Nusaharianmedia.Com – Ambisi besar ditunjukkan tim sepak bola putra Kabupaten Garut menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 di Bekasi. Tak ingin sekadar menjadi pelengkap, Garut mengambil langkah tegas dengan mendatangkan legenda Persib Bandung, Robby Darwis, sebagai pelatih kepala.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Garut tak lagi ingin dipandang sebelah mata dalam peta persaingan sepak bola Jawa Barat. Manajemen tim menilai perubahan signifikan harus dilakukan jika ingin bersaing dengan daerah-daerah yang selama ini mendominasi.
Kehadiran Robby Darwis bukan sekadar simbol, tetapi diharapkan menjadi titik balik pembenahan tim secara menyeluruh. Disiplin, organisasi permainan, dan mental bertanding menjadi aspek utama yang ingin dibangun sejak awal masa persiapan.
Manajer tim, Asep Sake, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan 23 pemain hasil seleksi ketat. Ia menegaskan bahwa pemain yang terpilih bukan hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kesiapan fisik dan mental.
“Secara kemampuan di lapangan, pemain yang kami pilih sudah menunjukkan kualitas. Tapi untuk keputusan akhir, kami serahkan sepenuhnya kepada pelatih,” tegas Asep.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kewenangan penuh kini berada di tangan pelatih, sekaligus menunjukkan keseriusan manajemen dalam membangun tim secara profesional tanpa intervensi.
Porprov Jabar dikenal sebagai ajang yang keras dan penuh tekanan. Banyak daerah datang dengan persiapan matang, bahkan diperkuat pemain-pemain hasil pembinaan jangka panjang.
Situasi ini menjadi tantangan nyata bagi Garut yang selama ini belum konsisten menembus papan atas. Tanpa pembenahan serius, peluang untuk bersaing akan semakin sulit.
Karena itu, kehadiran Robby Darwis diharapkan mampu memutus rantai kelemahan lama, terutama dalam hal konsistensi permainan dan mental saat menghadapi laga-laga krusial.
Saat ini, tim masih berada dalam fase awal pemusatan latihan. Namun, program yang disusun dipastikan akan berjalan ketat dengan porsi latihan intensif dan uji coba yang terukur.
Manajemen tidak ingin ada lagi persiapan setengah hati. Target yang dipasang jelas: Garut harus mampu berbicara banyak, bahkan menembus babak akhir.
Dengan kombinasi pemain muda potensial dan sentuhan pelatih berpengalaman, Garut kini berada di persimpangan antara kembali menjadi pelengkap atau bangkit sebagai kekuatan baru di Porprov Jabar 2026.









