Nusaharianmedia.com – Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Garut menggelar rapat pleno yang dirangkaikan dengan kegiatan Halal Bihalal di Gedung Pemuda Garut, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mematangkan arah program kerja kepengurusan periode 2026–2029.
Ketua DPD KNPI Garut, Agil Syahrizal, mengatakan rapat pleno tersebut merupakan bagian dari agenda strategis dalam mempersiapkan rapat kerja dan orientasi pengurus.
“Momentum ini bukan sekadar rapat pleno, tetapi juga ajang silaturahmi melalui Halal Bihalal sekaligus menyamakan visi dalam menjalankan roda organisasi ke depan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, KNPI Garut menyepakati program unggulan bertajuk KNPI Impact sebagai bentuk komitmen organisasi dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan pemberdayaan pemuda.
Agil menjelaskan, program tersebut dilatarbelakangi meningkatnya potensi bencana, baik alam maupun sosial di Kabupaten Garut. KNPI Impact akan difokuskan pada dua pilar utama, yakni KNPI Peduli Sesama dan Pemuda Tanggap Bencana.
Sebagai langkah konkret, KNPI Garut akan membentuk tim rescue mandiri yang bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Taruna Siaga Bencana di bawah Dinas Sosial. Tim ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam penanganan kebencanaan.
“Program Pemuda Tanggap Bencana akan dilaksanakan di 42 kecamatan dengan melibatkan PKPK dan organisasi kepemudaan, sekaligus menjadi bagian dari edukasi mitigasi bencana,” jelasnya.
Peluncuran program tersebut ditargetkan dalam waktu dekat. Gedung Pemuda direncanakan menjadi pusat koordinasi atau base camp bagi relawan, logistik, dan distribusi bantuan.
Selain itu, KNPI Garut juga merencanakan orientasi dan rapat kerja di lingkungan Batalyon 303 guna membangun kedisiplinan, kebersamaan, serta jiwa korsa antar pengurus.
“Orientasi ini penting untuk menyatukan visi dan misi, mengingat pengurus berasal dari berbagai latar belakang organisasi dan kecamatan,” tambah Agil.
Di sisi lain, KNPI Garut turut menyoroti maraknya peredaran obat-obatan keras yang dinilai dapat merusak generasi muda. Meski tidak memiliki kewenangan penindakan, KNPI berkomitmen melawan fenomena tersebut melalui pendekatan edukatif dan program produktif.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembentukan KNPI Institute sebagai wadah pengembangan potensi, bakat, dan kreativitas pemuda di Garut.
“Kami akan terus mendorong pemuda untuk terlibat dalam kegiatan positif dan produktif sebagai upaya mencegah mereka dari aktivitas negatif,” tegasnya.
Rapat pleno ini turut dihadiri jajaran pengurus, di antaranya Sekretaris KNPI Garut Okky Caressa Ginanjar, Bendahara Rendy Destra Apriliando, serta Ketua Harian R. Cepi Muhammad. Kehadiran mereka mencerminkan soliditas organisasi dalam mengawal berbagai program kepemudaan ke depan.
Selain membahas agenda internal, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi pasca Ramadan yang memperkuat nilai kebersamaan dan kolaborasi antar pengurus.
Melalui rapat pleno ini, KNPI Garut optimistis dapat menjalankan peran strategis sebagai wadah berhimpunnya pemuda sekaligus motor penggerak pembangunan daerah yang progresif dan berkelanjutan. (Hil)
Penulis : Hilman
Editor : Tim nusaharianmedia









