Bansos Garut Jadi Sorotan: Rumah Nyaris Roboh Tak Dapat Bantuan, Pemilik Mobil Justru Terdaftar Penerima

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 15 Mei 2026 — Di tengah pesatnya perkembangan era digital dan berbagai program bantuan sosial yang terus digulirkan pemerintah, ketimpangan sosial masih menjadi persoalan nyata di tengah masyarakat. Ironisnya, masih banyak warga miskin yang hidup serba kekurangan dan tinggal di rumah tidak layak huni, namun justru tidak tersentuh bantuan sosial pemerintah.

 

Fenomena tersebut menjadi sorotan masyarakat di Kecamatan Garut Kota. Warga menilai penyaluran bantuan sosial seperti BPNT dan PKH diduga masih belum tepat sasaran. Sejumlah warga yang dinilai telah berkecukupan, bahkan memiliki kendaraan roda empat, disebut masih tercatat sebagai penerima bantuan sosial. Sementara itu, masyarakat yang hidup dalam kondisi memprihatinkan justru tidak masuk dalam daftar penerima bantuan.

 

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar terkait proses pendataan, verifikasi, dan validasi penerima bantuan di lapangan. Persoalan tersebut dinilai bukan sekadar soal layak atau tidak layak menerima bantuan, melainkan menyangkut rasa keadilan sosial di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Kapolres Garut Tinjau Langsung Pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya 2025, Tegaskan Pendekatan Humanis dan Edukatif

 

“Bagaimana mungkin warga yang sudah punya mobil masih terdaftar sebagai penerima BPNT, sementara warga yang rumahnya nyaris roboh dan hidup serba kekurangan malah tidak pernah tersentuh bantuan apa pun,” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa.

 

Sorotan publik kini mengarah kepada peran pendamping PKH maupun pihak yang terlibat dalam penyaluran BPNT di bawah koordinasi Dinas Sosial Kabupaten Garut. Pendamping sosial dinilai memiliki peran penting dalam proses pendataan dan penentuan penerima bantuan sosial.

 

Masyarakat mempertanyakan sejauh mana proses survei dan verifikasi dilakukan secara objektif di lapangan. Pasalnya, di era digital saat ini, kesalahan pendataan dinilai seharusnya dapat diminimalisasi melalui sistem yang lebih transparan dan akurat.

Baca Juga :  Keselamatan Warga Jadi Prioritas, Camat Karangpawitan dan BPBD Gerak Cepat Respon Aduan Tinjau Situ Cidahu

 

Fenomena tersebut memicu kritik dari masyarakat. Mereka meminta Dinas Sosial Kabupaten Garut segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap data penerima bantuan sosial, termasuk meninjau kembali kinerja para pendamping bansos di lapangan.

 

“Jangan sampai bantuan sosial hanya menjadi formalitas administrasi, sementara rakyat kecil terus hidup dalam penderitaan. Pemerintah harus hadir secara nyata, bukan hanya melalui laporan di atas kertas,” ujar warga lainnya.

 

Masyarakat juga berharap pemerintah daerah melakukan pendataan ulang secara terbuka dan transparan agar bantuan sosial benar-benar diterima oleh warga yang berhak. Jika kondisi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan akan memicu kecemburuan sosial dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan pemerintah.

 

“Jangan sampai bantuan sosial hanya menjadi keberuntungan bagi orang-orang tertentu, sementara masyarakat miskin yang benar-benar membutuhkan malah terus dibiarkan hidup dalam penderitaan,” tegas warga. Red

Penulis : Hilman

Editor : Redaksi Nusaharianmedia

Berita Terkait

ORADO Lapas Garut Meriahkan HUT RI ke-81, Adu Strategi Domino Jadi Jembatan Silaturahmi dengan Masyarakat
DPRD Garut Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Aris Munandar Serukan Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Rakyat
Pidato Kenegaraan Presiden: Tambang Ilegal Merugikan Negara, Prabowo Perintahkan Panglima TNI-Polri Usut dan Tindak Oknum yang Terlibat
Rp296 Miliar Anggaran Jalan Disorot, Diduga Terkonsentrasi di Wilayah Asal Kadis PUPR, Gerindra Murka
Jangan Main Mata! HMI Garut Warning Pansel BAZNAS: Amanah Umat Bukan Ajang Kepentingan
Lindungi Generasi Muda, Pemkab-Forkopimda Garut Terbitkan SE Obat Terlarang dan Perkuat Patroli Anak Mulai 21.00 WIB
Bupati Garut Dukung GUNTARA-GEMAS, Ketua BKPRMI Jabar Komitmen Bentuk Generasi Berakhlak Berbasis Masjid
Generasi Muda Terancam, Sekjen ABAG Tedi Sutardi Pertanyakan Keseriusan APH, Soroti Ketidakhadiran Kapolres Garut: “Kami Tidak Akan Diam!”
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:24 WIB

ORADO Lapas Garut Meriahkan HUT RI ke-81, Adu Strategi Domino Jadi Jembatan Silaturahmi dengan Masyarakat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:08 WIB

DPRD Garut Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Aris Munandar Serukan Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Pidato Kenegaraan Presiden: Tambang Ilegal Merugikan Negara, Prabowo Perintahkan Panglima TNI-Polri Usut dan Tindak Oknum yang Terlibat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Rp296 Miliar Anggaran Jalan Disorot, Diduga Terkonsentrasi di Wilayah Asal Kadis PUPR, Gerindra Murka

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:47 WIB

Lindungi Generasi Muda, Pemkab-Forkopimda Garut Terbitkan SE Obat Terlarang dan Perkuat Patroli Anak Mulai 21.00 WIB

Berita Terbaru