Kemegahan Kantor MPP Diuji: Layanan Prima,Dugaan Keselamatan Masyarakat Terabaikan Ada Apa?

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 30 April 2025 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Peresmian Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Garut pada Desember 2023 lalu sempat menjadi sorotan positif di tengah upaya reformasi birokrasi daerah. Gedung layanan terpadu yang berdiri megah di kawasan strategis Simpang Lima, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat ini digadang-gadang sebagai wajah baru pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan ramah investor.

Banyak pihak menilai kehadiran MPP Garut merupakan langkah maju. Gedung yang menaungi berbagai instansi pelayanan dalam satu atap ini memudahkan warga dan pelaku usaha dalam mengurus perizinan, dokumen kependudukan, pajak, hingga layanan ketenagakerjaan.Beberapa pelaku usaha bahkan menyebut MPP sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Namun di balik semua pujian terhadap kemegahan gedung dan canggihnya sistem pelayanan yang ditawarkan, muncul persoalan mendasar yang seolah terabaikan: aspek keselamatan publik.

Selokan Terbuka di Depan Gedung Jadi Sorotan

Di depan gedung MPP yang tampak elegan dari luar, terdapat sebuah selokan kecil yang dibiarkan terbuka tanpa pagar pengaman. Kondisi ini menjadi perhatian sejumlah warga yang rutin melintasi kawasan tersebut.

Minimnya antisipasi keselamatan dianggap mencederai semangat pelayanan publik yang idealnya tidak hanya cepat dan efisien, tetapi juga aman dan ramah bagi semua kalangan.

“Gedungnya bagus, sistemnya digital, pelayanannya cepat. Tapi kenapa hal sekrusial pagar pengaman di selokan saja dilupakan? Apalagi di tempat umum seperti ini,” ungkap Dendi (45), warga Kecamatan Tarogong Kidul yang setiap hari melintasi lokasi tersebut.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Lokasi MPP yang cukup ramai dikunjungi warga dari berbagai usia, termasuk anak-anak dan lansia, membuat keberadaan selokan terbuka itu menjadi potensi bahaya nyata, terutama saat hujan deras atau malam hari dengan pencahayaan terbatas. Potensi kecelakaan seperti terpeleset atau jatuh ke dalam selokan bisa terjadi kapan saja.

Aktivis: “Ini Cermin Perencanaan yang Cacat”

Sejumlah aktivis dan pengamat kebijakan publik ikut angkat suara. Salah satunya, Asep Mulyana (Asmul) dari Lembaga Swadaya Masyarakat Gapermas, dirinya menyebutkan bahwa pembangunan fasilitas publik seharusnya berangkat dari pendekatan yang holistik dan menyeluruh.

“Pemerintah harus sadar bahwa membangun gedung pelayanan bukan hanya soal teknologi atau kemewahan tampilan fisik. Keamanan dan kenyamanan pengunjung adalah bagian dari pelayanan itu sendiri. Kalau pagar pengaman saja tidak ada, ini cermin dari perencanaan yang cacat,” tegas Asep.

Ia juga mempertanyakan proses pengawasan proyek serta kelengkapan audit keselamatan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum maupun instansi teknis lainnya sebelum gedung tersebut mulai difungsikan.

Desakan Agar Pemkab Bertindak Cepat

Desakan agar Pemerintah Kabupaten Garut segera menindaklanjuti masalah ini pun semakin menguat. Sejumlah warganet bahkan mulai membagikan foto-foto selokan terbuka tersebut di media sosial, menyertai kritik terhadap kualitas pembangunan yang dinilai tidak tuntas.

“Jangan sampai kita menunggu ada korban dulu baru sibuk memasang pagar,” ujar Nani, seorang ibu rumah tangga yang khawatir dengan keselamatan anak-anaknya saat berkunjung ke MPP.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Permukiman, maupun pengelola MPP Garut terkait langkah perbaikan atau penambahan pengaman di area tersebut.

MPP Sebagai Simbol, Tapi Juga Ujian

Kisah ini menjadi semacam ironi dalam perjalanan reformasi pelayanan publik di Garut. MPP yang semestinya menjadi simbol kemajuan, justru menyisakan persoalan elementer yang bisa berdampak besar pada keselamatan masyarakat.

Pemerintah daerah (Pemda) Garut didorong untuk tidak hanya fokus pada pencitraan atau sekadar memenuhi indikator kinerja formal, tetapi juga memastikan bahwa semua aspek, sekecil apa pun, telah direncanakan dan dieksekusi dengan matang demi keselamatan dan kenyamanan warga.

Publik kini menanti: apakah Pemkab Garut akan segera merespons secara konkret, atau membiarkan masalah ini menjadi catatan buruk dalam sejarah layanan publik yang baru dimulai? (Red)
Baca Juga :  Polsek Wanaraja Gelar Gatur Pagi,Pastikan Keamanan Jalur Sekolah dan Pasar

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru