ORADO Lapas Garut Meriahkan HUT RI ke-81, Adu Strategi Domino Jadi Jembatan Silaturahmi dengan Masyarakat

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com  — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut menggelar turnamen domino dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di halaman parkir Lapas Kelas IIA Garut, Jalan Hasan Arif, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Sabtu (15/8/2026), tersebut tidak sekadar menjadi ajang adu strategi dan perebutan hadiah.

 

Turnamen yang digelar melalui rangkaian kegiatan olahraga dan permainan rakyat tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, sekaligus memperkuat hubungan antara jajaran Pemasyarakatan Garut Raya dengan masyarakat umum.

 

Permainan domino dipilih karena dinilai sebagai salah satu permainan rakyat yang telah lekat dengan kehidupan masyarakat. Suasana pertandingan pun dikemas secara santai dan kekeluargaan sehingga membuka ruang interaksi yang lebih cair antara petugas pemasyarakatan dan masyarakat.

 

Dewan Penasehat Pengcab ORADO Kabupaten Garut, H. Tanto, mengatakan kegiatan tersebut sejak awal tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antara jajaran Pemasyarakatan dengan masyarakat.

 

«“Bukan sekadar adu strategi di atas meja. ORADO ini kita kemas sebagai ruang perjumpaan antara jajaran Pemasyarakatan Garut Raya dengan masyarakat umum,” ungkap H. Tanto di sela-sela kegiatan.»

 

Menurutnya, domino memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat sehingga dapat menjadi media sederhana untuk membangun komunikasi dan mempererat hubungan sosial.

 

«“Permainan domino yang lekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari kita manfaatkan untuk menciptakan suasana santai sekaligus memperkuat komunikasi dan silaturahmi,” katanya.»

 

Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut petugas Lapas dan masyarakat dapat berinteraksi dalam suasana yang lebih terbuka, santai, serta penuh kekeluargaan.

 

«“Petugas Lembaga Pemasyarakatan hingga masyarakat dapat berinteraksi dalam suasana yang lebih cair dan kekeluargaan,” ujarnya.»

 

Kalapas: Permainan Rakyat untuk Memperkuat Kebersamaan

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, A.Md.IP., S.H., M.Si., mengatakan pemilihan domino sebagai bagian dari kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan tanpa alasan.

 

Menurutnya, domino merupakan permainan rakyat yang dikenal luas oleh berbagai kalangan. Karena itu, permainan tersebut dinilai mampu menjadi media untuk menghadirkan suasana kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan emosional antara jajaran pemasyarakatan dengan masyarakat.

Baca Juga :  Diperiksa 10 Jam di Kejari Purwakarta, Anne Ratna Mustika Mohon Do'a

 

«“Kita ingin permainan yang merupakan permainan rakyat dalam menyelenggarakan kegiatan ke masyarakat. Ini merupakan wujud kebersamaan dan kekeluargaan antara Pemasyarakatan Garut Raya dengan masyarakat umum,” ujar Rusdedy.»

 

Ia menegaskan, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata bahwa Lapas tidak hanya menjalankan fungsi pemasyarakatan di balik tembok lembaga, tetapi juga turut hadir dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

 

Menurut Rusdedy, hubungan antara institusi pemasyarakatan dan masyarakat harus terus dibangun melalui komunikasi dan kegiatan positif. Turnamen domino menjadi salah satu cara sederhana untuk menciptakan ruang interaksi tersebut.

 

Warga Binaan Turut Merasakan Semangat Kemerdekaan

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, warga binaan juga turut dilibatkan. Namun, pertandingan bagi warga binaan dilaksanakan di dalam lingkungan Lapas.

 

Keterlibatan warga binaan menjadi bagian dari proses pembinaan agar mereka tetap dapat merasakan semangat perayaan kemerdekaan sekaligus membangun kembali hubungan sosial yang positif.

 

Rusdedy menilai proses pemasyarakatan pada hakikatnya tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pidana, tetapi juga bagaimana warga binaan dipersiapkan agar mampu kembali ke tengah masyarakat dengan sikap, keterampilan, dan perilaku yang lebih baik.

 

Empat Domba Hasil Peternakan Warga Binaan Jadi Hadiah

Hal menarik lainnya dalam turnamen ORADO tersebut adalah hadiah utama bagi para pemenang berupa empat ekor domba.

 

Hadiah tersebut bukan sekadar pemberian biasa. Domba yang disiapkan sebagai hadiah merupakan bagian dari hasil kegiatan peternakan yang dikelola warga binaan Lapas Garut.

 

Rusdedy menjelaskan, Lapas Garut memiliki program pembinaan kemandirian melalui kegiatan peternakan. Saat ini, jumlah ternak domba yang dikelola mencapai lebih dari 200 ekor.

 

«“Hadiah tersebut sekaligus menjadi gambaran konkret dari program pembinaan yang berjalan di dalam lembaga pemasyarakatan,” ungkap Rusdedy.»

 

Menurutnya, pembinaan warga binaan tidak hanya diarahkan pada pembentukan kepribadian, tetapi juga pada keterampilan dan kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi.

