Dirut PDAM Garut Dadan Hidayatulloh Buka Suara soal Kenaikan Biaya Admin, Siapkan Evaluasi Menyeluruh

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com  — Komisi III DPRD Kabupaten Garut menerima audiensi dari Koalisi Garut Bersatu (KGB) terkait kebijakan kenaikan biaya administrasi pembayaran air pada Perumda Tirta Intan Garut (PDAM), Selasa (31/3/2026).

 

Dalam audiensi tersebut, KGB menyampaikan aspirasi masyarakat yang menyoroti adanya tambahan biaya administrasi sebesar Rp500. Kenaikan ini disebut berkaitan dengan sistem pembayaran melalui pihak ketiga, termasuk PT Aurora. KGB menilai kebijakan tersebut berpotensi membebani masyarakat dan meminta adanya transparansi serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembayaran PDAM.

 

Menanggapi hal itu, Direktur Utama Perumda Tirta Intan Garut, Dr. H. Dadan Hidayatulloh, S.Ag., M.Pol., menegaskan bahwa biaya administrasi merupakan bagian dari mekanisme sistem pembayaran yang sudah berjalan dan tidak hanya melibatkan satu vendor.

 

“Yang perlu diluruskan, bukan hanya Aurora. Vendor-vendor lain juga memiliki mekanisme serupa. Jadi jika dikatakan Aurora menaikkan biaya admin, itu kurang tepat dalam penempatan tarif,” ujarnya.

 

Dadan menjelaskan, kenaikan biaya administrasi dari Rp2.500 menjadi Rp3.000 melibatkan beberapa vendor dalam sistem pembayaran digital. Ia menyebut persoalan tersebut diduga terjadi akibat kesalahan penempatan komponen biaya dalam sistem.

Baca Juga :  Suprih Roziqiin Sampaikan Duka Mendalam: "Semoga yang Telah Tiada Diterima Amal Ibadahnya, dan yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan"

 

Ia juga memastikan bahwa tudingan yang berkembang, termasuk yang dikaitkan dengan Dewan Pengawas (Dewas), tidak terbukti. Menurutnya, informasi tersebut berasal dari laporan masyarakat yang kemudian disampaikan melalui KGB.

 

“Ini bukan dilakukan oleh Aurora saja, tapi juga oleh vendor lain. Jadi apa yang dituduhkan itu tidak terbukti dalam konteks yang disampaikan,” katanya.

 

Lebih lanjut, Dadan menambahkan bahwa kerja sama dengan pihak vendor merupakan kelanjutan dari perjanjian pada periode sebelumnya, bukan kebijakan baru di masa kepemimpinannya saat ini.

 

Terkait layanan, ia menyebut gangguan yang sempat terjadi sebelumnya disebabkan oleh faktor teknis, seperti masalah pada meteran listrik akibat pemadaman.

 

Ke depan, PDAM akan melakukan evaluasi internal bersama Dewan Pengawas untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk meninjau kembali kerja sama dengan pihak vendor.

 

“Kami akan evaluasi terlebih dahulu bersama Dewas. Hasilnya nanti akan kami sampaikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Komunitas Ojol Rolings Real Garut Berbagi Takjil, Tebar Kepedulian di Bulan Ramadan

 

Dadan juga mengungkapkan keinginannya agar biaya administrasi dapat diminimalisir, bahkan dihilangkan. Namun, ia mengakui hal tersebut memerlukan kajian mendalam, mengingat sistem pembayaran saat ini telah berbasis digital.

 

“Saya punya keinginan tidak ada biaya admin. Tapi mekanismenya harus dikaji. Kalau kembali ke manual, tentu kita akan tertinggal dari PDAM lain di Jawa Barat yang sudah berbasis online,” jelasnya.

 

Menurutnya, dalam sistem digital, biaya administrasi merupakan hal yang umum, seperti pada transaksi keuangan melalui QRIS atau ATM. Meski demikian, pihaknya akan mencari alternatif solusi, termasuk kemungkinan kerja sama dengan perbankan serta penambahan titik layanan pembayaran.

 

Sebagai penutup, Dadan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan kebijakan yang diambil tetap berpihak pada masyarakat.

 

“Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem dan memberikan pelayanan yang optimal. Aspirasi masyarakat menjadi perhatian utama kami, dan setiap kebijakan ke depan akan diupayakan agar tidak memberatkan pelanggan,” pungkasnya.

(Hil)

Penulis : Hilman

Editor : Tim Nusaharianmedia

Berita Terkait

Cacan Cahyadi SH: Kepatuhan pada AD/ART Kunci Penguatan PPP Jelang Muscab Garut
HMI Garut Soroti Polemik Pernyataan Wakil Bupati: “Garut Butuh Kepemimpinan Selaras, Bukan Dualisme Di puncak Kekuasaan”
Jelang Purna Tugas, Sekda Garut Nurdin Yana Tegaskan Seleksi Terbuka Jabatan Sekda Digelar Juli 2026
Paripurna DPRD Garut Bahas LKPJ 2025, Ketua DPRD Tegaskan Evaluasi Kinerja Pemda dan Bentuk Pansus
MUSKERCAB I PCNU Garut Perkuat Konsolidasi, H. Aceng Malki Dorong Harlah NU 2026 Berdampak Sosial
Anggota DPRD Jabar Aceng Malki Bersama KOMPASS Wujudkan Kepedulian Sosial melalui Santunan Anak Yatim
Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Gelar Aksi di Bandung, Desak Panglima TNI Usut Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus
Yudha Puja Turnawan Kunjungi Korban Kebakaran di Cisurupan, Dorong Pemkab Garut Tanggap Segera Bangun Kembali Hunian
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:49 WIB

Cacan Cahyadi SH: Kepatuhan pada AD/ART Kunci Penguatan PPP Jelang Muscab Garut

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:34 WIB

Dirut PDAM Garut Dadan Hidayatulloh Buka Suara soal Kenaikan Biaya Admin, Siapkan Evaluasi Menyeluruh

Senin, 30 Maret 2026 - 23:40 WIB

HMI Garut Soroti Polemik Pernyataan Wakil Bupati: “Garut Butuh Kepemimpinan Selaras, Bukan Dualisme Di puncak Kekuasaan”

Senin, 30 Maret 2026 - 20:41 WIB

Jelang Purna Tugas, Sekda Garut Nurdin Yana Tegaskan Seleksi Terbuka Jabatan Sekda Digelar Juli 2026

Senin, 30 Maret 2026 - 16:57 WIB

Paripurna DPRD Garut Bahas LKPJ 2025, Ketua DPRD Tegaskan Evaluasi Kinerja Pemda dan Bentuk Pansus

Berita Terbaru