Cegah Cyberbullying, DPPKBPPPA Garut Gaungkan Bela Negara Digital dan Peran Orang Tua

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Nusaharianmedia.com – Upaya memperkuat karakter generasi muda di tengah derasnya arus digital terus digencarkan melalui berbagai pendekatan edukatif. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi yang mengintegrasikan pemahaman bela negara dengan pola asuh orang tua (parenting), sebagai langkah strategis dalam menghadapi tantangan zaman sekaligus mencegah praktik bullying di lingkungan sekolah.

 

Kegiatan tersebut digelar di Madrasah Aliyah Roudhotun Nawawi, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Mengusung tema edukasi bullying sebagai bagian dari perlindungan anak, program ini menyasar kalangan pelajar agar lebih siap menghadapi dinamika dunia digital yang kian kompleks.

 

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut, Yayan Waryana, menegaskan bahwa konsep bela negara saat ini telah mengalami transformasi. Tidak lagi terbatas pada aspek fisik, bela negara juga mencakup kemampuan menghadapi berbagai ancaman di ruang digital.

 

“Bela negara hari ini juga berarti bagaimana kita mampu menjaga diri dan lingkungan dari ancaman digital, seperti hoaks, perundungan siber, hingga penyalahgunaan teknologi,” ujarnya, Rabu (29/4/2026), didampingi Kabid Pemberdayaan Perempuan Iwa Kartiwa.

 

Menurutnya, tingginya jumlah pengguna internet di Indonesia yang didominasi generasi muda menjadikan pelajar sebagai kelompok yang rentan terhadap berbagai ancaman non-militer. Arus informasi yang masif di media sosial membuka peluang terjadinya disinformasi, hoaks, hingga perilaku negatif seperti cyberbullying.

Baca Juga :  Menolak Lupa Tragedi Pesta Rakyat Garut: Tiga Nyawa Melayang, Tujuh Bulan Tanpa Kepastian Hukum

 

Yayan menyoroti bahwa perundungan siber kini menjadi persoalan serius yang berdampak langsung pada kondisi psikologis anak dan remaja. Selain itu, ancaman lain seperti phishing dan malware juga terus meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi.

 

Dalam menghadapi situasi tersebut, ia menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi dalam berinteraksi di dunia maya. Etika, toleransi, serta tanggung jawab harus tetap dijunjung tinggi oleh generasi muda.

 

“Pelajar harus menjadi warga digital yang cerdas dan beretika, mampu memilah informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh konten yang dapat memecah belah persatuan,” katanya.

 

Ia juga mendorong pelajar untuk mengambil langkah konkret dalam menjaga keamanan digital, seperti menggunakan autentikasi ganda pada akun pribadi, serta aktif menciptakan konten positif dan edukatif di media sosial.

 

Lebih lanjut, Yayan menegaskan bahwa peran keluarga tetap menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter anak. Pola asuh yang tepat serta komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak menjadi benteng pertama dalam mencegah berbagai persoalan sosial.

Baca Juga :  Anggota DPRD Jabar Aceng Malki Hadirkan Layanan Publik Terpadu di Haul Sesepuh Ponpes Hidayatul Faizien Garut

 

“Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi kunci dalam mencegah berbagai permasalahan, mulai dari bullying, penyalahgunaan NAPZA, hingga perilaku menyimpang,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, orang tua dituntut lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam memahami penggunaan teknologi oleh anak. Pendekatan yang humanis dan pengawasan yang bijak dinilai lebih efektif dibandingkan pembatasan yang kaku.

 

“Orang tua perlu membangun komunikasi yang positif, menanamkan nilai agama dan budi pekerti, serta mengatur penggunaan gadget secara proporsional,” tambahnya.

 

Melalui sinergi antara pemahaman bela negara digital dan penguatan peran keluarga, pemerintah berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh secara karakter serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

 

“Harapan kami, generasi muda mampu menjaga diri, lingkungannya, dan turut berkontribusi dalam menjaga kedaulatan bangsa di era digital,” pungkas Yayan.

 

Penulis : Hilman

Editor : Redaksi Nusaharianmedia

Berita Terkait

DPD PAKSI Garut Resmi Dilantik, Dorong Penyuluhan Hukum ke Masyarakat Desa
Bansos Garut Jadi Sorotan: Rumah Nyaris Roboh Tak Dapat Bantuan, Pemilik Mobil Justru Terdaftar Penerima
DKKG Garut Gelar Festival Pembudayaan Olah Raga Tradisional, Perkuat Pelestarian Budaya Lokal
Bidang ESDM PB HMI Gaungkan Pentingnya Geothermal untuk Masa Depan Energi Indonesia
Parkir Liar Jadi Sorotan, Dishub Garut Optimalkan Penataan dan Penegakan Aturan Tahun 2026
Paripurna DPRD Jabar, Yusuf Erwinsyah Pertanyakan Sejarah Milangkala Tatar Sunda dan Program Pendidikan Elitis
DPPKBPPPA Garut Perkuat Edukasi Perlindungan Anak demi Wujudkan Generasi Sehat dan Berkarakter
DPR-RI Muhammad Husein Fadlulloh Sidak Bulog Garut, Pastikan Distribusi Beras dan Minyak Goreng Stabil
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:32 WIB

DPD PAKSI Garut Resmi Dilantik, Dorong Penyuluhan Hukum ke Masyarakat Desa

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:43 WIB

Bansos Garut Jadi Sorotan: Rumah Nyaris Roboh Tak Dapat Bantuan, Pemilik Mobil Justru Terdaftar Penerima

Kamis, 14 Mei 2026 - 02:06 WIB

DKKG Garut Gelar Festival Pembudayaan Olah Raga Tradisional, Perkuat Pelestarian Budaya Lokal

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:41 WIB

Bidang ESDM PB HMI Gaungkan Pentingnya Geothermal untuk Masa Depan Energi Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:11 WIB

Paripurna DPRD Jabar, Yusuf Erwinsyah Pertanyakan Sejarah Milangkala Tatar Sunda dan Program Pendidikan Elitis

Berita Terbaru

Uncategorized

Pemkab dan Kadin Garut Kolaborasi Percepat Legalitas UMKM

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:36 WIB