Nusaharianmedia.com 08 juli 2026 – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kabupaten Garut, dinamika politik internal partai berlambang pohon beringin semakin menghangat. Dukungan terhadap figur yang dinilai layak memimpin DPD Partai Golkar Garut terus bermunculan dari berbagai elemen kader dan organisasi sayap partai.
Kali ini, dukungan secara resmi disampaikan oleh Keluarga Intelektual Muda Partai Golkar (KIM-PG) Kabupaten Garut yang menyatakan komitmennya mendukung Abdusy Syakur Amin sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut.
Ketua KIM-PG Kabupaten Garut, Okky Ceressa, menilai Abdusy Syakur Amin merupakan figur yang memiliki kapasitas kepemimpinan, pengalaman birokrasi, serta kemampuan membangun konsolidasi organisasi yang sangat dibutuhkan Partai Golkar untuk menghadapi berbagai agenda politik ke depan, khususnya Pemilu 2029.
Menurutnya, Partai Golkar membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menyatukan seluruh kekuatan partai, mulai dari tingkat pimpinan hingga akar rumput, sehingga mesin organisasi dapat bergerak secara efektif dan solid.
“Kami dari Keluarga Intelektual Muda Partai Golkar Kabupaten Garut dengan tegas menyatakan dukungan kepada Bapak Abdusy Syakur Amin untuk memimpin DPD Partai Golkar Garut. Beliau memiliki figur kepemimpinan yang kuat dan kapasitas untuk mengonsolidasikan seluruh potensi Partai Golkar dalam menghadapi agenda politik ke depan,” ujar Okky, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan, pengalaman Abdusy Syakur Amin sebagai seorang teknokrat menjadi modal penting dalam membangun tata kelola organisasi yang lebih modern, profesional, dan berbasis perencanaan strategis. Menurutnya, pendekatan tersebut akan memperkuat proses kaderisasi, meningkatkan efektivitas komunikasi internal, sekaligus memperbesar peluang kemenangan Partai Golkar pada kontestasi politik mendatang.
“Kepemimpinan yang memiliki pengalaman birokrasi dan kemampuan manajerial akan menjadi nilai tambah bagi Partai Golkar. Kami melihat Pak Syakur memiliki kemampuan menyusun strategi politik yang terukur, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan tetap berorientasi pada kepentingan organisasi,” katanya.
Lebih lanjut, Okky menilai Abdusy Syakur Amin telah mencapai kematangan baik secara personal maupun politik. Kondisi tersebut diyakini akan menjadikan kepemimpinannya lebih objektif, inklusif, serta mampu mengakomodasi seluruh potensi kader tanpa diwarnai kepentingan pribadi.
“Beliau sudah selesai dengan dirinya sendiri. Karena itu, beliau akan lebih luwes, lebih leluasa, dan lebih fokus dalam membesarkan Partai Golkar tanpa dibebani kepentingan-kepentingan pribadi,” ungkapnya.
Menurut Okky, Musda DPD Partai Golkar Kabupaten Garut bukan hanya menjadi agenda rutin pergantian kepengurusan, melainkan momentum penting untuk menentukan arah kebijakan organisasi dalam lima tahun mendatang. Karena itu, seluruh kader diharapkan mengedepankan semangat persatuan dan musyawarah demi menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa Partai Golkar semakin kuat dan kompetitif.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar Partai Golkar agar menjadikan Musda sebagai ruang demokrasi yang sehat, dengan tetap menjaga soliditas organisasi serta menghindari perpecahan yang dapat menghambat proses konsolidasi partai.
“Kami berharap seluruh kader tetap menjaga kebersamaan, mengedepankan semangat musyawarah, dan memilih pemimpin yang benar-benar mampu memperkuat soliditas organisasi serta meningkatkan daya saing Partai Golkar di Kabupaten Garut,” tuturnya.
KIM-PG optimistis, apabila Abdusy Syakur Amin dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Garut, maka proses konsolidasi internal akan berjalan lebih efektif sehingga partai memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi Pemilu 2029.
“Kami meyakini di bawah kepemimpinan Abdusy Syakur Amin, Golkar Garut akan lebih siap menghadapi Pemilu 2029 dan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan politik utama di Kabupaten Garut,” pungkas Okky.
Dukungan dari KIM-PG ini menambah daftar elemen internal Partai Golkar yang telah menyatakan sikap menjelang Musda DPD Partai Golkar Kabupaten Garut. Situasi tersebut menunjukkan semakin dinamisnya proses demokrasi internal partai dalam menentukan figur yang akan memimpin organisasi untuk periode mendatang sekaligus menjadi nahkoda konsolidasi menuju agenda politik 2029.
Editor : Redaksi nusharianmedia









