Carut-marut Penyaluran MBG di Garut, Indikasi Kolusi Muncul di Sekolah

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 September 2025 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 21-09/2025  – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Garut kembali menuai sorotan. Meski pemerintah daerah telah membentuk Satgas MBG praktik di lapangan masih menunjukkan berbagai penyimpangan.

 

Salah satu kasus mencuat di Pesantren Al Falah Biru dan SD Negeri Rancabango 1 Kedua lembaga pendidikan itu dilaporkan menolak kedatangan dapur resmi yang telah diverifikasi untuk menyalurkan makanan bergizi. Ironisnya, pihak sekolah justru memilih bekerjasama dengan dapur lain yang legalitasnya belum jelas. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya praktik kolusi dan kepentingan sempit di tingkat sekolah.

 

“Ini program mulia yang seharusnya fokus pada gizi anak, tapi di lapangan bisa berubah jadi lahan bisnis gelap,” ujar salah satu aktivis pendidikan di Garut, Jumat (20/9).

Baca Juga :  Ridwan Fauzi,SH : Berkebun Sebagai Terapi Kedamaian di Tengah Kesibukan

 

Dari sisi teori administrasi publik, tindakan tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip Good Governance yang menekankan transparansi dan akuntabilitas. Menurut teori implementasi kebijakan George C. Edwards III, kegagalan seringkali terjadi jika pelaksana kebijakan tidak memiliki sikap (disposisi) sesuai tujuan awal program.

 

Praktik ini juga menyalahi amanat UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang mengharuskan pemda mengawasi pelaksanaan program pusat di wilayahnya. Pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan, dianggap perlu turun langsung menertibkan sekolah-sekolah yang bermain dalam distribusi MBG.

 

Pakar kebijakan publik menilai kasus ini bisa dijelaskan melalui teori principal-agent problem. Pemerintah pusat sebagai perumus kebijakan telah merancang program untuk masyarakat, namun di tingkat pelaksana justru muncul kepentingan pribadi atau kelompok yang merusak tujuan.

Baca Juga :  Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Ahab Sihabudin Gelar “Sapa Warga Berbasis Budaya”, Ajak Seniman Perkuat Identitas Lokal

 

“Kalau tidak segera dievaluasi, masyarakat akan kehilangan kepercayaan. MBG yang seharusnya jadi layanan publik bisa berubah jadi proyek ekonomi gelap,” tegas seorang akademisi dari Universitas Garut.

 

Satgas MBG Garut diminta segera melakukan investigasi mendalam, termasuk menelusuri adanya dugaan praktik kolusi antara pihak sekolah dengan penyedia dapur tertentu. Mekanisme pengawasan partisipatif melibatkan orang tua siswa dan masyarakat sipil juga dinilai penting agar penyaluran MBG tidak lagi menyimpang dari tujuan awalnya. (Red)

Berita Terkait

Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?
Bukan Sekadar Surat Edaran, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Dorong Perbup Jam Malam Anak demi Perlindungan Anak
Golkar Garut Peringati HUT ke-50 Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
Bangun Budaya Berkendara Aman Sejak Dini, inDrive Tuntaskan “Drive Your Future” di SMKN 2 Garut
Perkuat Perlindungan Generasi Muda, Kapolres Garut Bersinergi dengan DPRD Dorong Penguatan Regulasi Jam Malam Anak
Jalan Pembangunan hingga Ahmad Yani Diusulkan Jadi Jalan Provinsi, PUPR Garut Masih Kaji Status dan Konektivitas
Dugaan Pengondisian Lelang Garut Market City, Oknum Dinas Indag Disorot, Pengusaha Lokal Desak Transparansi
DPD KNPI Garut Kawal Hasil Musrenbang Pemuda 2027, Dorong BAPPEDA Wujudkan Kebijakan Pro Muda
Berita ini 39 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Bukan Sekadar Surat Edaran, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Dorong Perbup Jam Malam Anak demi Perlindungan Anak

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:57 WIB

Golkar Garut Peringati HUT ke-50 Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Bangun Budaya Berkendara Aman Sejak Dini, inDrive Tuntaskan “Drive Your Future” di SMKN 2 Garut

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Perkuat Perlindungan Generasi Muda, Kapolres Garut Bersinergi dengan DPRD Dorong Penguatan Regulasi Jam Malam Anak

Berita Terbaru