Nusaharianmedia.com 25 April 2056 – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terus mendorong penguatan kapasitas fiskal daerah dengan mengoptimalkan pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD). Upaya ini diperkuat melalui kolaborasi strategis dengan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Kepala BPKAD Kabupaten Garut, Saepul Hidayat, S.STP., M.Si., M.Ak menegaskan bahwa paradigma pengelolaan aset daerah kini tengah diarahkan ke pendekatan yang lebih produktif dan bernilai ekonomi. Menurutnya, optimalisasi BMD tidak lagi sekadar berfokus pada aspek administratif, fisik, dan legal, melainkan harus mampu mendorong peningkatan nilai ekonomi aset melalui manajemen berbasis kinerja.
“Penguatan tata kelola BMD harus diarahkan pada perubahan paradigma dari asset administrator menuju asset manager, sehingga aset daerah dapat menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan pendapatan daerah maupun efisiensi belanja,” ujarnya.
Ia mengakui, hingga saat ini masih terdapat sejumlah aset daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal atau mengalami idle capacity. Selain itu, integrasi pendekatan ekonomi dalam perencanaan pemanfaatan aset dinilai masih perlu diperkuat agar lebih komprehensif dan terukur.
Sebagai langkah konkret, BPKAD Garut tengah menyusun kajian Highest and Best Use (HBU), yaitu analisis untuk menentukan pemanfaatan aset paling optimal dari sisi teknis, legal, finansial, dan pasar. Kajian ini diharapkan menjadi dasar dalam merancang skema pemanfaatan aset yang tidak hanya akuntabel, tetapi juga memiliki kelayakan ekonomi yang kuat.
Dalam implementasinya, kolaborasi dengan LMAN memberikan nilai tambah signifikan, terutama melalui dukungan metodologi serta praktik terbaik dalam pengelolaan aset. LMAN juga menyediakan layanan advisory yang mencakup penyusunan studi kelayakan (feasibility study), analisis pasar, hingga perancangan skema kerja sama yang implementatif.
Secara makro, Saepul menilai optimalisasi BMD menjadi langkah penting di tengah dinamika ekonomi daerah yang cenderung melambat. Oleh karena itu, inovasi dalam menciptakan sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak.
Pemanfaatan aset daerah, lanjutnya, dapat dilakukan melalui berbagai skema seperti sewa, Kerja Sama Pemanfaatan (KSP), maupun bentuk kemitraan lainnya yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan aset.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses optimalisasi akan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip good governance, meliputi transparansi, akuntabilitas, efisiensi, serta kepastian hukum.
“Optimalisasi BMD bukan hanya bertujuan meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga memastikan bahwa aset publik dikelola secara profesional, memberikan manfaat ekonomi dan sosial, serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah secara berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Garut menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah, sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi fiskal yang mandiri dan berdaya saing.
Penulis : Hilman
Editor : Tim nusaharianmedia









