Tungku Pembakaran Sampah KSM Cirengit Ludeus Terbakar, Warga Mekargalih Harapkan Respons Cepat Pemerintah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 19 April 2025 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Sebuah musibah memilukan baru saja melanda Kampung Cirengit, yang berada di RT 03 RW 01 Desa Mekargalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Tungku pembakaran sampah milik KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) Cirengit, yang selama ini menjadi andalan warga dalam pengelolaan sampah secara mandiri, ludes dilalap si jago merah dalam sebuah insiden kebakaran yang terjadi di area tempat pembakaran.

Tungku pembakaran ini sejatinya merupakan hasil swadaya dan gotong royong warga yang sadar akan pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Keberadaannya menjadi tulang punggung upaya warga dalam mengurangi sampah rumah tangga sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

Namun kini, upaya tersebut terhenti sejenak setelah tungku hangus terbakar, menyisakan puing dan kerugian yang tak sedikit.

Bencana Bertubi-tubi

Tragedi kebakaran ini tak datang sendiri. Tak lama berselang, angin puting beliung menyapu kawasan tersebut, memperburuk keadaan. Sejumlah atap bangunan di sekitar lokasi ikut beterbangan, dan menimbulkan kerusakan tambahan pada sarana dan prasarana yang ada. Dua musibah berturut-turut ini tentu menambah beban fisik dan psikis bagi warga sekitar.

“Ini benar-benar ujian berat bagi kami. Tungku yang menjadi pusat kegiatan pengelolaan sampah warga, sekarang hanya tinggal abu. Lalu disusul angin kencang yang merusak atap dan lingkungan di sekitar sini,” tutur H. Yana Mulyana, salah seorang tokoh masyarakat Kampung Cirengit. Sabtu, (19/04/2025).

Menurutnya, musibah ini menjadi tamparan keras bagi warga yang selama ini sudah berusaha mandiri dalam menjaga lingkungan. Namun, ia juga menyatakan bahwa warga tak menyerah.

“Kami tetap semangat, tapi tentu harapan kami sekarang adalah hadirnya bantuan dan perhatian dari pemerintah,” imbuhnya.

Peran Vital Tungku Pembakaran

Tungku pembakaran sampah yang dibangun di Cirengit bukan hanya sekadar tempat pembakaran biasa. Ia merupakan simbol kemandirian masyarakat yang sadar bahwa pengelolaan sampah bukan hanya urusan pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama.

Dengan sistem swadaya dan pengelolaan lokal yang dilakukan oleh KSM Cirengit atau dikenal juga dengan KSM Beragam, warga telah mampu menekan timbunan sampah rumah tangga, yang biasanya menjadi persoalan umum di daerah padat penduduk.

Ketua RW 01, Hermwan, yang juga turut memantau kondisi pascakebakaran, menyampaikan bahwa infrastruktur pengelolaan sampah seperti ini sangat penting untuk didukung pemerintah.

“Selama ini masyarakat sudah melakukan apa yang mereka bisa. Sekarang, saatnya pemerintah hadir untuk membuktikan bahwa upaya warga tak sia-sia. Kami berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut bisa menindaklanjuti ini dengan langkah nyata,” tegas Hermwan.

KSM Beragam Siap Bangkit

KSM Beragam, selaku pengelola fasilitas tungku pembakaran, menyatakan siap untuk bangkit kembali pasca musibah ini. Namun, mereka juga menyadari bahwa tanpa dukungan dari pihak terkait, terutama pemerintah daerah, upaya perbaikan akan sangat berat.

Salah seorang pengurus KSM, Dedi Hermawan, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyusun surat resmi yang akan ditujukan kepada DLH Garut dan pihak-pihak terkait lainnya untuk meminta bantuan baik dalam bentuk material maupun teknis.

“Kami tidak ingin menunggu terlalu lama. Kami akan segera bersurat agar pembangunan kembali tungku ini bisa dilakukan secepatnya. Semangat warga jangan sampai padam karena menunggu terlalu lama,” ujarnya.

Harapan Akan Perhatian Serius

Musibah ini membuka mata banyak pihak bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat masih sangat rentan jika tidak didukung oleh sistem dan anggaran yang memadai.

Warga Kampung Cirengit berharap bahwa peristiwa ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam pengelolaan lingkungan.

Tak sedikit warga yang menyuarakan kekhawatiran mereka jika tidak ada tindakan cepat dari pemerintah. Salah satunya adalah ancaman kembali menumpuknya sampah di lingkungan karena tidak adanya fasilitas pengolahan.

Hal ini, jika dibiarkan berlarut-larut, dapat memicu masalah baru seperti pencemaran lingkungan dan potensi penyebaran penyakit.

Dengan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah warga, mereka kini menunggu uluran tangan dari pihak pemerintah. Warga berharap bantuan tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga berupa pendampingan teknis, pelatihan ulang, dan dukungan lainnya agar upaya pengelolaan sampah secara mandiri bisa terus berjalan dan menjadi percontohan bagi wilayah lain.

Akhir Kata

Apa yang terjadi di Kampung Cirengit bukan hanya musibah biasa. Ini adalah ujian bagi semangat kebersamaan warga, sekaligus tantangan bagi pemerintah untuk menunjukkan keberpihakannya pada gerakan lingkungan dari akar rumput.

Saatnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah diuji, demi masa depan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Pix)

Baca Juga :  Desa Mekarsari Raih Penghargaan Harapan I Atas Capaian PBB Tertinggi dan Kolektor PBB Terbaik

Berita Terkait

Pertahankan Tradisi Juara, SDN 4 Pataruman Taklukkan 42 Kecamatan di LCC Garut 2026
Dies Natalis ke-72 GMNI Garut: Tegaskan Komitmen Perjuangan Demokrasi hingga Realita Kemiskinan
Gebyar Prestasi TK IGTKI 2026 Jadi Ajang Unjuk Bakat dan Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini
HMI Cabang Garut Soroti Keterbatasan DLH, Siap Kawal Solusi Pengelolaan Sampah dan Persoalan Lingkungan
Anggaran Besar, Kinerja Dipertanyakan: Diskominfo Garut Disorot Soal Transparansi Informasi
Musrenbang Provinsi Jawa Barat 2026, H. Aceng Malki Tegaskan Ketimpangan Pembangunan di Garut Tak Bisa Dibiarkan
DPC GMNI GARUT GELAR AKSI SOLIDARITAS DAN KECAMAN ATAS TEROR TERHADAP AKTIVIS ANDRIE YUNUS
Kolaborasi DPRD dan Perumda Tirta Intan Garut dalam Upaya Nyata Atasi Kemiskinan Ekstrem Lewat Bantuan Sosial
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 10:32 WIB

Pertahankan Tradisi Juara, SDN 4 Pataruman Taklukkan 42 Kecamatan di LCC Garut 2026

Kamis, 16 April 2026 - 20:26 WIB

Dies Natalis ke-72 GMNI Garut: Tegaskan Komitmen Perjuangan Demokrasi hingga Realita Kemiskinan

Kamis, 16 April 2026 - 19:39 WIB

Gebyar Prestasi TK IGTKI 2026 Jadi Ajang Unjuk Bakat dan Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini

Kamis, 16 April 2026 - 17:00 WIB

HMI Cabang Garut Soroti Keterbatasan DLH, Siap Kawal Solusi Pengelolaan Sampah dan Persoalan Lingkungan

Kamis, 16 April 2026 - 11:26 WIB

Anggaran Besar, Kinerja Dipertanyakan: Diskominfo Garut Disorot Soal Transparansi Informasi

Berita Terbaru