Ryan Multama (Acil): Musda KNPI Garut Harus Kembali ke Spirit Perjuangan, Bukan Sekadar Politik Panggung

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nusaharianmedia.com Garut, 02/08/25 Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kabupaten Garut Tahun 2025, tokoh muda Al Jam’iyatul Washliyah, **Ryan Multama**, yang akrab disapa **Acil**, menyampaikan pernyataan tegas dan reflektif terhadap arah gerakan kepemudaan saat ini. Acil yang kini aktif sebagai **pengurus SAPMA Pemuda Pancasila Jawa Barat** dan juga kader muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Garut, menilai Musda KNPI harus dijaga agar tidak terjebak dalam panggung ambisi, tetapi kembali pada substansi perjuangan.

 

Dalam rekam jejaknya, Acil dikenal sebagai salah satu motor penggerak lahirnya arah kebijakan kepemudaan di Garut. Ia pernah menjabat sebagai **Wakil Ketua I DPD KNPI Garut** dan berperan sebagai salah satu tim penyusun bersama almamaternya Universitas Pasundan dalam menyusun **Naskah Akademik dan Raperda Kepemudaan**, menggagas **Musyawarah Pembangunan Pemuda**, hingga tampil di forum **Musrenbang Kabupaten Garut** untuk pertama kalinya mewakili Pemuda Garut berbicara gagasan **Indeks Pembangunan Pemuda (IPP)** sebagai indikator wajib dalam forum Musyawarah perencanaan daerah.

Baca Juga :  Yudha Puja Turnawan Tegaskan Sarasehan Pemuda di Garut, Dorong Lahirnya Gagasan dan Inisiatif Pemuda

 

“IPP waktu itu bukan sekadar indikator, tapi alarm agar pemerintah serius membangun manusia muda Garut, bukan hanya infrastruktur,” jelas Acil.

 

Konsep besar yang ia dorong ketika itu melahirkan gagasan awal **Garut sebagai Kota Layak Pemuda**, sebuah visi jangka panjang yang menurutnya harus kembali dihidupkan oleh KNPI hari ini.

 

Namun, Acil menilai dinamika Musda 2025 mulai kehilangan arah. Ia menyebut ada kecenderungan Musda dijadikan ruang kontestasi kekuasaan yang kering dari narasi perjuangan.

 

“KNPI bukan tempat magang untuk jadi elite, tapi tempat menempa diri untuk melayani rakyat. Kalau Musda hari ini cuma soal siapa paling lihai menyusun koalisi, maka hilanglah semangat kebangsaan dan etika perjuangan itu,” tegasnya.

 

 

**Tiga Poin Kritikal dari Acil untuk Musda KNPI Garut 2025:**

 

1. **Pemuda Butuh Jalan, Bukan Janji**

KNPI harus mampu hadir sebagai ruang nyata yang menghubungkan pemuda dengan akses peluang: pendidikan, ekonomi, hingga partisipasi kebijakan. Ini bukan zamannya simbol tanpa aksi.

Baca Juga :  DPRD Garut Siap Perjuangkan Aspirasi Guru Madrasah Terkait Pencairan Dana BOS dan TPJ

 

2. **Gagasan Lebih Penting daripada Aliansi**

Musda seharusnya menjadi adu konsep, bukan adu siasat. Kepemimpinan tanpa visi hanya akan memperpanjang stagnasi organisasi. Pemuda Garut butuh arah, bukan manuver.

 

3. **Jaga Spirit Gerakan: Nilai, Etika, dan Keberanian**

Sebagai kader Alwasliyah, Acil menekankan bahwa organisasi kepemudaan harus tetap menjaga marwah spiritualitas, integritas, dan keberanian moral. Tanpa itu, KNPI hanya akan menjadi forum basa-basi belaka.

 

“Saya tidak sedang bicara siapa yang harus menang. Saya bicara: apa yang akan kita wariskan. Jangan jadikan KNPI sebagai tempat adu kepentingan, tapi sebagai arena tumbuhnya kepemimpinan yang bertanggung jawab,” tutup Acil.

 

Acil menyerukan agar Musda KNPI Garut 2025 menjadi titik balik, bukan titik balik kanan. Ia mengajak seluruh kader muda untuk kembali menjadikan KNPI sebagai rumah perjuangan kolektif, bukan ruang rebutan kursi.

 

Berita Terkait

Kontroversi Jelang Muscab PPP Garut, PAC dan HAMIDA Tolak Lokasi  Pelaksanaan
Polemik Lokasi Picu Gejolak, Sejumlah PAC PPP Garut Soroti Netralitas Muscab
Integritas Dipertaruhkan! Ketua PAC Dapil 6 Tegas: Muscab PPP Garut Jangan Jadi Sandiwara Politik
Penolakan Meledak! Isu yang terjadi Muscab PPP Garut Dituding “Pesanan”, Kader Geram
Momentum Hari Kartini, DPC PDI Perjuangan Gaungkan Penguatan Peran Perempuan Lebih Berdaya
Ketua PAC PPP Dapil 3 Pertanyakan Kinerja PLT Kesiapan Muscab, SC dan OC Belum Terbentuk Hingga H-4
Peringati Hari Kartini, DPC PDI Perjuangan Garut Resmikan Kantor Baru dan Perkuat Agenda Pemberdayaan Perempuan
Polemik Muscab PPP Garut, Cacan Cahyadi SH Surati DPP, DPW, Bawaslu, dan KPU, Ungkap Potensi Pelanggaran
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 19:06 WIB

Kontroversi Jelang Muscab PPP Garut, PAC dan HAMIDA Tolak Lokasi  Pelaksanaan

Rabu, 22 April 2026 - 22:31 WIB

Polemik Lokasi Picu Gejolak, Sejumlah PAC PPP Garut Soroti Netralitas Muscab

Rabu, 22 April 2026 - 19:16 WIB

Penolakan Meledak! Isu yang terjadi Muscab PPP Garut Dituding “Pesanan”, Kader Geram

Selasa, 21 April 2026 - 19:42 WIB

Momentum Hari Kartini, DPC PDI Perjuangan Gaungkan Penguatan Peran Perempuan Lebih Berdaya

Selasa, 21 April 2026 - 18:04 WIB

Ketua PAC PPP Dapil 3 Pertanyakan Kinerja PLT Kesiapan Muscab, SC dan OC Belum Terbentuk Hingga H-4

Berita Terbaru