HMI Cabang Garut Soroti Keterbatasan DLH, Siap Kawal Solusi Pengelolaan Sampah dan Persoalan Lingkungan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com  – Kamis 16 April 2025, Bidang Lingkungan Hidup (LH) HMI Cabang Garut melaksanakan audiensi strategis dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut. Audiensi ini diterima langsung oleh Kepala Dinas DLH, Jujun Juansyah Nurhakim, dan menjadi forum terbuka dalam membedah persoalan mendasar terkait Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya pada sektor pengelolaan sampah dan kualitas lahan.

 

Dalam forum tersebut, DLH secara terbuka mengakui bahwa kapasitas layanan pengelolaan sampah masih jauh dari ideal. Dari total 42 kecamatan di Kabupaten Garut, baru sekitar 13 kecamatan yang terlayani. Kondisi ini memperlihatkan adanya ketimpangan layanan publik yang serius, di tengah kewajiban masyarakat yang sama dalam membayar pajak.

 

Kepala Dinas DLH Kabupaten Garut, Jujun Juansyah Nurhakim, menyampaikan bahwa keterbatasan tersebut bersumber dari persoalan struktural, terutama pada aspek anggaran, sarana, dan sumber daya manusia.

“Kami tidak menutup mata bahwa pelayanan kami belum maksimal. Keterbatasan armada, SDM, dan dukungan anggaran menjadi tantangan utama. Namun, kami terus berupaya melakukan pembenahan, termasuk merencanakan pembangunan TPA baru di lima titik sebagai langkah strategis ke depan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polres Garut Amankan Dua Pelaku Pencurian dengan Pemberatan 

 

Namun demikian, HMI Cabang Garut menilai bahwa persoalan lingkungan hidup tidak dapat terus dibingkai semata sebagai keterbatasan. Terlebih, dalam konteks pengelolaan keuangan daerah, masih terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) setiap tahunnya, yang menimbulkan pertanyaan serius terkait prioritas kebijakan.

 

Kepala Bidang Lingkungan Hidup HMI Cabang Garut, Rizky Supriyadi, menegaskan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara capaian indikator kinerja dengan realitas di lapangan.

“Kami menghargai keterbukaan DLH, namun harus ditegaskan bahwa keterbatasan tidak bisa terus dijadikan alasan. Ketika lebih dari separuh wilayah belum terlayani dan persoalan sampah masih menjadi keluhan utama masyarakat, maka indikator kinerja yang ada harus dievaluasi secara serius. Jangan sampai kinerja hanya terlihat baik di atas kertas, tetapi lemah dalam implementasi,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Rizky menekankan pentingnya reorientasi kebijakan agar berbasis pada dampak nyata yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar capaian administratif.

 

Senada dengan itu, Wakil Sekretaris Bidang LH HMI Cabang Garut, Walia M., menegaskan bahwa penyelesaian persoalan lingkungan hidup membutuhkan pendekatan kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga :  Harapan Insan Pers Garut di Hari Pers Nasional : Menanti Perubahan,Harapan dan Profesionalisme

“Persoalan sampah dan kerusakan lingkungan adalah isu bersama. Oleh karena itu, kami tidak hanya datang untuk mengkritisi, tetapi juga menawarkan kolaborasi konkret, mulai dari edukasi masyarakat hingga gerakan penghijauan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tetapi juga tidak boleh berjalan tanpa arah yang jelas,” ujarnya.

 

Sebagai bentuk komitmen nyata, HMI Cabang Garut menyatakan kesiapan untuk:

 

– Mengawal secara kritis rencana pembangunan TPA baru di lima titik

– Berkolaborasi dalam program penghijauan berbasis partisipasi masyarakat

– Menginisiasi gerakan edukasi publik terkait pengelolaan sampah

 

Audiensi ini menjadi penegasan bahwa persoalan lingkungan hidup di Kabupaten Garut membutuhkan langkah yang lebih progresif, terukur, dan berorientasi pada hasil nyata.

 

HMI Cabang Garut menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan pemerintah daerah secara konstruktif, demi terwujudnya tata kelola lingkungan hidup yang adil, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Penulis : Hilman

Editor : Tim nusaharianmedia

Berita Terkait

Gebyar Prestasi TK IGTKI 2026 Jadi Ajang Unjuk Bakat dan Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini
Anggaran Besar, Kinerja Dipertanyakan: Diskominfo Garut Disorot Soal Transparansi Informasi
Musrenbang Provinsi Jawa Barat 2026, H. Aceng Malki Tegaskan Ketimpangan Pembangunan di Garut Tak Bisa Dibiarkan
DPC GMNI GARUT GELAR AKSI SOLIDARITAS DAN KECAMAN ATAS TEROR TERHADAP AKTIVIS ANDRIE YUNUS
Kolaborasi DPRD dan Perumda Tirta Intan Garut dalam Upaya Nyata Atasi Kemiskinan Ekstrem Lewat Bantuan Sosial
Anggota Komisi V DPRD Jabar, Aceng Malki, Komitmen Perjuangkan Pendidikan dan Kesejahteraan Warga Garut
Polemik Muscab PPP Garut, Cacan Cahyadi SH Surati DPP, DPW, Bawaslu, dan KPU, Ungkap Potensi Pelanggaran
Kejurda Voli U-18 Resmi Digelar, Ajang Pembinaan Atlet Sekaligus Penggerak Ekonomi
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 19:39 WIB

Gebyar Prestasi TK IGTKI 2026 Jadi Ajang Unjuk Bakat dan Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini

Kamis, 16 April 2026 - 17:00 WIB

HMI Cabang Garut Soroti Keterbatasan DLH, Siap Kawal Solusi Pengelolaan Sampah dan Persoalan Lingkungan

Kamis, 16 April 2026 - 11:26 WIB

Anggaran Besar, Kinerja Dipertanyakan: Diskominfo Garut Disorot Soal Transparansi Informasi

Kamis, 16 April 2026 - 08:22 WIB

Musrenbang Provinsi Jawa Barat 2026, H. Aceng Malki Tegaskan Ketimpangan Pembangunan di Garut Tak Bisa Dibiarkan

Rabu, 15 April 2026 - 20:56 WIB

DPC GMNI GARUT GELAR AKSI SOLIDARITAS DAN KECAMAN ATAS TEROR TERHADAP AKTIVIS ANDRIE YUNUS

Berita Terbaru