Program MBG Perlu Penyesuaian untuk Cegah Kenaikan Harga Pangan di Garut

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 28 November 2025 – Sebuah kajian mendalam mengungkapkan bahwa implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah memicu lonjakan harga dan potensi kelangkaan komoditas pangan utama, khususnya telur dan daging ayam. Kajian ini menyoroti perlunya evaluasi dan penyesuaian strategi implementasi program untuk meminimalkan dampak negatif terhadap masyarakat dan pelaku usaha lokal.

 

Kajian yang dilakukan oleh tim independen yang tergabung pada Pusat Kajian dan Advokasi Ekonomi Merah Putih ini menemukan bahwa sejak dimulainya program MBG pada pertengahan Januari 2025, terjadi kenaikan harga yang signifikan pada komoditas pangan di pasar tradisional Garut. Telur ayam mengalami kenaikan sebesar 13.3%, daging ayam ras naik 13.2%, minyak goreng kemasan naik 8.3%, dan beras medium naik 4.0%.

 

“Lonjakan permintaan yang tiba-tiba akibat program MBG, ditambah dengan spekulasi pasar dan ketergantungan pada pasokan luar daerah, menjadi faktor utama penyebab kenaikan harga ini,” ujar Risman Nuryadi salah satu tim peneliti.

Baca Juga :  LIBAS Peringatkan : Garut dalam Status Darurat Sampah, Kebijakan Lingkungan Mendesak Diperbaiki

 

Dampak dari kenaikan harga ini dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah yang mengalami penurunan daya beli dan terpaksa melakukan substitusi menu makanan. Pengusaha kuliner UMKM juga mengalami kesulitan akibat peningkatan biaya operasional dan tergerusnya margin keuntungan.

 

Kajian ini merekomendasikan beberapa langkah mitigasi yang perlu segera diambil oleh pemerintah daerah, antara lain:

 

1. Evaluasi dan Penyesuaian Skala Program: Melakukan kajian ulang terhadap skala program MBG untuk disesuaikan dengan kapasitas produksi dan pasokan komoditas pangan lokal.

 

2. Penguatan Rantai Pasokan Lokal: Memberikan dukungan kepada peternak dan petani lokal untuk meningkatkan produksi dan kualitas komoditas pangan, serta memfasilitasi kerjasama antara produsen lokal dengan program MBG.

 

3. Pengendalian Harga dan Distribusi: Melakukan pemantauan intensif terhadap harga dan distribusi komoditas pangan, serta menindak tegas praktik spekulasi yang merugikan masyarakat.

Baca Juga :  RSUD dr. Slamet Gelar Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing Peringati Hari Kesehatan Nasional ke-61

 

4. Diversifikasi Menu MBG: Mengembangkan menu MBG yang lebih beragam dengan memanfaatkan sumber protein alternatif yang lebih terjangkau dan tersedia di daerah Garut.

 

5. Komunikasi Publik yang Efektif: Memberikan informasi yang transparan dan akurat kepada masyarakat mengenai program MBG, termasuk dampak dan upaya mitigasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

 

“Program MBG memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan gizi anak-anak kita. Namun, implementasinya harus dilakukan dengan cermat dan terukur agar tidak menimbulkan dampak negatif yang lebih besar bagi masyarakat dan perekonomian lokal,” tegas Risman.

 

Pemerintah Kabupaten Garut diharapkan dapat segera menindaklanjuti rekomendasi dari kajian ini untuk memastikan program MBG dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh masyarakat Garut. (Hil)

Berita Terkait

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Estafet Kepemimpinan Polri Berganti
Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Estafet Kepemimpinan Polri Berganti

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru