Peran Jurnalisme Positif dalam Mendorong Pembangunan Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 31 Januari 2025 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ridwan Mustopa, S.Sos.I, M.Sos
(Dosen/Praktisi Media)

Jurnalisme memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik dan mendorong perubahan sosial. Di tengah arus informasi yang begitu cepat, pendekatan jurnalisme positif hadir sebagai alternatif yang memberikan dampak konstruktif bagi masyarakat, khususnya dalam konteks pembangunan di daerah.

Jurnalisme positif bukan sekadar menyajikan berita baik, tetapi lebih pada pendekatan yang menekankan solusi, inspirasi, dan dampaka sasaha dari suatu peristiwa. Pendekatan ini tetap berpegang pada prinsip jurnalistik yang mengedepankan fakta dan keseimbangan informasi, namun dengan perspektif yang membangun serta memberikan harapan bagi publik.

Lebih dari itu, jurnalisme positif menjadi jembatan bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi mereka, sekaligus menjadi saluran informasi mengenai kebijakan pemerintah yang perlu diketahui publik. Konsep ini sejalan dengan teori “Constructive Journalism” dari Ulrik Haagerup (2017), yang menekankan bahwa jurnalisme tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga membantu masyarakat memahami persoalan dan memberikan solusi konkret.

Dalam konteks pembangunan daerah, jurnalisme positif dapat mendorong partisipasi masyarakat dengan menampilkan kisah sukses dan inisiatif lokal yang telah berhasil. Berita semacam ini dapat menginspirasi masyarakat untuk ikut serta dalam berbagai program pembangunan. Sesuai teori agenda-setting dari McQuail (2010), media massa memiliki peran dalam mengarahkan perhatian publik terhadap isu-isu strategis, termasuk pembangunan daerah.

Media yang menerapkan jurnalisme positif juga dapat berperan sebagai mitra pemerintah dalam mensosialisasikan kebijakan pembangunan secara lebih persuasif dan edukatif. Misalnya, pemberitaan mengenai keberhasilan suatu program pemerintah dapat meningkatkan kepercayaan publik serta mendorong partisipasi aktif dalam implementasi kebijakan tersebut. Hal ini sejalan dengan konsep “Media as Public Sphere” dari Habermas (1989), yang menyatakan bahwa media berfungsi sebagai ruang publik untuk mempertemukan berbagai kepentingan dan memfasilitasi diskusi terkait kebijakan pembangunan.

Dampak positif lainnya adalah meningkatnya citra daerah di tingkat nasional maupun internasional melalui publikasi berita mengenai keberhasilan di berbagai sektor seperti pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. Citra positif ini dapat menarik investasi dan wisatawan, yang pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, kisah inspiratif dari tokoh lokal atau komunitas yang berperan dalam pembangunan dapat memotivasi generasi muda untuk lebih aktif dalam memajukan daerahnya. Contohnya, kisah sukses generasi muda dalam mengembangkan usaha berbasis kearifan lokal dapat menjadi pemantik semangat kewirausahaan bagi anak muda lainnya.

Pada akhirnya, jurnalisme positif berperan penting dalam pembangunan daerah dengan mendorong partisipasi masyarakat, membantu pemerintah dalam sosialisasi kebijakan, meningkatkan citra daerah, menginspirasi generasi muda, serta mengurangi polarisasi sosial. Dengan menyajikan berita yang membangun dan solutif, jurnalisme positif dapat menjadi kekuatan utama dalam mendorong kemajuan daerah menuju masa depan yang lebih baik.

Baca Juga :  Di Antara Dua Dunia: Ketika Kemiskinan Bertemu Kesenjangan, Kata "Merdeka" Hanya Isapan Jempol Belaka

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 60 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru