkan agenda reses ke GOR Lapang Sanding, Desa Sukarasa. Dalam agenda lanjutan tersebut, masyarakat kembali menyampaikan sejumlah aspirasi lainnya yang berkaitan dengan kebutuhan lingkungan dan fasilitas masyarakat.
Mohamad Bagas menegaskan bahwa kegiatan reses menjadi sarana penting bagi anggota dewan untuk mendengar langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Menurutnya, setiap masukan yang diterima akan menjadi bahan pembahasan untuk diperjuangkan melalui program pembangunan daerah.
” Masyarakat berharap hasil reses tersebut dapat menjadi langkah awal dalam penyelesaian berbagai kebutuhan yang selama ini menjadi kendala fasilitas umum, sarana budaya, maupun tempat ibadah. (Wn)









