Aktivis FPPI Soroti Menjamurnya Minimarket di Kabupaten Garut, Desak Regulasi yang Lebih Ketat

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 4 Maret 2025 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, Nusaharianmedia.com – Aktivis Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Pimkot Kabupaten Garut, Jawa Barat, Bung Ferri Nurdiansyah, mengkritisi maraknya minimarket di Kabupaten Garut, terutama di Kelurahan Lebakjaya, Kecamatan Karangpawitan.

Menurutnya, pertumbuhan minimarket yang tidak terkendali berpotensi mengancam kelangsungan usaha kecil, khususnya pasar tradisional.

Bung Ferri menegaskan perlunya regulasi yang lebih ketat untuk memastikan keberadaan minimarket tidak merugikan pedagang kecil yang telah lama menjadi bagian dari perekonomian masyarakat.

“Kami melihat ada ketidakseimbangan dalam tata kelola minimarket di Garut. Harus ada pembatasan dan pengaturan yang jelas agar mereka tidak menggusur pasar tradisional,” ujar Bung Ferri, Selasa (04/03/2025).

Ia juga mendesak pemerintah daerah agar lebih tegas dalam menegakkan aturan terkait zonasi dan perizinan. Menurutnya, evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pertumbuhan minimarket sangat diperlukan agar tetap sejalan dengan prinsip pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami meminta pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan yang ada. Jangan sampai ekspansi minimarket justru memperparah ketimpangan ekonomi dan merugikan banyak pihak,” tambahnya.

Pernyataan Bung Ferri mendapat respons dari berbagai elemen masyarakat, terutama para pelaku usaha kecil yang terdampak langsung oleh menjamurnya minimarket. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga keseimbangan ekonomi di Kabupaten Garut. (Eldy)

Baca Juga :  Wujud Kepedulian untuk Meringankan Beban Ekonomi Masyarakat Polres Garut Gelar Bazar Murah

Berita Terkait

Penataan PKL Pasar Baru Garut, Ketua Bapemperda Dorong Penataan yang Tertib, Transparan, dan Berlandaskan Hukum
Pembangunan PKL Pasar Baru Dipertanyakan, Rawink Rantik Tantang Pemda Buka Payung Hukumnya
Aset Publik Dipakai Bisnis Provider, BPKAD Garut Akui Belum Ada Kontribusi Pemanfaatan Aset Daerah
Disnakertrans Garut Respons TKI Terlantar di Malaysia, Istri Menangis Menunggu Suami Pulang
Lebakagung Juara Liga Desa Garut 2026 usai Menang Dramatis 3-2 atas Sukawargi, Camat Karangpawitan Dorong Pembinaan Atlet Muda Berkelanjutan
Raperda PKL Tengah Dibahas, Penataan Pasar Baru Sudah Berjalan, Rawink Rantik Pertanyakan Dasar Hukum dan Sinkronisasi Kebijakan Pemkab-DPRD
Budaya Sunda Bagian dari Jati Diri, H. Aten Munajat Dorong Pelestarian, Penggerak Ekonomi, dan Peningkatan Kesejahteraan Seniman
Konfercab III, Kalamullah Apandi Resmi Pimpin PA GMNI Garut, Targetkan Organisasi Solid, Melek Teknologi dan Aktif Advokasi Sosial
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:31 WIB

Penataan PKL Pasar Baru Garut, Ketua Bapemperda Dorong Penataan yang Tertib, Transparan, dan Berlandaskan Hukum

Kamis, 10 September 2026 - 15:55 WIB

Pembangunan PKL Pasar Baru Dipertanyakan, Rawink Rantik Tantang Pemda Buka Payung Hukumnya

Rabu, 9 September 2026 - 15:20 WIB

Aset Publik Dipakai Bisnis Provider, BPKAD Garut Akui Belum Ada Kontribusi Pemanfaatan Aset Daerah

Rabu, 9 September 2026 - 08:33 WIB

Disnakertrans Garut Respons TKI Terlantar di Malaysia, Istri Menangis Menunggu Suami Pulang

Selasa, 8 September 2026 - 21:39 WIB

Lebakagung Juara Liga Desa Garut 2026 usai Menang Dramatis 3-2 atas Sukawargi, Camat Karangpawitan Dorong Pembinaan Atlet Muda Berkelanjutan

Berita Terbaru