Mulyani,Perempuan Tina Wicara yang Tabah Bertahan Hidup Tanpa Suami

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 Januari 2025 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Dalam kesederhanaan hidupnya, Mulyani (39), seorang perempuan tuna wicara asal Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat,menjadi contoh nyata ketabahan dan kekuatan. Setelah bercerai sama suaminya beberapa tahun lalu, Mulyani harus berjuang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tidak adanya kemampuan berbicara tak membuatnya patah semangat. Mulyani mengandalkan kemahirannya dalam menjahit pakaian untuk memperoleh penghasilan. Dengan mesin jahit sederhana yang ia miliki, Mulyani menerima pesanan dari warga sekitar yang menghargai kerja keras dan dedikasinya.

“Meski punya keterbatasan, Mulyani tidak pernah mengeluh. Dia selalu terlihat sibuk dengan pekerjaannya, dan hasil jahitannya pun rapi,” ujar seorang tetangga, Ani (45), yang sering memesan jasa jahit darinya. Senin, (27/01/2025).

Selain menjahit, Mulyani juga rajin menanam sayuran di pekarangan rumahnya. Hasil kebun kecil itu kerap dijual ke pasar atau dibarter dengan kebutuhan pokok lainnya. Tetangga dan kerabatnya tak jarang membantu, namun Mulyani menolak bergantung sepenuhnya pada orang lain.

“Dia adalah perempuan yang kuat dan inspiratif. Meski banyak cobaan hidup, dia tetap mandiri dan penuh semangat,” kata salah Seorang Tokoh Masyarakat Dirman (63) yang beralamatkan di jalan raya Cipanas Baru, RT 05 RW 02, Desa Langensari, Kecamatan Tarogong Kaler.

Menurutnya, Kisah hidup Mulyani menjadi pelajaran penting tentang bagaimana keterbatasan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk menjalani hidup. Dengan semangat dan kerja keras, Mulyani membuktikan bahwa ketabahan mampu membawa seseorang melewati segala kesulitan.

“Mulyani, yang kini tinggal bersama kedua anaknya, terus berjuang dan memberikan inspirasi bagi banyak orang di desanya. Keteguhan hatinya mengajarkan bahwa tidak ada halangan yang terlalu besar jika dihadapi dengan tekad yang kuat,” tandasnya. (DIX)

Baca Juga :  Jum'at Berkah Sipropam Polres Garut Laksanakan Giat Bansos

Berita Terkait

Hadiri “Perempuan Berbicara”, Kepala DPPKBPPPA Garut Dorong Keterlibatan Aktif Perempuan dan Tekankan Kolaborasi untuk Pemberdayaan Perempuan
KAMMI Garut Serukan Penguatan Moralitas, Ketahanan Sosial, dan Perlindungan Generasi Muda
Reses H. Iden Sambas di Sukakarya, Hadirkan Dinsos Beri Solusi Desil dan BPJS Nonaktif, Infrastruktur serta Pemberdayaan Ekonomi Jadi Prioritas Aspirasi
DPPKBPPPA Garut Beri Pendampingan Intensif Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Ustad di Samarang 
Reses Masa Sidang III, Fahadz Fauzi Pastikan Aspirasi Warga Diperjuangkan hingga Terealisasi
* Reses DPRD Jangan Cuma Formalitas, Rakyat Menanti Bukti Kerja” Datang Saat Reses, Hilang Saat Aspirasi Ditagih.
Dinkes Garut Apresiasi 41 Apoteker Baru Lulusan Uniga, Angin Segar bagi Sektor Kesehatan Daerah
Reses Yudha Puja Turnawan Hadirkan Solusi Nyata bagi Warga: Layanan Publik, Bantuan Korban Kebakaran, dan Advokasi BPJS
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:32 WIB

Hadiri “Perempuan Berbicara”, Kepala DPPKBPPPA Garut Dorong Keterlibatan Aktif Perempuan dan Tekankan Kolaborasi untuk Pemberdayaan Perempuan

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:25 WIB

KAMMI Garut Serukan Penguatan Moralitas, Ketahanan Sosial, dan Perlindungan Generasi Muda

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:15 WIB

Reses H. Iden Sambas di Sukakarya, Hadirkan Dinsos Beri Solusi Desil dan BPJS Nonaktif, Infrastruktur serta Pemberdayaan Ekonomi Jadi Prioritas Aspirasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:39 WIB

DPPKBPPPA Garut Beri Pendampingan Intensif Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Ustad di Samarang 

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:27 WIB

Reses Masa Sidang III, Fahadz Fauzi Pastikan Aspirasi Warga Diperjuangkan hingga Terealisasi

Berita Terbaru