Nusaharianmedia.com 09 Januari 2026 — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, Ayi Suryana, SE, menyampaikan ucapan Selamat Hari Pers Nasional (HPN) kepada seluruh insan pers di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pers merupakan pilar bangsa yang memiliki peran strategis dalam menjaga demokrasi dan mencerdaskan kehidupan masyarakat.
Menurut Ayi Suryana, pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penjaga akal sehat publik. Melalui kerja jurnalistik yang profesional, pers memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar, jujur, dan berimbang.
Ia menilai bangsa yang kuat hanya dapat dibangun di atas fondasi rakyat yang cerdas dan kritis. Kondisi tersebut, kata dia, tidak akan terwujud tanpa keberadaan pers yang bebas, independen, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.
“Rakyat yang cerdas lahir dari informasi yang sehat. Karena itu, pers harus diberi ruang seluas-luasnya untuk bekerja secara kritis tanpa tekanan maupun intervensi,” ujarnya.
Ayi Suryana menegaskan bahwa segala bentuk pembungkaman, pembatasan, atau intimidasi terhadap pers merupakan tindakan yang bertentangan dengan semangat demokrasi dan nilai-nilai kebangsaan yang dijunjung tinggi.
“Pers bukan musuh kekuasaan. Pers adalah mitra kontrol yang justru berperan menjaga agar kekuasaan tetap berjalan di jalur kepentingan rakyat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi nyata—bukan sekadar formalitas—antara pemerintah, lembaga legislatif, dan insan pers. Sinergi tersebut harus dibangun atas dasar keterbukaan, saling menghormati peran, serta komitmen terhadap kebenaran.
Ayi Suryana mengingatkan bahwa informasi yang sehat merupakan fondasi utama kepercayaan publik. Tanpa pers yang kuat dan independen, masyarakat akan mudah terjebak dalam hoaks, propaganda, dan kepentingan sempit yang merugikan bangsa.
Dalam momentum Hari Pers Nasional ini, Ayi Suryana menyampaikan harapannya agar insan pers terus menjaga idealisme, integritas, dan keberanian dalam mengungkap fakta, terutama yang menyangkut kepentingan publik. Ia juga berharap pers tetap berpihak pada nilai keadilan sosial, kemanusiaan, serta suara rakyat kecil yang kerap terpinggirkan.
“Kepada insan pers, teruslah menjadi lentera di tengah kegelapan informasi. Kepada para pemangku kebijakan, bukalah ruang kritik seluas-luasnya. Demokrasi hanya akan tumbuh sehat bila pers diberi kebebasan untuk bekerja dengan jujur dan bertanggung jawab,” pesannya.
“Menjaga pers berarti menjaga masa depan bangsa. Melemahkan pers berarti membiarkan rakyat berjalan dalam gelap,” pungkasnya. (Hil)









