Rumah Reyot Milik Warga Karangsari, Tamparan Keras bagi Pemkab Garut dan Para Pejabat yang Hidup di Atas Tunjangan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 September 2025 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 15/09/2025— Potret memilukan kembali tersingkap di Kabupaten Garut. Sebuah rumah reyot milik Bapak Hadi, warga Kampung Ciboleraang RT 01 RW 07, Desa Karangsari, Kecamatan Karangpawitan, berdiri memprihatinkan. Atap bocor, dinding lapuk, lantai tanah, dan kondisi serba terbatas menjadi gambaran nyata bagaimana rakyat kecil masih dibiarkan hidup di bawah garis kemanusiaan.

 

Ironisnya, meski sudah ada pendataan dari pihak desa, bantuan tak kunjung datang. Janji manis program pemerintah seperti Rutilahu hanya terdengar sebagai jargon politik tanpa aksi nyata. Sementara itu, pejabat daerah dan para anggota dewan asyik menikmati tunjangan rumah, kendaraan dinas, dan fasilitas mewah yang dibiayai dari keringat rakyat.

Baca Juga :  Kepala Desa dan Sekdes Pasirkiamis Dinilai Tak Etis, RRG Pertanyakan Transparansi DTKS — DPMD Diminta Beri Sanksi

 

Di tengah rakyat kecil berjuang bertahan hidup di rumah hampir roboh, para wakil rakyat justru berlomba menambah anggaran tunjangan dan sibuk bersandiwara di ruang rapat. Inilah wajah ketimpangan yang begitu telanjang: rakyat sengsara, pejabat foya-foya.

 

“Pernah ada pendataan, tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut. Kami hanya bisa pasrah,” ucap salah satu anggota keluarga, dengan nada getir yang seakan mewakili suara ribuan warga miskin Garut lainnya.

Baca Juga :  Perkuat Perlindungan Generasi Muda, Kapolres Garut Bersinergi dengan DPRD Dorong Penguatan Regulasi Jam Malam Anak

 

Kondisi ini bukan hanya tamparan keras bagi Pemkab Garut, tetapi juga tamparan bagi seluruh pejabat dan anggota dewan yang selama ini hanya pandai berbicara soal kesejahteraan rakyat, tapi gagal menghadirkan solusi nyata. Rumah layak huni bukanlah kemewahan, melainkan hak dasar warga negara.

 

Sudah saatnya pemerintah berhenti membanggakan data fiktif dan seremoni penuh pencitraan. Selama rumah reyot seperti milik Bapak Hadi masih berdiri di Garut, maka selama itu pula Pemkab Garut dan para pejabatnya patut dicap gagal total dalam mengemban amanah rakyat. (Red)

 

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru