Pembangunan Berbasis Lingkungan, Tedi Sutardi : Tekankan Pentingnya Kajian Strategis

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 Januari 2025 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, Analisnews.co.id – Ketua Lingkungan Anak Bangsa, Tedi Sutardi, menyoroti urgensi penerapan kajian strategis dalam mewujudkan pembangunan berbasis lingkungan. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan pemerintah harus dilihat sebagai upaya edukasi dan pengawasan agar pembangunan tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Tedi menggarisbawahi tantangan utama berupa keseimbangan antara pemanfaatan kawasan dan prinsip keberlanjutan. Ia menyayangkan kecenderungan meniru model pembangunan dari wilayah lain tanpa mempertimbangkan kondisi lokal, termasuk pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

“KLHS adalah instrumen vital, bukan sekadar formalitas administrasi, tetapi panduan untuk memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan,” ujarnya. Rabu,(01/01/2024).

Sebagai alat analisis yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, KLHS bertujuan mengkaji dampak kebijakan terhadap lingkungan, mencari alternatif yang ramah lingkungan, dan memberikan rekomendasi yang mendukung pengambilan keputusan.

Lebih lanjut, Tedi menegaskan bahwa KLHS mampu menjaga daya dukung dan daya tampung lingkungan, mencegah kerusakan ekosistem, serta meminimalkan dampak negatif pembangunan. Ia juga menekankan pentingnya kebijakan yang sesuai realitas lokal agar pembangunan lebih efektif dan relevan.

“Kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan menjadi kunci. Pembangunan harus mengutamakan manfaat ekonomi sekaligus melindungi lingkungan demi keberlanjutan bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Melalui pendekatan strategis berbasis lingkungan, Tedi berharap pembangunan masa depan dapat memberikan manfaat nyata tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. (Red)

Baca Juga :  PESOKAB 2025 Resmi Digelar, Diikuti 236 Atlet SLB, Jadi Ajang Seleksi Menuju PESODA Jawa Barat

Berita Terkait

HUT ke-53 PDI Perjuangan di Garut: Doa Bersama, Potong Tumpeng, dan Penegasan Arah Politik Penyeimbang
Anak Sekolah Jadi Korban Keterlambatan Berulang, Dapur SPPG Bojong Banjarwangi Didesak Dievaluasi
Ketua KADIN Garut Bantah Mukab Rekonsiliasi, Tegaskan Kepengurusan Resmi dan Nyatakan Mukab Versi Lain Tidak Sah
Ayam Akhir Zaman (AAZ) Konsisten Hadirkan Fried Chicken Lokal Terjangkau di Berbagai Titik Garut
Limbah Kulit Sukaregang Disulap Jadi Pupuk, Owner Mandraguna Jawab Keluhan Warga Sungai Garut
Menuju Pertanian Berkelanjutan Nasional, PT Mandraguna Pusaka Indonesia Terima Kunjungan Gus Bendot Dorong Pertanian Organik Ramah Lingkungan
Pemkab Garut Abai! Bangunan Sekolah Lapuk Dibiarkan, Siswa MI Darul Hikmah Bertaruh Nyawa Belajar di Tenda Darurat
Isak Tangis di Depan Sekolah Terkunci: Pemkab Garut Dinilai Abai, Pendidikan YBHM Jadi Korban Sengketa Wakaf
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:44 WIB

HUT ke-53 PDI Perjuangan di Garut: Doa Bersama, Potong Tumpeng, dan Penegasan Arah Politik Penyeimbang

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:58 WIB

Anak Sekolah Jadi Korban Keterlambatan Berulang, Dapur SPPG Bojong Banjarwangi Didesak Dievaluasi

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:08 WIB

Ketua KADIN Garut Bantah Mukab Rekonsiliasi, Tegaskan Kepengurusan Resmi dan Nyatakan Mukab Versi Lain Tidak Sah

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:43 WIB

Ayam Akhir Zaman (AAZ) Konsisten Hadirkan Fried Chicken Lokal Terjangkau di Berbagai Titik Garut

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:26 WIB

Limbah Kulit Sukaregang Disulap Jadi Pupuk, Owner Mandraguna Jawab Keluhan Warga Sungai Garut

Berita Terbaru