Dies Natalis ke-72 GMNI Garut: Tegaskan Komitmen Perjuangan Demokrasi hingga Realita Kemiskinan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Nusaharianmedia.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Garut menggelar refleksi Dies Natalis ke-72 GMNI pada Kamis (16/4/2026) di Gedung Pemuda Garut. Kegiatan ini mengusung tema “Kebebasan Demokrasi & Reforma Agraria: Jalan Panjang Perjuangan Kaum Marhaen.”

 

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan nasional dan aktivis, di antaranya Ketua Umum DPP GMNI Sujahri Somar, Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Delpedro Marhaen, Ketua Dewan Nasional Konsorsium Pembaruan Agraria Yudi Kurnia, serta aktivis HAM dan demokrasi Muzaffar Salim.

 

Rangkaian acara diawali dengan seremoni pada pagi hari dan dilanjutkan dengan diskusi publik pada siang hari. Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi gagasan bagi kader GMNI dan masyarakat dalam meninjau perjalanan perjuangan kaum marhaen, khususnya dalam isu keadilan sosial dan reforma agraria.

 

Dalam sambutannya, Sujahri Somar menegaskan pentingnya konsistensi GMNI sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan nilai-nilai kerakyatan. Ia menyebut, di usia ke-72 tahun, GMNI harus tetap adaptif terhadap dinamika zaman tanpa meninggalkan ideologi marhaenisme.

 

Sementara itu, Yudi Kurnia menyoroti ketimpangan penguasaan tanah yang hingga kini masih menjadi persoalan mendasar bangsa. Menurutnya, reforma agraria harus mampu menghadirkan kepastian hukum sekaligus keadilan bagi masyarakat kecil. Ia juga mengingatkan adanya tantangan terhadap ruang demokrasi yang dinilai semakin menyempit, sehingga kebebasan sipil perlu terus dijaga agar partisipasi masyarakat tidak mengalami kemunduran.

Baca Juga :  Bupati Garut Abdusy Syakur Lantik 6.596 PPPK Paruh Waktu di Alun-Alun Garut, Tegaskan Komitmen dan Penguatan Pelayanan Publik

 

Ketua DPC GMNI Garut, Faza, menegaskan bahwa peringatan Dies Natalis ke-72 GMNI tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan diisi dengan pembahasan substansial terkait kondisi demokrasi, baik di tingkat nasional maupun daerah, serta isu reforma agraria.

 

“Acara ini bukan hanya selebrasi. Hari pertama diisi refleksi dan diskusi, kemudian dilanjutkan dengan gerakan nyata berupa penanaman 1.001 pohon. Ini bentuk komitmen kami bahwa perjuangan tidak berhenti di forum, tetapi berlanjut dalam aksi,” ujarnya.

 

Faza juga menyoroti kondisi sosial masyarakat di Kabupaten Garut yang dinilainya masih memprihatinkan. Ia mengungkapkan masih ditemukannya warga yang hidup dalam keterbatasan, bahkan hingga tidur di emperan toko di kawasan perkotaan.

 

“Kaum marhaen hari ini belum sepenuhnya merdeka. Kita masih melihat kemiskinan di depan mata. Itu yang harus kita bela dan perjuangkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Redistribusi Tanah Bermasalah di Garut, FWPLG Tuding BPN Lalai dan Sarat Maladministrasi

 

Terkait dinamika politik di Kabupaten Garut yang diwarnai isu “dua matahari”, Faza menilai hal tersebut lebih disebabkan oleh kurangnya komunikasi antar pemangku kepentingan, khususnya antara kepala daerah dan wakil kepala daerah.

 

“Bukan soal siapa yang lebih kuat, tetapi komunikasi yang harus diperbaiki. Jika komunikasi berjalan baik, isu seperti itu tidak akan muncul,” katanya.

 

Selain itu, GMNI Garut juga tengah menyiapkan sejumlah kajian strategis dan gerakan advokasi, di antaranya terkait reforma agraria dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Faza turut menyoroti persoalan di sektor pendidikan, khususnya praktik pungutan di sekolah yang dinilai bertentangan dengan semangat pendidikan gratis.

 

“Pendidikan gratis seharusnya benar-benar dirasakan masyarakat. Namun di lapangan masih ada pungutan, baik untuk seragam maupun biaya lainnya. Ini yang harus dibenahi,” pungkasnya.

 

Melalui momentum refleksi 72 tahun ini, GMNI Garut menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah rakyat serta memperjuangkan keadilan sosial bagi kaum marhaen.

Penulis : Hilman

Editor : Tim nusaharianmedia

Berita Terkait

Gebyar Prestasi TK IGTKI 2026 Jadi Ajang Unjuk Bakat dan Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini
HMI Cabang Garut Soroti Keterbatasan DLH, Siap Kawal Solusi Pengelolaan Sampah dan Persoalan Lingkungan
Anggaran Besar, Kinerja Dipertanyakan: Diskominfo Garut Disorot Soal Transparansi Informasi
Musrenbang Provinsi Jawa Barat 2026, H. Aceng Malki Tegaskan Ketimpangan Pembangunan di Garut Tak Bisa Dibiarkan
DPC GMNI GARUT GELAR AKSI SOLIDARITAS DAN KECAMAN ATAS TEROR TERHADAP AKTIVIS ANDRIE YUNUS
Kolaborasi DPRD dan Perumda Tirta Intan Garut dalam Upaya Nyata Atasi Kemiskinan Ekstrem Lewat Bantuan Sosial
Anggota Komisi V DPRD Jabar, Aceng Malki, Komitmen Perjuangkan Pendidikan dan Kesejahteraan Warga Garut
Polemik Muscab PPP Garut, Cacan Cahyadi SH Surati DPP, DPW, Bawaslu, dan KPU, Ungkap Potensi Pelanggaran
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:26 WIB

Dies Natalis ke-72 GMNI Garut: Tegaskan Komitmen Perjuangan Demokrasi hingga Realita Kemiskinan

Kamis, 16 April 2026 - 19:39 WIB

Gebyar Prestasi TK IGTKI 2026 Jadi Ajang Unjuk Bakat dan Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini

Kamis, 16 April 2026 - 17:00 WIB

HMI Cabang Garut Soroti Keterbatasan DLH, Siap Kawal Solusi Pengelolaan Sampah dan Persoalan Lingkungan

Kamis, 16 April 2026 - 11:26 WIB

Anggaran Besar, Kinerja Dipertanyakan: Diskominfo Garut Disorot Soal Transparansi Informasi

Kamis, 16 April 2026 - 08:22 WIB

Musrenbang Provinsi Jawa Barat 2026, H. Aceng Malki Tegaskan Ketimpangan Pembangunan di Garut Tak Bisa Dibiarkan

Berita Terbaru