Dies Natalis ke-72 GMNI di Garut, Ketua PA Alumni Dedi Hasan Bachtiar Dorong Penguatan Ideologi dan Ekonomi Kerakyatan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 04 April 2026 — Peringatan Dies Natalis ke-72 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia di Kabupaten Garut berlangsung khidmat dan penuh semangat refleksi. Kegiatan ini dirangkaikan dengan halal bihalal serta konsolidasi pra-konferensi daerah (Pra-Konferda) yang digelar pada Sabtu–Minggu (4–5 April 2026) di Gedung Pemuda Kabupaten Garut.

Mengusung tema “Gotong Royong Wujudkan Pasal 33 UUD 1945”, kegiatan ini menjadi upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan ekonomi kerakyatan di kalangan kader GMNI.

Sejumlah tokoh turut hadir, mulai dari Bupati dan Wakil Bupati Garut, jajaran pengurus DPP dan DPD GMNI Jawa Barat, para alumni, organisasi kepemudaan, hingga kader GMNI dari berbagai wilayah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PA Alumni GMNI Kabupaten Garut sekaligus Sekretaris Jenderal DPC PDI Perjuangan Garut, Dedi Hasan Bachtiar, menegaskan pentingnya menjadikan Dies Natalis sebagai momentum refleksi perjalanan organisasi, khususnya dalam menjaga konsistensi ideologi dan peran GMNI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga :  Lonjakan Harga LPG 3 Kg di Garut, Bupati Soroti Masalah Distribusi dan Oknum di Lapangan

Ia menyoroti pentingnya kembali pada landasan konstitusional, terutama Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, sebagai pijakan dalam membangun ekonomi nasional yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.

“Pasal 33 menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, bukan untuk kepentingan perorangan,” ujarnya.

Dedi juga mengaitkan hal tersebut dengan gagasan Soekarno tentang kemandirian ekonomi atau berdikari. Menurutnya, konsep tersebut tetap relevan di tengah dinamika global saat ini.

“Bung Karno mengajarkan kita untuk berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik, dan berkepribadian dalam budaya. Ini harus menjadi fondasi perjuangan kader GMNI hari ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ideologi Marhaenisme merupakan bentuk keberpihakan nyata kepada rakyat kecil dan kaum tertindas. Karena itu, kader GMNI dituntut tetap teguh memegang nilai-nilai sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi.

Selain itu, Dedi mendorong penguatan lima pilar utama organisasi, yakni mantap ideologi, mantap organisasi, mantap kader, mantap program, dan mantap sumber daya.

Baca Juga :  BSAG dan Kajian Ngopi Susu Gelar Tarhib Ramadhan 1447 H dengan Penguatan Gerakan Subuh Berjamaah

“Di tengah arus ideologi global, kita harus tetap kokoh pada Pancasila dan Marhaenisme. Organisasi harus kuat, kader harus berkualitas, dan program harus mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kader GMNI harus mampu menjadi pelopor perubahan di berbagai sektor, baik di ranah eksekutif, legislatif, maupun profesi lainnya, serta responsif terhadap dinamika sosial secara kritis.

Menutup sambutannya, Dedi mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap pengaruh geopolitik global yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional. Ia menekankan bahwa kemandirian ekonomi berbasis kekuatan dalam negeri menjadi kunci menghadapi ketidakpastian global.

“Kalau kita kuat secara ekonomi dan berdiri di atas kaki sendiri, maka guncangan global tidak akan mudah menggoyahkan bangsa ini,” pungkasnya.

Peringatan Dies Natalis ke-72 GMNI ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meneguhkan kembali arah perjuangan ideologis dalam membela kepentingan rakyat.

Penulis : Hilman

Editor : Tim Nusaharianmedia

Berita Terkait

Terpilih Jadi Ketua Umum PPRG Garut, Eldy Supardi Siap Wujudkan Organisasi Solid, Profesional dan Berdaya Saing
Rp9,7 Miliar Anggaran 1 Desa 1 Sarjana Disorot! ABAM Pertanyakan Rp4,4 Miliar yang Masih Misterius
SOKSI Garut Resmi Dukung Aris Munandar di Musda Golkar, Peta Persaingan Kian Dinamis
Kebijakan Tanpa Matang Kajian, Jalan Pasar Baru Ditutup Permanen, Penataan PKL Dinilai Ancam Ekonomi Perdagangan Rakyat akibat Akses Terbatas
Keterasingan Relawan dan Logika Kekuasaan: Dari Tragedi Pengging hingga Peta Politik Indonesia
Jelang Musda Golkar Garut, Bendum Kosgoro 1957 Doakan yang Terbaik, Ingatkan Soliditas dan Jangan Terbawa Arus Dinamika Internal
Kobarkan Semangat Kemerdekaan HUT ke-81 RI Ketua DPRD Garut Bacakan teks Proklamasi, Teguhkan Semangat Persatuan dan Nasionalisme
Semangat Kemerdekaan Indonesia, Perumda Tirta Intan Garut Teguhkan Komitmen Profesionalisme dan Pengabdian dalam Pelayanan kepada Masyarakat
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:48 WIB

Terpilih Jadi Ketua Umum PPRG Garut, Eldy Supardi Siap Wujudkan Organisasi Solid, Profesional dan Berdaya Saing

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:40 WIB

Rp9,7 Miliar Anggaran 1 Desa 1 Sarjana Disorot! ABAM Pertanyakan Rp4,4 Miliar yang Masih Misterius

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:52 WIB

SOKSI Garut Resmi Dukung Aris Munandar di Musda Golkar, Peta Persaingan Kian Dinamis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Kebijakan Tanpa Matang Kajian, Jalan Pasar Baru Ditutup Permanen, Penataan PKL Dinilai Ancam Ekonomi Perdagangan Rakyat akibat Akses Terbatas

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Keterasingan Relawan dan Logika Kekuasaan: Dari Tragedi Pengging hingga Peta Politik Indonesia

Berita Terbaru