Tedi Sutardi: RAGAP Peduli Lingkungan, Selamatkan Bumi dari Kehancuran

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 22 April 2025 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Ketika isu lingkungan hanya jadi topik diskusi dan slogan belaka, Perkumpulan Lingkungan Anak Bangsa, (LIBAS) justru menunjukkan aksi nyata di lapangan.

Di bawah komando Ketua Umum Tedi Sutardi, program RAGAP (Rakyat Garut Peduli) kembali menggugah kesadaran publik tentang pentingnya merawat bumi demi masa depan yang lebih baik.

Dalam kegiatan monitoring dan penanaman pohon di wilayah Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk pada Minggu (20/04/2025), Tedi Sutardi menegaskan bahwa gerakan RAGAP bukan hanya sekadar agenda kegiatan sosial, tetapi merupakan bentuk komitmen ideologis dan moral terhadap keberlangsungan hidup manusia dan alam.

“Bumi hari ini sedang berada di ambang krisis. Perubahan iklim, bencana alam, dan kerusakan lingkungan bukan lagi hal yang jauh dari kita. RAGAP hadir sebagai bentuk kesadaran kolektif masyarakat Garut untuk kembali menyatu dengan alam,” ujar Tedi dengan penuh semangat di hadapan relawan dan masyarakat.

Menurut Tedi, akar dari kerusakan lingkungan banyak bermula dari keserakahan manusia: pembukaan hutan tanpa kontrol, alih fungsi lahan pertanian ke industri, pembangunan yang tak ramah lingkungan, serta pengabaian terhadap keseimbangan ekosistem.

Dalam konteks lokal, ia menyebut beberapa wilayah di Garut kini kerap mengalami banjir bandang dan longsor akibat rusaknya kawasan hulu dan menurunnya fungsi resapan air.

“Jangan sampai kita mewariskan kehancuran pada generasi setelah kita. Maka RAGAP mengajak seluruh elemen. Baik pemerintah, komunitas, maupun individu untuk terlibat aktif menyelamatkan bumi mulai dari lingkungan terkecil,” katanya.

Program RAGAP sendiri telah berjalan sejak dua tahun terakhir dan telah melakukan berbagai kegiatan konkret seperti reboisasi, bersih-bersih sungai, pelatihan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, hingga advokasi kebijakan lingkungan kepada pemerintah daerah. Tedi menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci utama dari keberhasilan gerakan ini.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Tapi kami percaya bahwa setiap tindakan kecil yang dilakukan dengan hati dan kesungguhan, jika dilakukan bersama, akan menjadi perubahan besar,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Tedi juga mengajak kaum muda dan pelajar untuk menjadi motor penggerak perubahan. Ia menyampaikan bahwa kesadaran lingkungan harus ditanamkan sejak dini, agar tercipta generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijak secara ekologis.

“Kita perlu generasi hijau, yang berpikir jangka panjang dan hidup selaras dengan alam. Karena bumi ini bukan milik kita saja, tapi juga milik generasi yang belum lahir,” tutur Tedi yang dikenal vokal dalam isu sosial dan lingkungan ini.

Kegiatan penanaman pohon yang dilakukan hari itu melibatkan sekitar 300 relawan dari berbagai kalangan. Ratusan bibit pohon keras ditanam di lahan kritis yang selama ini rentan longsor saat musim hujan.

Tedi berharap gerakan RAGAP dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk memulai langkah serupa. Ia pun membuka peluang kerja sama lintas sektor untuk memperkuat jaringan dan dampak gerakan lingkungan yang digagasnya.

“Garut harus jadi contoh. Bukan hanya dalam kata, tapi dalam perbuatan nyata. Kita rawat bumi ini, karena tidak ada planet cadangan untuk kita tinggali,” pungkas Tedi dengan penuh harap.

Dengan semangat RAGAP yang terus menyala, Tedi Sutardi dan para relawan menunjukkan bahwa menyelamatkan bumi bukan hal mustahil. Semua bisa dimulai dari kepedulian, dari niat baik, dan dari tindakan kecil hari ini. (DIX)

Baca Juga :  Ketua Umum DPP GAPERMAS Soroti Dinas Pendidikan, Diduga Lindungi PKBM Fiktif di Garut

Berita Terkait

Kebersamaan dan Gotong Royong Jadi Semangat Uus Saripudin untuk Membangun Mekarjaya
Dugaan Penipuan Dana Hibah Rp1,69 Miliar Dilaporkan ke Polres Garut, ASN Bapenda Jadi Terlapor
Empat Anak Menanti Tempat Tinggal Aman, Rumah Ibu An-An di Cibodas Butuh Perhatian Serius
Yudha Puja Turnawan Tinjau Kondisi Ibu An-An, Warga dengan Penghasilan 25 Ribu sehari Tinggal di Rumah Tak Layak Huni.
Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, Terima Kasih Nurdin Yana atas Dedikasi untuk Garut
RDTR Garut: Ketika Kepastian Hukum Tata Ruang Terus Tertunda
Dugaan Kerugian hingga Rp3 Miliar, Kuasa Hukum Pelapor Lakukan Langkah di Polres Garut
Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas, GAPENSI dan Pemkab Garut Bersinergi untuk Pembangunan Infrastruktur Daerah
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 12:40 WIB

Kebersamaan dan Gotong Royong Jadi Semangat Uus Saripudin untuk Membangun Mekarjaya

Kamis, 5 November 2026 - 23:22 WIB

Dugaan Penipuan Dana Hibah Rp1,69 Miliar Dilaporkan ke Polres Garut, ASN Bapenda Jadi Terlapor

Kamis, 5 November 2026 - 18:05 WIB

Empat Anak Menanti Tempat Tinggal Aman, Rumah Ibu An-An di Cibodas Butuh Perhatian Serius

Kamis, 5 November 2026 - 15:18 WIB

Yudha Puja Turnawan Tinjau Kondisi Ibu An-An, Warga dengan Penghasilan 25 Ribu sehari Tinggal di Rumah Tak Layak Huni.

Minggu, 1 November 2026 - 21:35 WIB

Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, Terima Kasih Nurdin Yana atas Dedikasi untuk Garut

Berita Terbaru