 

«“Hasil peternakan yang dikelola warga binaan bahkan dapat memberikan nilai manfaat dan dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan,” jelasnya.»

 

Empat ekor domba tersebut disiapkan bagi para pemenang utama turnamen, ditambah sejumlah hadiah hiburan lainnya.

Baca Juga :  Antusiasme Tinggi, Layanan Pengobatan Gratis ZMC Diperpanjang Beberapa Hari ke Depan

 

Pemanfaatan hasil peternakan warga binaan sebagai hadiah turnamen sekaligus menunjukkan bahwa program pembinaan di dalam Lapas dapat menghasilkan sesuatu yang produktif dan memberikan manfaat nyata.

 

«“Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa ruang pemasyarakatan dan masyarakat tidak harus berjalan terpisah,” imbuh Rusdedy.»

 

Menjadi Jembatan Memulihkan Hubungan Sosial

Lebih jauh, kegiatan tersebut juga membawa pesan pembinaan bagi warga binaan. Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki sikap dan perilaku sekaligus membangun kembali hubungan sosial yang sebelumnya terganggu akibat persoalan hukum.

 

Rusdedy berharap warga binaan dapat memanfaatkan masa pembinaan untuk mempersiapkan diri sebelum kembali ke lingkungan masyarakat.

 

«“Untuk warga binaan, di hari kemerdekaan ini semakin memperbaiki sikap dan perilaku,” katanya.»

 

Ia menilai, hubungan sosial warga binaan dengan masyarakat yang sebelumnya mungkin mengalami keretakan akibat persoalan hukum dapat dibangun kembali melalui kegiatan yang mempertemukan kedua pihak dalam suasana positif.

 

«“Hubungan mungkin waktu di luar sempat retak dengan masyarakat karena terjadinya kasus hukum. Dengan kegiatan ini, insyaallah bisa kembali berbaur, bermain bersama dengan masyarakat,” tuturnya.»

 

Karena itu, kegiatan seperti turnamen domino tidak hanya dipandang sebagai hiburan atau perlombaan, tetapi juga dapat menjadi jembatan dalam proses reintegrasi sosial warga binaan.

 

«“Jadi memulihkan kesatuan hubungan antara warga binaan dengan masyarakat,” pungkasnya.»

 

Pada akhirnya, Turnamen ORADO di Lapas Kelas IIA Garut bukan hanya berbicara tentang siapa yang memenangkan pertandingan dan membawa pulang hadiah. Di balik permainan domino tersebut terdapat pesan yang lebih luas tentang kebersamaan, silaturahmi, pembinaan, kemandirian, serta upaya membangun kembali kepercayaan antara warga binaan dan masyarakat.

 

Semangat kemerdekaan pun tidak berhenti pada perlombaan. Ia diwujudkan melalui ruang kebersamaan yang mempertemukan pemasyarakatan dengan masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa hasil pembinaan warga binaan dapat hadir dan memberikan manfaat nyata di tengah kehidupan sosial.

 

Dengan demikian, pemasyarakatan tidak sekadar tentang pembinaan di balik tembok Lapas, tetapi juga tentang bagaimana warga binaan dipersiapkan untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat secara lebih baik, produktif, dan bermartabat. (Hil)

Penulis : Hilman

Editor : Redaksi Nusaharianmedia

Berita Terkait

HUT Republik Indonesia ke-81: Muhamad Angling Kusumah Soroti Kondisi Jalan Banjarwangi Garut
DPRD Garut Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Aris Munandar Serukan Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Rakyat
Pidato Kenegaraan Presiden: Tambang Ilegal Merugikan Negara, Prabowo Perintahkan Panglima TNI-Polri Usut dan Tindak Oknum yang Terlibat
Rp296 Miliar Anggaran Jalan Disorot, Diduga Terkonsentrasi di Wilayah Asal Kadis PUPR, Gerindra Murka
Jangan Main Mata! HMI Garut Warning Pansel BAZNAS: Amanah Umat Bukan Ajang Kepentingan
Beri Jalan pada Putri Karlina! Mengapa Mundurnya Syakur Amin dari Kursi Bupati Adalah Berkah bagi Garut dan Golkar
Fraksi Gerindra Walk Out, Penandatanganan Kesepakatan APBD 2026 dan KUA-PPAS 2027
Lindungi Generasi Muda, Pemkab-Forkopimda Garut Terbitkan SE Obat Terlarang dan Perkuat Patroli Anak Mulai 21.00 WIB
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:13 WIB

HUT Republik Indonesia ke-81: Muhamad Angling Kusumah Soroti Kondisi Jalan Banjarwangi Garut

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:24 WIB

ORADO Lapas Garut Meriahkan HUT RI ke-81, Adu Strategi Domino Jadi Jembatan Silaturahmi dengan Masyarakat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:08 WIB

DPRD Garut Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Aris Munandar Serukan Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Pidato Kenegaraan Presiden: Tambang Ilegal Merugikan Negara, Prabowo Perintahkan Panglima TNI-Polri Usut dan Tindak Oknum yang Terlibat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Rp296 Miliar Anggaran Jalan Disorot, Diduga Terkonsentrasi di Wilayah Asal Kadis PUPR, Gerindra Murka

Berita Terbaru