TPT Baru Sebulan Dibangun Ambruk, Proyek Aspirasi DPRD Disorot Warga

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 10 februari 2026 — Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kampung lampuyang Desa Karangpawitan, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, menuai sorotan tajam warga. Pasalnya, proyek yang baru rampung sekitar satu bulan tersebut dilaporkan telah mengalami kerusakan serius hingga ambruk di sejumlah titik.

Kondisi ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat, terutama terkait kualitas pengerjaan, perencanaan teknis, serta pengawasan pelaksanaan proyek. Warga menilai, bangunan fisik yang baru selesai seharusnya tidak mengalami kerusakan fatal apabila dikerjakan sesuai standar konstruksi dan spesifikasi teknis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, proyek TPT tersebut diduga bersumber dari anggaran aspirasi anggota DPRD, bukan dari Dana Desa maupun program Hari Jadi Desa. Namun demikian, dalam proses perencanaan dan pelaksanaannya, proyek ini dinilai minim koordinasi dengan unsur pemerintahan desa.

Mengacu pada papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pembangunan TPT tersebut tercatat sebagai kegiatan Peningkatan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) di bawah naungan Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Garut, dengan lokasi pekerjaan di Kampung Lampuyang, Desa Karangpawitan.

Baca Juga :  Transparansi Dipertanyakan, Proyek Kober Al-Ikhwan Banjarwangi Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Salah seorang warga berinisial (S) mengungkapkan bahwa sejak awal Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tidak pernah dilibatkan maupun menerima penjelasan resmi terkait proyek tersebut.

“Yang kami pahami, di desa itu ada kegiatan yang bisa didanai Dana Desa dan ada yang tidak. Untuk TPT ini disebut sebagai aspirasi dewan. Tapi BPD tidak pernah dilibatkan atau diberi penjelasan sejak awal,” ujarnya.

Minimnya koordinasi ini memicu kritik dari berbagai pihak. Meski bersumber dari anggaran aspirasi DPRD, proyek fisik yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan keselamatan warga seharusnya tetap dikomunikasikan secara terbuka serta diselaraskan dengan perencanaan pembangunan desa.

Baca Juga :  Peringati Hari Bakti PU ke-80, Dinas PUPR Garut Gelar Jalan Sehat dan Aksi Bersih Lingkungan sebagai Wujud Semangat Pengabdian

Koordinasi melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) atau mekanisme lintas kelembagaan desa dinilai mutlak diperlukan.

Ambruknya TPT tersebut juga memunculkan dugaan lemahnya perencanaan teknis dan pengawasan pelaksanaan proyek. Warga menilai penggunaan anggaran aspirasi tidak boleh mengabaikan kualitas konstruksi, spesifikasi teknis, serta prinsip akuntabilitas publik.

Sorotan kini mengarah kepada pihak pelaksana kegiatan, termasuk proses pengawasan proyek dan peran instansi teknis terkait. Masyarakat mendesak adanya klarifikasi dan pertanggungjawaban secara terbuka, baik dari pelaksana proyek, pihak pengusul aspirasi DPRD, maupun dinas yang memiliki kewenangan teknis.

Selain itu, warga juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan fisik, audit teknis, serta evaluasi menyeluruh. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengungkap penyebab ambruknya TPT sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. (Hil)

Berita Terkait

Regenerasi Golkar Jabar Daniel Mutaqien Syafiuddin Terpilih Jadi Ketua DPD Golkar Jabar, Momentum Kebangkitan Kader Muda
Pembina DKKG, H. Rudi Gunawan, S.H., M.H., M.P., Tekankan Penguatan Peran Budayawan dan Regulasi Kebudayaan
Cacan Cahyadi SH: Kepatuhan pada AD/ART Kunci Penguatan PPP Jelang Muscab Garut
Dirut PDAM Garut Dadan Hidayatulloh Buka Suara soal Kenaikan Biaya Admin, Siapkan Evaluasi Menyeluruh
HMI Garut Soroti Polemik Pernyataan Wakil Bupati: “Garut Butuh Kepemimpinan Selaras, Bukan Dualisme Di puncak Kekuasaan”
Jelang Purna Tugas, Sekda Garut Nurdin Yana Tegaskan Seleksi Terbuka Jabatan Sekda Digelar Juli 2026
Paripurna DPRD Garut Bahas LKPJ 2025, Ketua DPRD Tegaskan Evaluasi Kinerja Pemda dan Bentuk Pansus
MUSKERCAB I PCNU Garut Perkuat Konsolidasi, H. Aceng Malki Dorong Harlah NU 2026 Berdampak Sosial
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 20:07 WIB

Regenerasi Golkar Jabar Daniel Mutaqien Syafiuddin Terpilih Jadi Ketua DPD Golkar Jabar, Momentum Kebangkitan Kader Muda

Kamis, 2 April 2026 - 19:29 WIB

Pembina DKKG, H. Rudi Gunawan, S.H., M.H., M.P., Tekankan Penguatan Peran Budayawan dan Regulasi Kebudayaan

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:49 WIB

Cacan Cahyadi SH: Kepatuhan pada AD/ART Kunci Penguatan PPP Jelang Muscab Garut

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:34 WIB

Dirut PDAM Garut Dadan Hidayatulloh Buka Suara soal Kenaikan Biaya Admin, Siapkan Evaluasi Menyeluruh

Senin, 30 Maret 2026 - 23:40 WIB

HMI Garut Soroti Polemik Pernyataan Wakil Bupati: “Garut Butuh Kepemimpinan Selaras, Bukan Dualisme Di puncak Kekuasaan”

Berita Terbaru