Inilah Anthell : Band Metal Garut dengan Sentuhan Etnik Ciri Khas Sunda Buhun

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 28 Februari 2025 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Kabupaten Garut, Jawa Barat kembali melahirkan musisi berbakat di skena musik cadas. Anthell, band metal asal kota ini, hadir dengan konsep unik yang menggabungkan distorsi berat dengan sentuhan alat musik tradisional khas Sunda Buhun. Identitas budaya yang kuat menjadi pembeda bagi Anthell di antara band metal lainnya.

Band ini digawangi oleh Gaga (vokal), Cepi Alexander (bass), Yoga (gitar), Abe (gitar), serta musisi tambahan di posisi drum. Dalam perjalanan bermusiknya, Anthell telah tampil di berbagai panggung besar, baik di Garut maupun di luar kota. Ciri khas mereka tidak hanya terletak pada musik yang menghentak, tetapi juga pada lirik berbahasa Sunda yang sarat akan nuansa mistis dan kearifan lokal.

Sejauh ini, Anthell telah menciptakan tujuh lagu, dengan salah satu yang paling fenomenal berjudul “Supot Bacot”. Lagu ini menjadi favorit penggemar karena liriknya yang satir, menggambarkan sosok yang banyak bicara tentang dukungan terhadap acara musik, tetapi nyatanya hanya omong kosong belaka.

Di sisi lain, ada keunikan tema lagu ini membuatnya selalu menjadi lagu yang paling sering diminta saat mereka tampil.

Tidak berhenti di situ, Anthell juga tengah menyiapkan proyek besar. Tahun ini, mereka berencana mengadakan sebuah event musik yang akan menghadirkan band metal dari luar negeri ke Kabupaten Garut.

Langkah ini diharapkan bisa semakin mengangkat nama Garut dalam kancah musik cadas nasional maupun internasional.

Dengan perpaduan metal yang agresif dan kearifan budaya Sunda Buhun, Anthell bukan sekadar band biasa, melainkan representasi dari semangat dan identitas musik Garut yang terus berkembang. (Eldy)

Baca Juga :  Penghargaan atas Dedikasi dan Integritas: Kapolri Naikan Pangkat 17 Perwira Tinggi,6 Orang Menyandang Gelar Irjen Baru

Berita Terkait

HUT ke-53 PDI Perjuangan di Garut: Doa Bersama, Potong Tumpeng, dan Penegasan Arah Politik Penyeimbang
Anak Sekolah Jadi Korban Keterlambatan Berulang, Dapur SPPG Bojong Banjarwangi Didesak Dievaluasi
Ketua KADIN Garut Bantah Mukab Rekonsiliasi, Tegaskan Kepengurusan Resmi dan Nyatakan Mukab Versi Lain Tidak Sah
Ayam Akhir Zaman (AAZ) Konsisten Hadirkan Fried Chicken Lokal Terjangkau di Berbagai Titik Garut
Limbah Kulit Sukaregang Disulap Jadi Pupuk, Owner Mandraguna Jawab Keluhan Warga Sungai Garut
Menuju Pertanian Berkelanjutan Nasional, PT Mandraguna Pusaka Indonesia Terima Kunjungan Gus Bendot Dorong Pertanian Organik Ramah Lingkungan
Pemkab Garut Abai! Bangunan Sekolah Lapuk Dibiarkan, Siswa MI Darul Hikmah Bertaruh Nyawa Belajar di Tenda Darurat
Isak Tangis di Depan Sekolah Terkunci: Pemkab Garut Dinilai Abai, Pendidikan YBHM Jadi Korban Sengketa Wakaf
Berita ini 121 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:44 WIB

HUT ke-53 PDI Perjuangan di Garut: Doa Bersama, Potong Tumpeng, dan Penegasan Arah Politik Penyeimbang

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:58 WIB

Anak Sekolah Jadi Korban Keterlambatan Berulang, Dapur SPPG Bojong Banjarwangi Didesak Dievaluasi

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:08 WIB

Ketua KADIN Garut Bantah Mukab Rekonsiliasi, Tegaskan Kepengurusan Resmi dan Nyatakan Mukab Versi Lain Tidak Sah

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:43 WIB

Ayam Akhir Zaman (AAZ) Konsisten Hadirkan Fried Chicken Lokal Terjangkau di Berbagai Titik Garut

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:26 WIB

Limbah Kulit Sukaregang Disulap Jadi Pupuk, Owner Mandraguna Jawab Keluhan Warga Sungai Garut

Berita Terbaru