SPPG Pangauban Siap Produksi 3.890 Makanan Gizi Gratis untuk Sekolah-sekolah

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 30 September 2025 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 30/09/2025 – Sentra Pengolahan Pangan Gizi (SPPG) Pangauban kini siap beroperasi penuh dalam memproduksi makanan bergizi gratis yang akan disalurkan ke sekolah-sekolah di wilayah Garut. Dengan fasilitas modern, tenaga kerja terlatih, serta sistem pengawasan ketat, seluruh proses produksi mulai dari pengolahan, pengemasan hingga distribusi dipastikan sesuai standar keamanan pangan.

 

Kepala Pengelola SPPG Pangauban menyampaikan, keberadaan dapur gizi ini diharapkan mampu mendukung program pemerintah dalam pemenuhan gizi anak sekolah, sekaligus meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar siswa.

 

Libatkan Pekerja Lokal

Dalam operasionalnya, SPPG Pangauban melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja utama. Sekitar 80 persen pekerja berasal dari warga Desa Cepaganti dan 20 persen dari Desa Pangauban, dengan radius maksimal 500 meter dari lokasi. Para pekerja juga mendapatkan pelatihan serta sertifikasi agar kompeten dalam pengelolaan dapur gizi.

Baca Juga :  Semangat Gotong Royong di HUT RI ke-80, CTH dan Anggota DPRD Garut yudha puja turnawan Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Garut

 

“Kami sudah menyiapkan jadwal pelatihan serta uji coba peralatan bersama relawan, sehingga tenaga kerja benar-benar siap dan layak dalam pengelolaan SPPG,” ujar Kepala SPPG II, Rizki Zulham Ramadhan.

 

Jaminan Bahan Baku dan Quality Control

Bahan baku yang digunakan berasal dari koperasi serta supplier bersertifikat resmi. Setiap bahan melewati pemeriksaan, penimbangan, hingga penyortiran ulang. Bila ditemukan bahan rusak atau tidak layak, langsung dikembalikan ke pemasok. Tim Quality Control (QC) juga disiapkan untuk memastikan mutu bahan tetap terjaga hingga masuk dapur produksi.

 

Produksi dan Distribusi Terintegrasi

Saat ini, SPPG Pangauban II melayani 3.890 penerima manfaat yang meliputi 40 sekolah, ibu hamil, serta bayi, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo. Proses produksi dilakukan dengan sistem shift mulai sore hingga pagi hari.

 

Baca Juga :  PM GATRA Harapkan DPRD Garut Perkuat Dukungan Politik CDOB Garut Utara

16.00 – 23.00 WIB: persiapan dan pengolahan bahan baku

00.00 – 09.00 WIB: proses memasak secara bertahap

04.00 – 05.00 WIB: pengemasan makanan

06.00 WIB: distribusi ke sekolah, sehingga sekitar pukul 08.00 sudah bisa dikonsumsi anak-anak

 

Untuk menjaga kesegaran, armada distribusi dilengkapi pengaturan suhu agar makanan tidak rusak akibat paparan panas atau sinar matahari.

 

Peralatan Lengkap dan Standar Kebersihan

Dengan dukungan peralatan modern, seluruh tahapan mulai dari pengolahan hingga pendistribusian dilakukan secara profesional. Standar kebersihan, kualitas, serta ketepatan waktu menjadi prioritas utama.

 

Memberdayakan Warga, Mendukung Ketahanan Pangan

Lebih dari sekadar dapur gizi, SPPG Pangauban menjadi pusat pemberdayaan masyarakat lokal. Sistem terintegrasi yang melibatkan tenaga kerja desa, pemasok bersertifikat, serta distribusi yang terkendali diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. (Hil)

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru