Nusaharianmedia.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Kabupaten Garut menggelar Garut Hebat Fest: Festival Bintang Vokalis, Gambus, dan Qasidah Rebana Klasik Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten Garut, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Selasa (7/7/2026). Festival yang berlangsung selama dua hari, 7–8 Juli 2026, ini menjadi ajang pelestarian seni budaya Islam sekaligus wadah pembinaan dan pencarian bibit-bibit berbakat di bidang seni musik Islami.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Garut, Dr. Ir. Abdusy Syakur Amin, serta dihadiri Ketua Umum DPW LASQI Nusantara Jaya Provinsi Jawa Barat KH. Maman Imanul Haq, Ketua Umum DPP LASQI Nusantara Jaya Jazlul Fawaid, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat H. Dudu Rohman, Sekretaris Jenderal DPP LASQI Nusantara Jaya H. Inu Aminudin, Ketua DPD LASQI Kabupaten Garut H. Iden Sambas, S.Pd.I., Ketua DPRD Kabupaten Garut Aris Munandar, S.Pd., Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut H. Subhan Fahmi, S.IP., serta tamu undangan lainnya.
Sebanyak 88 peserta dari 18 kabupaten/kota di Jawa Barat mengikuti festival ini. Rinciannya, 18 grup tampil pada kategori Qasidah Rebana Klasik, sementara 70 peserta mengikuti kategori Bintang Vokalis. Selain itu, festival juga mempertandingkan cabang seni Gambus.
Dalam sambutannya, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengapresiasi penyelenggaraan festival yang dinilai mampu memperkuat identitas budaya masyarakat Garut melalui seni musik bernuansa Islami. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana pendidikan budaya bagi generasi muda agar semakin mencintai warisan seni daerah.
“Ini adalah salah satu budaya yang terus kita dorong agar terus berkembang dan mendidik anak kita supaya lebih mencintai budayanya. Keunggulan identitas masyarakat Garut adalah seni budaya yang berbasis dan bernuansa Islami. Kami berharap kegiatan ini juga dapat mendorong aktivitas ekonomi di Kabupaten Garut,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Garut juga mendorong agar perlombaan seni musik Islami dapat diselenggarakan secara berkelanjutan. Bahkan, pihaknya telah mengusulkan kepada Kementerian Agama agar kompetisi seni Islami dapat menjadi bagian dari kegiatan antarsekolah sebagai upaya pembinaan karakter dan pengembangan bakat generasi muda.
Sementara itu, Ketua Umum DPW LASQI Nusantara Jaya Provinsi Jawa Barat, KH. Maman Imanul Haq, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Garut dalam mendukung pengembangan seni qasidah. Menurutnya, Garut merupakan salah satu daerah yang konsisten membangun ekosistem seni musik Islami sehingga mampu melahirkan prestasi di tingkat nasional.
“Saya merasa bangga ketika berkunjung ke berbagai daerah seperti Kalimantan, Sumatera, maupun Lombok. Saya selalu mengatakan bahwa di Jawa Barat ada Garut, yang pemerintah daerahnya memberikan dukungan penuh terhadap pembinaan seni qasidah. Dari sinilah lahir kaderisasi melalui festival dan perlombaan hingga berhasil menjadi juara di tingkat nasional,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa seni qasidah tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media dakwah yang mampu menyampaikan nilai-nilai keislaman melalui pendekatan seni dan budaya.
Ketua DPD LASQI Kabupaten Garut, H. Iden Sambas, S.Pd.I., menjelaskan bahwa festival tahun ini mengusung tema “Mari Kita Kembangkan Musik Islami untuk Mewujudkan Masyarakat yang Madani.” Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menemukan sekaligus membina generasi muda yang memiliki potensi di bidang seni musik Islami.
“Untuk kategori qasidah rebana ada 18 peserta, sedangkan bintang vokalis diikuti 70 peserta. Perlombaan berlangsung selama dua hari. Hari pertama mempertandingkan qasidah rebana klasik, sedangkan hari kedua dilanjutkan dengan kategori bintang vokalis dan gambus,” jelasnya.
Iden menegaskan bahwa penyelenggaraan festival bukan semata-mata berorientasi pada kompetisi, melainkan bagian dari komitmen LASQI dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya Islami di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, LASQI Garut secara konsisten menyelenggarakan festival setiap tahun, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, sebagai sarana pembinaan bagi generasi muda yang memiliki minat dan bakat di bidang seni vokal religi serta qasidah.
“Kalau tidak ada festival, kita tidak akan mengetahui potensi anak-anak dan remaja di bidang tarik suara. Karena itu kami terus berupaya mengadakan festival sebagai wadah pembinaan,” katanya.
Ia menambahkan, pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan selama ini telah membuahkan prestasi membanggakan. Kabupaten Garut berhasil meraih juara umum LASQI tingkat nasional selama tiga tahun berturut-turut (hattrick), sekaligus menjadi juara umum LASQI tingkat Provinsi Jawa Barat.
Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi LASQI Garut untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan di berbagai cabang seni Islami, mulai dari qasidah, rebana, gambus, hingga seni vokal religi. Melalui Garut Hebat Fest 2026, LASQI berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan bakat di bidang seni budaya Islam, mampu berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional, serta ikut menjaga kelestarian seni budaya Islami sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.
Selain menjadi ajang kompetisi, festival ini juga diharapkan mampu memperkuat eksistensi seni musik Islami di Kabupaten Garut sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif melalui meningkatnya kunjungan peserta dan masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Barat. (Hilman)
Penulis : Hilman
Editor : Redaksi nusharianmedia









