Jumlah Korban Pelecehan Oknum Dokter di Garut Bertambah, Kasatreskrim Polres Garut: Saat Ini Jadi Lima Orang

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 22 April 2025 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum dokter kandungan berinisial MSF (33) di sebuah klinik kesehatan di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus berkembang. Hingga Selasa (22/04/2025), jumlah korban yang melaporkan kejadian tidak senonoh tersebut resmi bertambah menjadi lima orang.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Kasatreskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin, S.H., yang menyebutkan bahwa tiga korban baru telah melapor ke Polres Garut dalam beberapa hari terakhir, menyusul dua korban sebelumnya, termasuk korban yang sempat menghebohkan publik melalui unggahan di media sosial.

“Hingga hari ini, total korban yang telah melapor sebanyak lima orang. Salah satunya adalah korban yang kasusnya sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu,” ujar AKP Joko kepada wartawan di Mapolres Garut.

AKP Joko menyampaikan bahwa pihaknya saat ini masih terus mendalami laporan-laporan yang masuk, memeriksa para saksi, serta mengumpulkan alat bukti guna mengungkap secara utuh kronologi peristiwa serta kemungkinan adanya korban tambahan lainnya.

“Kami bergerak cepat dan serius dalam menangani kasus ini. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pengumpulan barang bukti terus kami lakukan secara profesional. Tidak menutup kemungkinan akan ada korban lain yang menyusul melapor,” tegasnya.

Menurut informasi yang dihimpun, modus yang dilakukan oleh pelaku MSF berkaitan dengan praktik profesinya sebagai dokter kandungan. Dugaan pelecehan terjadi saat pelaku sedang menangani pasien di ruang praktik klinik tempat ia bekerja. Beberapa korban mengaku mendapat perlakuan tidak pantas yang tidak sesuai dengan standar pemeriksaan medis.

Polres Garut memastikan bahwa kasus ini akan ditangani secara tuntas. AKP Joko juga menegaskan bahwa pihaknya menjunjung tinggi hak dan perlindungan terhadap para korban. Ia mengimbau agar masyarakat yang merasa mengalami hal serupa atau memiliki informasi, untuk segera melapor.

“Kami memahami bahwa ini bukan perkara mudah bagi korban untuk berbicara. Tapi kami pastikan bahwa identitas korban akan dirahasiakan, dan perlindungan hukum akan kami berikan secara maksimal,” ucap AKP Joko.

Dalam upaya membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat, Polres Garut telah menyediakan nomor layanan pengaduan khusus melalui aplikasi WhatsApp di nomor 081113404040. Melalui nomor ini, masyarakat bisa menyampaikan informasi, aduan, atau permohonan bantuan hukum dengan jaminan kerahasiaan identitas.

Kasus ini telah menjadi perhatian publik dan mendorong banyak pihak untuk menyerukan pentingnya pengawasan serta penguatan sistem pengaduan bagi pasien, khususnya perempuan, yang menjadi kelompok rentan dalam konteks pelayanan kesehatan.

Hingga saat ini, oknum dokter MSF masih menjalani proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut. Pihak Polres Garut menyatakan bahwa proses penanganan kasus akan dilakukan secara transparan dan berdasarkan prinsip keadilan bagi para korban. (DIX)

Baca Juga :  Dari Ladang Ke Layar Digital, Sipink Siap Guncang Garut Lewat Kolaborasi Bersama RAN7

Berita Terkait

“H. Aten Munajat Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga, BPJS dan Pendidikan Jadi Prioritas”
Hadiri Penyerahan LHP BPK, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Tegaskan Opini WTP Harus Berdampak pada Pelayanan Publik dan Pembangunan Daerah
Diduga Toko Obat Ilegal Edarkan Tramadol dan Benzodiazepine, Warga Desak Aparat Bertindak
West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi
Sosialisasi Super Apps SAGARUT, Optimalkan Akses dan Satukan Layanan Publik dalam Satu Genggaman
TAK ADA ANGGARAN DI APBD 2026, PEMBANGUNAN SEKOLAH RAKYAT GARUT TERANCAM TERTUNDA, ANGGOTA KOMISI IV DPRD MINTA PEMKAB TERBUKA
Anggota DPRD Garut Yudha Puja Turnawan Wujudkan Nilai Pancasila Lewat Aksi Kemanusiaan, Hidupkan Semangat Gotong Royong di Hari Lahir Bung Karno Melalui Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis
Dugaan Beking Peredaran Obat Keras Ilegal Mengemuka, Intimidasi Pelapor Dikecam
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:01 WIB

“H. Aten Munajat Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga, BPJS dan Pendidikan Jadi Prioritas”

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:40 WIB

Hadiri Penyerahan LHP BPK, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Tegaskan Opini WTP Harus Berdampak pada Pelayanan Publik dan Pembangunan Daerah

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:25 WIB

Diduga Toko Obat Ilegal Edarkan Tramadol dan Benzodiazepine, Warga Desak Aparat Bertindak

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:27 WIB

West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:44 WIB

Sosialisasi Super Apps SAGARUT, Optimalkan Akses dan Satukan Layanan Publik dalam Satu Genggaman

Berita Terbaru

Uncategorized

West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi

Rabu, 10 Jun 2026 - 21:27 WIB