Tragedi Remaja di Bandung Barat, Dua Pelaku Ditangkap di Garut

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com Bandung Barat — Seorang siswa SMP berinisial ZAA (14) ditemukan tewas di area bekas wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Jumat (13/2). Korban pertama kali ditemukan oleh dua saksi yang sedang mengeksplorasi lokasi tersebut saat melakukan siaran langsung di media sosial.

 

Hasil autopsi menunjukkan korban mengalami luka parah di kepala serta delapan luka sabetan di bagian perut. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga.

Penyelidikan lebih lanjut mengungkap dua remaja sebagai pelaku, yakni YA (16) dan AP (17), yang ditangkap di wilayah Banyuresmi, Kabupaten Garut, pada Minggu (15/2) dini hari.

Baca Juga :  Merasa Dibungkam, Fraksi PDIP Tinggalkan Ruangan Paripurna — Yudha Puja Turnawan Kecam Pembatasan Hak Fraksi

 

Kapolres Cimahi, Niko N Adiputra, menyatakan bahwa motif pembunuhan diduga dipicu rasa sakit hati pelaku karena korban menyatakan ingin memutus hubungan pertemanan.

Kasus ini menjadi perhatian nasional karena melibatkan pelaku dan korban di bawah umur. Aparat menegaskan proses hukum akan dijalankan sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak, dengan fokus pada keadilan dan rehabilitasi remaja.

 

Polisi masih melakukan pendalaman kronologi kejadian serta pemeriksaan saksi tambahan. Mereka juga menelusuri faktor lingkungan dan sosial yang memicu kekerasan remaja agar kasus serupa bisa dicegah di masa depan.

Baca Juga :  PGRI Karangpawitan Rayakan HUT ke-80, Momentum Penguatan Profesi dan Penghormatan Guru Purna Tugas

Masyarakat diimbau untuk menunggu informasi resmi dari kepolisian dan tidak menyebarkan spekulasi terkait identitas pelaku maupun korban. Tragedi ini menjadi peringatan serius mengenai pengawasan dan pendampingan terhadap remaja di lingkungan keluarga dan sekolah.

 

Kasus ini juga menegaskan perlunya kolaborasi antara pihak sekolah, orang tua, dan aparat untuk membentuk pola komunikasi yang sehat agar konflik remaja tidak berujung pada tindakan kekerasan fatal. (**)

Berita Terkait

Regenerasi Golkar Jabar Daniel Mutaqien Syafiuddin Terpilih Jadi Ketua DPD Golkar Jabar, Momentum Kebangkitan Kader Muda
Pembina DKKG, H. Rudi Gunawan, S.H., M.H., M.P., Tekankan Penguatan Peran Budayawan dan Regulasi Kebudayaan
Cacan Cahyadi SH: Kepatuhan pada AD/ART Kunci Penguatan PPP Jelang Muscab Garut
Dirut PDAM Garut Dadan Hidayatulloh Buka Suara soal Kenaikan Biaya Admin, Siapkan Evaluasi Menyeluruh
HMI Garut Soroti Polemik Pernyataan Wakil Bupati: “Garut Butuh Kepemimpinan Selaras, Bukan Dualisme Di puncak Kekuasaan”
Jelang Purna Tugas, Sekda Garut Nurdin Yana Tegaskan Seleksi Terbuka Jabatan Sekda Digelar Juli 2026
Paripurna DPRD Garut Bahas LKPJ 2025, Ketua DPRD Tegaskan Evaluasi Kinerja Pemda dan Bentuk Pansus
MUSKERCAB I PCNU Garut Perkuat Konsolidasi, H. Aceng Malki Dorong Harlah NU 2026 Berdampak Sosial
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 20:07 WIB

Regenerasi Golkar Jabar Daniel Mutaqien Syafiuddin Terpilih Jadi Ketua DPD Golkar Jabar, Momentum Kebangkitan Kader Muda

Kamis, 2 April 2026 - 19:29 WIB

Pembina DKKG, H. Rudi Gunawan, S.H., M.H., M.P., Tekankan Penguatan Peran Budayawan dan Regulasi Kebudayaan

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:49 WIB

Cacan Cahyadi SH: Kepatuhan pada AD/ART Kunci Penguatan PPP Jelang Muscab Garut

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:34 WIB

Dirut PDAM Garut Dadan Hidayatulloh Buka Suara soal Kenaikan Biaya Admin, Siapkan Evaluasi Menyeluruh

Senin, 30 Maret 2026 - 23:40 WIB

HMI Garut Soroti Polemik Pernyataan Wakil Bupati: “Garut Butuh Kepemimpinan Selaras, Bukan Dualisme Di puncak Kekuasaan”

Berita Terbaru