Muhammad Angling Kusumah,S.M.: Di Seratus Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Garut,Kami Pertanyakan Janji Politiknya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Juni 2025 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Dalam gelaran acara mimbar bebas, Memasuki seratus hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Garut, sejumlah suara kritis mulai bermunculan dari berbagai elemen masyarakat.

Salah satu yang menyuarakan kekecewaan adalah Muhammad Angling Kusumah, S.M., tokoh muda yang dikenal vokal dalam mengawal kebijakan publik di Kabupaten Garut.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikannya kepada awak media pada Senin (10/06/2025), Angling menyebut bahwa janji-janji politik yang pernah dikampanyekan oleh pasangan kepala daerah tersebut masih jauh dari harapan. Ia menyoroti secara khusus janji kompensasi sebesar dua juta rupiah per kepala keluarga, yang hingga kini belum terealisasi ataupun disosialisasikan secara terbuka kepada publik.

“Seratus hari adalah waktu yang cukup untuk menunjukkan arah kebijakan dan keseriusan dalam menepati janji politik. Namun yang kami lihat justru tidak ada kejelasan. Mana janji kompensasi dua juta per kepala keluarga? Jangan sampai masyarakat merasa dibohongi oleh pemimpinnya sendiri,” ujar Angling.

Ia menambahkan bahwa masyarakat Garut tidak lagi bisa diberi harapan-harapan kosong. Janji yang dilontarkan dalam masa kampanye adalah kontrak moral yang harus dipertanggungjawabkan, bukan sekadar strategi untuk meraih suara.

“Kami sebagai bagian dari masyarakat punya hak untuk mengingatkan. Pemerintah tidak boleh alergi terhadap kritik. Kami hadir bukan karena ditunggangi kepentingan politik mana pun, tapi karena kami ingin melihat Garut benar-benar berubah ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Angling juga menyayangkan sikap sebagian pihak yang menurutnya justru memilih bermain aman dengan berlindung di balik kekuasaan, dan bahkan menjadi bagian dari lingkaran penjilat yang hanya menyampaikan puja-puji tanpa kontribusi nyata terhadap pengawasan publik.

“Ketika kami bersuara lantang, bukan karena benci. Justru karena kami peduli. Namun di sisi lain, ada pihak-pihak yang memilih diam, bahkan menjilat kekuasaan. Mereka lebih nyaman berlindung di ketiak pejabat, mencari posisi, proyek, atau keuntungan pribadi. Ini bukan contoh yang baik dalam membangun pemerintahan yang bersih,” katanya.

Menurut Angling, momentum seratus hari kerja seharusnya dijadikan refleksi oleh para pemimpin daerah. Ia menegaskan bahwa masyarakat Garut sudah cerdas dan tidak mudah terbuai oleh pencitraan.

“Bupati dan Wakil Bupati Garut harus bisa menjelaskan secara gamblang, sejauh mana realisasi janji-janjinya. Jika ada kendala, sampaikan secara terbuka. Jangan diam dan menghindar dari tanggung jawab publik. Masyarakat berhak tahu dan berhak menagih,” ucapnya.

Ia juga mengajak masyarakat sipil, mahasiswa, akademisi, dan para aktivis untuk terus mengawal kebijakan pemerintah daerah secara kritis namun konstruktif. Angling percaya, peran pengawasan dari masyarakat adalah bagian penting dari proses demokrasi.

“Jangan biarkan Garut hanya menjadi panggung pencitraan. Pemerintah harus bekerja nyata, berpihak pada rakyat, dan mampu memenuhi apa yang sudah dijanjikan. Jika tidak, maka kepercayaan publik akan luntur, dan itu bisa berdampak panjang,” pungkasnya.

Pernyataan Angling ini menambah deretan kritik terhadap kepemimpinan saat ini. Di tengah tingginya ekspektasi publik terhadap perubahan dan perbaikan pelayanan, masyarakat kini menanti langkah konkret dari pemimpin yang telah mereka pilih secara demokratis. (Red)
Baca Juga :  Ribuan Warga Siap Kepung DPRD dan Kantor Bupati Garut, GEMA BSP Desak Pemerintah Segera Berbenah

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru