Bupati Garut Instruksikan Kosongkan Sementara Jabatan Korwil Pendidikan,

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 September 2025 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com // Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mengambil langkah berani dalam upaya pembenahan dunia pendidikan. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memutuskan untuk menghentikan sementara jabatan Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan di 42 kecamatan. Kebijakan ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari strategi evaluasi dan penyegaran birokrasi pendidikan.

 

Kebijakan tersebut diumumkan dalam kegiatan pembinaan pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Garut yang berlangsung di Aula Dinas Sosial pada Selasa (9/9/2025). Dalam kesempatan itu, Bupati Syakur menegaskan bahwa sektor pendidikan di Garut masih menghadapi banyak tantangan, mulai dari keterbatasan sarana-prasarana hingga kualitas sumber daya manusia.

 

Pendidikan Garut Dinilai Belum Ideal

Bupati Syakur mengurai sejumlah persoalan mendasar yang dihadapi dunia pendidikan Garut. Menurutnya, keterbatasan Ruang Kelas Baru (RKB), rendahnya Angka Partisipasi Sekolah (APS) dan Angka Partisipasi Murni (APM), hingga masih belum optimalnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi tantangan besar yang harus segera dikejar.

 

“Kita berada pada kondisi yang tidak ideal. Maka semua pihak harus paham dan bersama-sama mengejar ketertinggalan. Bukan hanya saya yang menentukan, tapi harus bersama-sama dengan teman-teman,” ujar Syakur.

Baca Juga :  Ipda Ade Sulaeman Tegaskan Komitmen Sat Lantas Polres Garut: " Tertib Lalu Lintas, Aman Kamtibmas"

 

Ia juga menekankan pentingnya peta masalah pendidikan dipahami secara kolektif agar solusi yang ditempuh tidak parsial, melainkan menyeluruh.

 

Alasan Kosongkan Jabatan Korwil Pendidikan

Salah satu langkah yang diambil adalah melakukan penyegaran dengan membebaskan sementara jabatan Korwil Pendidikan. Menurut Bupati Syakur, kebijakan ini merupakan respons atas masukan masyarakat yang menilai perlunya evaluasi terhadap kinerja Korwil.

 

“Pembebasan tugas korwil pertimbangannya dari masukan masyarakat. Jabatan itu tidak dihapus, hanya dikosongkan dulu sementara,” jelasnya.

 

Dengan demikian, posisi Korwil tetap ada secara struktural, namun untuk sementara tidak ada pejabat yang mendudukinya.

 

Kadisdik Pastikan Layanan Tetap Berjalan

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Garut, Asep Wawan Budiman, menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak berarti menghapus peran Korwil, melainkan membebaskan sementara dari tugas. Ia memastikan bahwa layanan pendidikan tidak akan terganggu meski jabatan itu dikosongkan.

 

“Korwilnya tetap ada, hanya untuk sementara tidak dijabati dulu. Kami pastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan normal,” kata Asep.

Baca Juga :  Polsek Pasirwangi Temukan Dompet Wisatawan Hilang

 

Ia menambahkan bahwa kebijakan ini bersifat sementara sambil menunggu arahan lebih lanjut dari Bupati Garut. Durasi pembebasan tugas belum dipastikan, tetapi pemerintah berharap proses evaluasi dan penyegaran ini tidak berlangsung lama.

 

Penyegaran dan Evaluasi untuk Pendidikan Lebih Baik

 

Menurut Asep, pembebasan sementara jabatan Korwil adalah momentum untuk penyegaran dan evaluasi kinerja. Dengan begitu, pelayanan pendidikan ke depan diharapkan bisa lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.

 

“Kebijakan ini diarahkan agar pelayanan pendidikan lebih baik. Jadi bukan penghapusan, tetapi penyegaran agar roda birokrasi pendidikan lebih segar,” pungkasnya.

 

Harapan Baru untuk Pendidikan Garut

Langkah ini di satu sisi dinilai cukup mengejutkan karena selama ini Korwil menjadi ujung tombak koordinasi pendidikan di tingkat kecamatan. Namun di sisi lain, keputusan Bupati Garut ini bisa menjadi momentum pembenahan menyeluruh yang selama ini dituntut masyarakat.

 

Dengan evaluasi menyeluruh dan keterlibatan semua pihak, Pemkab Garut berharap kualitas pendidikan bisa meningkat, baik dari segi akses, pemerataan, maupun mutu layanan. (Rus)

Berita Terkait

Peduli Korban Kebakaran Banyuresmi, Yudha Puja Turnawan Dorong Sinergi CSR, Kemensos, dan Masyarakat untuk Pemulihan Rumah
Forum Lintas OPD Bahas Optimalisasi Aset, Bapenda Garut Tekankan Aset Daerah Harus Bernilai Ekonomi dan Berdampak bagi Masyarakat
Etika dan Kedisiplinan ASN Disorot Saat Apel Rutin, Sejumlah Pegawai Terpantau Asyik Mengobrol dan Bermain Ponsel
Satu Bumi, Satu Tindakan: Garut Gelar Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Beragam Aksi Nyata, DLH Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Warga Atasi Krisis Sampah
Dugaan Kewajiban Lingkungan PT UNI Cibatu Jadi Sorotan, Forum Pemerhati Lingkungan Desak Transparansi RTH dan Dokumen Lingkungan
Ketua LIBAS Tedi Sutardi Geram, Desak Penindakan Tegas atas Dugaan Pelanggaran Lingkungan di Garut: Jangan Hanya Formalitas dan Mengejar Popularitas
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Garut Dadan Wandiansyah Dukung Instruksi Partai, Fokus Perjuangkan Program Kerakyatan
Garut Bersiap Sambut Festival Qasidah se-Jawa Barat 2026, Ketua DPD LASQI Tegaskan Wadah Silaturahmi Seniman Islami dan Ajang Pelestarian Seni Budaya Islam
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:43 WIB

Peduli Korban Kebakaran Banyuresmi, Yudha Puja Turnawan Dorong Sinergi CSR, Kemensos, dan Masyarakat untuk Pemulihan Rumah

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:27 WIB

Etika dan Kedisiplinan ASN Disorot Saat Apel Rutin, Sejumlah Pegawai Terpantau Asyik Mengobrol dan Bermain Ponsel

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:31 WIB

Satu Bumi, Satu Tindakan: Garut Gelar Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Beragam Aksi Nyata, DLH Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Warga Atasi Krisis Sampah

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:55 WIB

Dugaan Kewajiban Lingkungan PT UNI Cibatu Jadi Sorotan, Forum Pemerhati Lingkungan Desak Transparansi RTH dan Dokumen Lingkungan

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:40 WIB

Ketua LIBAS Tedi Sutardi Geram, Desak Penindakan Tegas atas Dugaan Pelanggaran Lingkungan di Garut: Jangan Hanya Formalitas dan Mengejar Popularitas

Berita Terbaru

Uncategorized

West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi

Rabu, 10 Jun 2026 - 21:27 WIB