Nusaharianmedia.com 08 juli 2026 – Keinginan Bupati Garut untuk mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut dinilai sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat dan wajar dalam kehidupan organisasi politik. Langkah tersebut dipandang mencerminkan semangat untuk terus mengabdi kepada masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pembangunan daerah melalui penguatan kelembagaan partai.
Plt Ketua KOSGORO 1957 Kabupaten Garut, H. Agus Indra Arisandi, mengatakan bahwa setiap kader Partai Golkar memiliki hak politik yang sama untuk mengikuti proses pencalonan sesuai dengan mekanisme organisasi yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar. Oleh karena itu, seluruh proses Musyawarah Daerah (Musda) harus dihormati sebagai forum demokrasi tertinggi di tingkat kabupaten.
Menurut Agus, pencalonan Bupati Garut merupakan bagian dari proses demokrasi internal yang harus disikapi secara dewasa oleh seluruh kader. Ia mengajak semua pihak untuk menjaga suasana yang kondusif serta menjadikan Musda sebagai ruang konsolidasi organisasi, bukan sekadar arena kontestasi.
«”Pencalonan tersebut merupakan hak politik setiap warga negara sekaligus bagian dari mekanisme demokrasi internal Partai Golkar. Karena itu, seluruh kader diharapkan menghormati proses organisasi yang sedang berjalan serta menjaga kondusivitas agar Musda dapat berlangsung secara demokratis, bermartabat, dan menghasilkan kepemimpinan terbaik bagi Partai Golkar Kabupaten Garut,” ujar Agus.»
Ia menegaskan bahwa amanah sebagai kepala daerah tetap menjadi tanggung jawab utama yang harus dijalankan secara profesional, objektif, serta berpihak kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang politik. Menurutnya, pengalaman memimpin pemerintahan merupakan modal penting dalam membangun organisasi politik yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.
«”Dengan pengalaman memimpin pemerintahan daerah, Bupati diharapkan mampu membawa semangat pembaruan, memperkuat konsolidasi kader, serta membangun Partai Golkar Kabupaten Garut yang semakin solid, modern, dan dekat dengan aspirasi masyarakat. Kepemimpinan yang kuat di dalam organisasi diyakini akan melahirkan gagasan-gagasan konstruktif yang dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah,” katanya.»
Agus menilai Partai Golkar sebagai salah satu partai politik besar memiliki tanggung jawab untuk terus memperkuat kaderisasi, regenerasi kepemimpinan, serta meningkatkan kualitas organisasi agar mampu menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks. Figur yang memiliki pengalaman memimpin pemerintahan, menurutnya, dapat menghadirkan perspektif yang lebih luas dalam merumuskan program-program partai yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa Musda harus menjadi momentum memperkuat persatuan dan soliditas kader. Perbedaan pilihan merupakan hal yang lumrah dalam demokrasi, namun semangat musyawarah dan kebersamaan harus tetap menjadi landasan utama.
«”Musda merupakan momentum penting untuk memperkuat budaya demokrasi internal partai. Perbedaan pilihan merupakan hal yang biasa, namun seluruh kader harus tetap menjaga persatuan dan menjadikan kepentingan organisasi berada di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” ungkapnya.»
Lebih lanjut, Agus berharap proses pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut berlangsung secara terbuka, transparan, demokratis, dan menjunjung tinggi etika politik sehingga menghasilkan kepemimpinan yang memiliki legitimasi kuat untuk membawa Partai Golkar semakin maju.
«”Masyarakat tentu berharap seluruh proses pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut berlangsung secara terbuka, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan. Siapa pun yang nantinya memperoleh amanah diharapkan mampu membawa Partai Golkar semakin maju, semakin dicintai masyarakat, dan semakin berkontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Garut,” kata mantan Anggota DPRD Kabupaten Garut tersebut.»
Agus menambahkan bahwa komitmen terhadap pelayanan publik, pembangunan daerah, dan penguatan organisasi politik bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Selama dijalankan sesuai koridor hukum, etika pemerintahan, serta prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, keduanya justru dapat saling melengkapi.
Menurutnya, sinergi antara kepemimpinan pemerintahan dan organisasi politik akan memperkuat komunikasi dengan masyarakat, memperluas ruang penyerapan aspirasi, serta mendorong lahirnya kebijakan-kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan daerah.
Di akhir keterangannya, Agus berharap Musda DPD Partai Golkar Kabupaten Garut mampu menghasilkan kepemimpinan yang membawa semangat persatuan, memperkuat soliditas kader, serta meningkatkan kontribusi Partai Golkar terhadap pembangunan Kabupaten Garut.
«”Kami berharap Musda Partai Golkar Kabupaten Garut benar-benar menjadi momentum penguatan organisasi, mempererat soliditas kader, serta menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa Partai Golkar semakin maju, semakin dipercaya masyarakat, dan semakin berkontribusi dalam mendukung pembangunan Kabupaten Garut yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.»
Penulis : Hilman
Editor : Redaksi nusharianmedia









