Semrawut Kabel Kian Meresahkan, Keselamatan Masyarakat Terancam Publik Soroti Pengawasan Provider dan Pemerintah

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 28 Mei 2026 — Semerawutnya kabel yang menjuntai hingga ke badan jalan kembali menjadi sorotan warga Kabupaten Garut. Sejumlah kendaraan sempat berhenti dan melambat akibat kabel diduga milik jaringan internet wifi yang merambai ke jalan raya dan membahayakan pengguna jalan.

 

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Bratayudha, Kecamatan Garut Kota. Dalam kejadian itu, terlihat sejumlah warga berupaya mengangkat kabel agar kendaraan besar seperti truk dan bus dapat melintas. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan memicu kemacetan di lokasi kejadian.

 

Warga sekitar menyebut peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi. Kabel jaringan yang dipasang secara semrawut dinilai semakin marak dan minim pengawasan. Selain mengganggu aktivitas pengguna jalan, kondisi tersebut juga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam hari maupun saat cuaca buruk.

 

«“Ini sudah sering terjadi. Kabel menjuntai ke jalan sampai kendaraan harus berhenti. Sangat membahayakan pengendara,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.»

Baca Juga :  Koordinator Hukum BPC PHRI Soroti Mandeknya Aturan Teknis CSR, Singgung Ketimpangan dengan Kontribusi PAD

 

Masyarakat pun mulai menyoroti lemahnya pengawasan dari Pemerintah Kabupaten Garut, khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), terhadap pemasangan jaringan internet dan kabel utilitas di wilayah perkotaan maupun pedesaan.

 

Warga menilai pemerintah seharusnya memiliki aturan yang lebih tegas terkait penataan kabel jaringan agar tidak dipasang sembarangan tanpa memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, serta estetika kota. Keberadaan tiang-tiang kabel yang terus bertambah juga dinilai perlu dievaluasi karena diduga banyak dipasang tanpa penataan yang jelas.

 

Tak hanya Diskominfo, sejumlah warga juga meminta pihak PLN ikut melakukan pengawasan terhadap penggunaan tiang listrik yang kerap dijadikan tempat pemasangan kabel jaringan internet oleh pihak provider. Menurut warga, penggunaan tiang listrik secara semrawut tanpa pengawasan yang jelas dapat memperburuk tata kota dan membahayakan masyarakat.

 

«“PLN dan pemerintah jangan saling lempar tanggung jawab. Kalau tiang listrik dipakai untuk kabel internet, harus ada pengawasan yang jelas supaya tidak membahayakan warga,” kata warga lainnya.»

Baca Juga :  Kontroversi Jelang Muscab PPP Garut, PAC dan HAMIDA Tolak Lokasi  Pelaksanaan

 

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Garut segera turun tangan melakukan penertiban terhadap kabel-kabel jaringan yang semrawut serta memanggil pihak provider internet yang diduga lalai dalam pemasangan maupun pemeliharaan jaringan.

 

Selain mengganggu lalu lintas dan mengancam keselamatan pengguna jalan, kondisi kabel yang menjuntai juga dianggap mencoreng wajah Kabupaten Garut sebagai daerah yang tengah mendorong penataan kota dan pembangunan infrastruktur.

 

Warga berharap Pemkab Garut bersama Diskominfo, PLN, dan pihak penyedia layanan internet dapat segera melakukan audit serta penataan ulang jaringan kabel di sejumlah titik rawan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

 

«“Jangan menunggu ada korban dulu baru diperbaiki. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” tegas warga.»

 

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Garut, Diskominfo, maupun PLN terkait penanganan kabel yang menjuntai ke badan jalan tersebut. (Hil)

Penulis : Hilman

Editor : Redaksi nusharianmedia

Berita Terkait

Dari Garut Menuju Jambore Nasional, Ayi Suryana Dorong Pramuka Jadi Generasi Tangguh dan Berkarakter
PC Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Garut: Jangan Biarkan Tramadol Merusak Generasi Muda, Aparat Harus Bertindak Tanpa Kompromi
Tak Ada Kompromi! DPD BARKIN Desak Pemkab Garut Tindak Tegas Peredaran Tramadol dan Usut Tuntas Dugaan Pelindung di Baliknya
Aksi Sosial Warnai Harlah KNPI ke-53, Agil Syahrizal: Kolaborasi Wujud Nyata Pemuda Peduli dan Berdampak
Presidium RRG: Menjamurnya Warung Tramadol Jadi Bukti Nyata Pemkab Dinilai Abai Lindungi Generasi Muda Garut
Temukan Lansia Desil 2 Belum Tersentuh Bansos, Ketua DPRD Garut Aris Munandar dan Yudha Puja Turnawan Minta Dinsos Evaluasi Total Pendataan Kemiskinan
Muda Bergerak, Ketua DPD KNPI Garut Agil Syahrizal Tegaskan KNPI Impact sebagai Wadah Aksi Nyata Pemuda Jadi Ruang Kolaborasi Nyata Pemuda untuk Menjaga Lingkungan
Cawe-cawe Istri Wali Kota dalam Uji Kompetensi ASN? Pengamat: Publik Berhak Bertanya
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 11:21 WIB

Dari Garut Menuju Jambore Nasional, Ayi Suryana Dorong Pramuka Jadi Generasi Tangguh dan Berkarakter

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:52 WIB

PC Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Garut: Jangan Biarkan Tramadol Merusak Generasi Muda, Aparat Harus Bertindak Tanpa Kompromi

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:41 WIB

Tak Ada Kompromi! DPD BARKIN Desak Pemkab Garut Tindak Tegas Peredaran Tramadol dan Usut Tuntas Dugaan Pelindung di Baliknya

Jumat, 24 Juli 2026 - 01:21 WIB

Aksi Sosial Warnai Harlah KNPI ke-53, Agil Syahrizal: Kolaborasi Wujud Nyata Pemuda Peduli dan Berdampak

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:42 WIB

Presidium RRG: Menjamurnya Warung Tramadol Jadi Bukti Nyata Pemkab Dinilai Abai Lindungi Generasi Muda Garut

Berita Terbaru