Tangisan Malaikat Kecil di Atas Septictank: Jejak Duka di Malam Kersamanah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 16 April 2025 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Suara tangisan bayi yang lirih namun menggetarkan jiwa membelah keheningan malam di Kampung Sukamerang, Desa Sukamerang, Kecamatan Kersamanah, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Selasa malam, 15 April 2025, pukul 22.44 WIB. Tak ada yang menyangka, tangisan itu berasal dari sosok mungil yang baru saja menyapa dunia, namun langsung dikhianati oleh orang tuanya.

Sukmanda, warga yang pertama kali mendengar tangisan itu, awalnya tak menggubris. Ia menyangka suara tersebut berasal dari rumah tetangga. Namun, rasa penasaran mendorongnya keluar. Dan di situlah ia menemukan kenyataan yang mengguncang hati, seorang bayi laki-laki terbaring di atas pondasi septictank, terbungkus kain bedong, dengan tali pusar masih utuh.

“Saya langsung kaget dan lemas. Tapi saya sadar, ini harus cepat ditangani. Saya langsung hubungi polisi dan petugas kesehatan,” tutur Sukmanda saat diwawancarai awak media. Rabu, (16/04/2025).

Tim dari Polsek Cibatu yang dipimpin AKP Wawan bergerak cepat. Bersama petugas dari Puskesmas Sukamerang, mereka mengevakuasi bayi tersebut untuk diberikan perawatan medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, bayi tersebut dalam kondisi stabil meski masih rentan. Beratnya 2,6 kilogram, panjang tubuh 49 sentimeter, dengan lingkar kepala dan dada masing-masing 32 dan 30 sentimeter.

Kapolsek AKP Wawan menduga kuat bayi tersebut dibuang sesaat setelah dilahirkan. Pihaknya kini tengah menyisir data di fasilitas kesehatan sekitar serta menghimpun keterangan dari warga guna melacak siapa pelaku dari perbuatan tidak manusiawi ini.

“Tindakan ini masuk dalam ranah pidana berat, dan kami tidak akan tinggal diam. Proses penyelidikan sudah berjalan,” tegasnya.

Hukum pidana Indonesia, khususnya Pasal 305 dan 308 KUHP, mengancam berat pelaku penelantaran anak. Namun, di balik ketegasan hukum, tragedi ini menyisakan luka sosial yang dalam. Apalagi jika bayi ini adalah korban dari tekanan psikologis, kemiskinan, atau aib sosial yang coba ditutup dengan cara keliru.

Kini, sang bayi tengah dalam pengawasan ketat dan jika tak ditemukan keluarganya dalam waktu tertentu, akan dirujuk ke panti asuhan melalui koordinasi Dinas Sosial.

Di sisi lain, simpati mengalir dari masyarakat. Beberapa warga bahkan telah menyatakan keinginan untuk mengadopsinya jika tak ada yang mengakui sebagai keluarga.

“Kasihan, bayi ini tidak berdosa. Kami semua berharap pelakunya bisa segera ditemukan dan bertanggung jawab,” ucap Endang, warga setempat.

Peristiwa memilukan ini bukan sekadar angka statistik. Ini adalah refleksi dari luka sosial yang harus disembuhkan bersama dengan kasih, perhatian, dan sistem perlindungan yang lebih manusiawi.

Pihak kepolisian masih membuka ruang bagi siapa pun yang mengetahui asal-usul bayi tersebut untuk melapor. Karena di balik tangisan lirih malam itu, ada suara hati yang ingin didengar: suara seorang bayi yang menuntut hak untuk dicintai dan dilindungi. (AGS)

Baca Juga :  PT. Lebak Nangka Sejati Benahi Solokan, Warga Sambut Baik Langkah untuk Pencegahan Banjir

Berita Terkait

“H. Aten Munajat Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga, BPJS dan Pendidikan Jadi Prioritas”
Hadiri Penyerahan LHP BPK, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Tegaskan Opini WTP Harus Berdampak pada Pelayanan Publik dan Pembangunan Daerah
Diduga Toko Obat Ilegal Edarkan Tramadol dan Benzodiazepine, Warga Desak Aparat Bertindak
West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi
Sosialisasi Super Apps SAGARUT, Optimalkan Akses dan Satukan Layanan Publik dalam Satu Genggaman
TAK ADA ANGGARAN DI APBD 2026, PEMBANGUNAN SEKOLAH RAKYAT GARUT TERANCAM TERTUNDA, ANGGOTA KOMISI IV DPRD MINTA PEMKAB TERBUKA
Anggota DPRD Garut Yudha Puja Turnawan Wujudkan Nilai Pancasila Lewat Aksi Kemanusiaan, Hidupkan Semangat Gotong Royong di Hari Lahir Bung Karno Melalui Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis
Dugaan Beking Peredaran Obat Keras Ilegal Mengemuka, Intimidasi Pelapor Dikecam
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:01 WIB

“H. Aten Munajat Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga, BPJS dan Pendidikan Jadi Prioritas”

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:40 WIB

Hadiri Penyerahan LHP BPK, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Tegaskan Opini WTP Harus Berdampak pada Pelayanan Publik dan Pembangunan Daerah

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:25 WIB

Diduga Toko Obat Ilegal Edarkan Tramadol dan Benzodiazepine, Warga Desak Aparat Bertindak

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:27 WIB

West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:44 WIB

Sosialisasi Super Apps SAGARUT, Optimalkan Akses dan Satukan Layanan Publik dalam Satu Genggaman

Berita Terbaru

Uncategorized

West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi

Rabu, 10 Jun 2026 - 21:27 WIB